Featured Post

Synopsis Blades of the Guardians; Debu Taklamakan: Kembalinya Sang Legenda dan Kedewasaan Sinema Tiongkok

Gambar
  ​Oleh: Analgin Ginting ​Dunia sinema bela diri Tiongkok kembali diguncang oleh sebuah karya monumental yang bukan sekadar memamerkan adu pedang, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang kemanusiaan, intrik politik, dan prinsip hidup. Blades of the Guardians (atau Biao Ren), yang kini tengah menghiasi layar bioskop di Jabodetabek, menjadi magnet utama bagi para pencinta film kolosal. ​1. Kembalinya Jet Li: Penampilan yang Membuat "Pangling" ​Salah satu daya tarik terbesar film ini adalah kembalinya sang legenda kungfu dunia, Jet Li. Namun, bagi penonton yang datang dengan ekspektasi melihat "Wong Fei-hung" yang lincah atau "lethally fast" seperti di era 90-an, bersiaplah untuk terkejut. ​Jet Li tampil sebagai Chang Guiren, seorang pejabat tinggi di era Dinasti Sui. Penampilannya benar-benar bertransformasi total. Dengan riasan wajah yang matang, kumis dan jenggot panjang yang berwibawa, serta kostum kebesaran yang berat, banyak penonton yang hampir tida...

Oh, Nande Nge Maka Nande

Sebuah cerita sangat mengharukan datang dari Amerika. Seorang Ibu mewujudkan kasih sayangnya kepada dua orang anaknya dalam badai tornado yang sangat dahsyat di Negara Bagian Indiana Amerika Serikat.

Dalam peristiwa itu si ibu yang bernama Stephanie Decker melindungi kedua orang anaknya Dominic yang berusia 8 tahun dan Reese 5 tahun dengan tubuhnya setelah membungkusnya dengan selimut. Tubuhnya yang terbuka karena menindih buah bara nya, ditimpa reruntuhan rumahnya. Sehingga kedua kakinya harus diamputasi. Stephanie Decker, 36 tahun, kehilangan satu kaki di atas lutut dan yang lainnya di atas pergelangan kaki.

"Saya ingin anak-anakku bertumbuh dengan mempunyai ibu, saya tidak ingin mereka besar tanpa saya", kata Stephanie kepada wartawan yang mewawancarai dirinya. Oh, nande nge maka nande.

Heroik dan mengharukan, menandakan betapa dalam kasih sayang seorang Ibu. Di Indonesia ada pepatah yang mengatakan bahwa Sorga terletak di bawah telapak kaki ibu. Apakah bagi Dominic dan Reese sorga itu telah hilang, karena kaki ibunya sudah harus dipotong karena melindungi mereka? Sama sekali tidak karena bagi mereka Sorga itu ada dibawah tindihan tubuh perlindungan ibu mereka.




Kasihilah mereka sekalipun kamu berdarah darah kata Mother Theresa. Stephanie Decker melakukan persis apa yang dikatakan oleh Mother Theresa ini. Dan pengalamannya menyebar keseluruh penjuru dunia, dan akan dikenang terus sepanjang hayat suami dan anak-anaknya. Itulah Kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025