Featured Post

Merancang Arsitektur Pembinaan Spiritual: Menuju Transformasi Profesionalisme dan Keteladanan di GBKP

Gambar
  Oleh: Analgin Ginting Kondisi spiritualitas jemaat GBKP saat ini berada pada persimpangan jalan yang krusial. Pasca-pandemi, kita menyaksikan sebuah paradoks: di satu sisi kita merayakan euforia pemilihan pelayan (Pt/Dk), namun di sisi lain kita menghadapi penurunan partisipasi dan "kelelahan pelayanan" yang mengkhawatirkan. Spiritualitas sering kali terjebak dalam rutinitas liturgis yang kering, sementara Kerygma (pemberitaan) belum sepenuhnya meresap menjadi gaya hidup. Untuk menjawab tantangan ini, kita tidak bisa lagi mengandalkan metode konvensional. Kita membutuhkan transformasi fundamental yang menyentuh tiga pilar utama: Pemuridan, Keteladanan, dan Profesionalisme. 1. Krisis Integritas: Melampaui Euforia Periodisasi Kita harus jujur mengakui bahwa semangat pelayanan di GBKP sering kali bersifat fluktuatif—membara di awal pemilihan dan menjelang akhir periode, namun meredup di tengah jalan. Spiritualitas pemimpin adalah plafon bagi spiritualitas jemaat; jemaat tidak ...

Catatan Tambahan PJJ 18 -24 Oktober 2020, Bertemulah Dengan Tuhan Yesus lalu Ber PI lah

 Thema : Tek Erberita

(Minggu Zending)

Johanes 4 : 39- 42

Nterem kalak Samaria i bas kuta e tek man Jesus erdandanken nina diberu e, "IturikenNa man bangku kerina si nggo pernah kubahan."

Emaka kenca jumpa kalak Samaria e ras Jesus, ipindokenna gelah ola lebe Jesus lawes. Perbahan si e dua wari dekahna Jesus i kuta kalak Samaria e.

Kenca Jesus ngajar reh teremna pe kalak si tek.

Jenari nina kalak e man diberu ndai, "Kami nggo tek genduari, labo erdandanken kai si ikatakenndu, tapi erdandanken kami jine nggo megi PengajarenNa, janah ieteh kami maka tuhu-tuhu me Ia Si Engkelini doni enda."

Fakta

1.     Sebuah kisah sangat luarbiasa dituliskan Injil Johanes bahwa banyak orang Samaria percaya kepada Jesus Kristus karena ada seorang wanita Samaria yang menjelaskan bahwa Jesus menceritakan semua yang telah dilakukannya. Padahal mereka belum pernah berjumpa sebelumnya.

2.     Dan banyak orang Samaria yang ingin berjumpa dengan Jesus, dan Jesus bersedia untuk tinggal 2 hari bersama mereka. Selama 2 hari itu Jesus banyak menceritakan dan mengajar mereka. Setelah mendengar pengajaran Tuhan Jesus semakin banyak lagi orang yang percaya.

3.     Orang Samariabanyak yang percaya kepada Tuhan Yesus dan akhirnya mereka membuat pengakuan bahwa , mereka percaya kepada Tuhan Yesus bukan karena cerita perempuan samaria tadi,namun karena mereka sendiri yang bertemu dengan TUHAN YESUS



Makna                                                    

1.     Titik awal atau entry point seseorang tertarik dan lalu percaya kepadaTUhan Yesus adalah  saat dia mendengar cerita atau penuturan seseorang yang sudah bertemu dengan Tuhan Yesus.  Jadi penting sekali peranan sseorang seperti perempuan samaria tadi yang menceritakan pertemuannya dengan Tuhan Yesus

2.     Orang yang sudah mendenngar penturan atau kesaksian seseorang tentang Tuhan Yesus selanjutnya mempunyai keinginan dan kerinduan untuk mendengar langsung/bertemu langsung dengan Tuhan Yesus. 

3.     Secara Teologis bisa dimaknai bahwa kepercayaan seseorang kepada Tuhan Yesus, bukan saat dia mendengar kesaksian atau khotbah atau penuturan seseorang, namun dia sendiri yang bertemu dengan Tuhan Yesus Kristus.

Pengkenaina

·        Gereja Perlu sekali seseorang seperti perempuan Samaria tadi yang mau bertemu Tuhan Yesus dan mau menceritakan pertemuannya dengan Tuhan Yesus. Apakah Kam sudah bertemu dengan Tuhan Yesus, dan mau memberitakan atau menuturkan pertemuanndu dengan Tuhan Yesus ? .

·        Ada tiga tahap dalam pertumbuhan Iman seseorang kepada Tuhan Yesus

1.     Mendengar seseorang bercerita tentang Tuhan Yesus

2.     Mempunyai kerinduan berjumpa dengan Tuhan Yesus

3.     Berjumpa dengan Tuhan Yesus. Berjumpa dalam ini adalah berjumpa  secara Roh, berjumpa dengan Roh Kudus yang melakukan sesuatu yang mujijat kepada dirinya. 

4.     Mempertahankan Iman kepada Tuhan Yesus

·        Nas PJJ ini menekankan bahwa semua kita bisa berperan seperti perempuan Samaria, lalu bersedia melakukan Zending. Mintalah kepadaTuhan Yesus dalam doa doa ndu untuk “bertemu” dengan Tuhan Yesus, lalu ikutlah dalam program zending, atau menyebarkan Firman Tuhan.

Bujur ras mejuah juah kita kerina. 

Pt. Analgin Ginting

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025