Featured Post

Paralysis of Analysis di GBKP: Menakar Macetnya Kepemimpinan Spiritual di Persimpangan Prosedur

Gambar
Oleh Pt. Em Analgin Ginting  Dengan Bantuan Gemini AI  I. PENDAHULUAN Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) saat ini sedang berada dalam sebuah anomali sejarah yang memprihatinkan. Sebuah fakta pahit yang tidak bisa dibantah adalah ketidaktuntasan pembahasan Tata Gereja pada Sidang Sinode GBKP Tahun 2025 Kegagalan ini melahirkan kekosongan hukum (vakum) yang berdampak luas; GBKP sempat berjalan tanpa Tata Gereja yang sah secara hukum sinodal. Akibatnya, muncul kegelisahan masif di ribuan Runggun. Pertanyaan retoris namun pedih bergema: "Gereja kita memakai tata gereja yang mana?" Kondisi ini diperparah oleh manajemen persidangan yang tidak efisien. Bayangkan, sebuah persidangan yang dihadiri oleh sekitar 900 orang peserta (Pendeta, Pertua, dan Diaken). Jumlah yang kolosal ini menuntut logistik yang luar biasa besar, biaya yang membengkak, dan ruang sidang yang luas. Namun, realitasnya menunjukkan bahwa kuantitas manusia tidak berbanding lurus dengan kualitas keputusan. Kita haru...

GBKP Menampung 7000 Orang Lebih Pengungsi

Letusan Sinabung 2013


Untuk membantu menampung pengungsi akibat letusan Gunung Sinabung, Gereja Batak Karo Protestan  mengadakan posko posko penampungan .  Tercatat saat ini ada 12 posko yang dikelola oleh GBKP, dan jumlah pengungsi yang  ditampung ada sebanyak 7330 orang.


Posko posko tersebut  berada beberapa tempat  yang terpisah, diantaranya adalah

  1.   Kantor Klasis GBKP Kabanjahe

  2.  GBKP Katepul

3  3.  Geduang Serbaguna GBKP  Kabanjahe Kota

    4.   Gedung KA KR Kabanjahe Kota

     5.   GBKP Jalan Kota Cane

     6.  GBKP Simpang IV

    7.      GBKP Runggun Payung

8  8.      Posko di jalan Kuta Rayat –Telagah

     9.  PPWG, Zentrum Kabanjahe

1  10.   KWK Jalan Udara Berastagi

.   11.  Kantor Klasis GBKP Berastagi

 112.  Retreat Centre Suka Makmur.

Nama nama lengkap pengungsi serta tempat penampungan bisa dibaca di situs GBKP. Online


Bantuan Pemda Karo terhadap posko ini sangat minim. Menurut SMS ketua Moderamen,   Pemda hanya menyumbang sedikit beras bulog kepada posko GBKP.  Dan ternyata para pengungsi tidak memakan beras bulog ini, karena kualitasnya tidak terlalu baik.  Akibatnya makanan di Posko GBKP umumnya datang dari sumbangan anggota jemaat GBKP.    Ini adalah sebuah penerapan dari  Firman Tuhan dalam Galatia 6 : 2, Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus

Mari kita bantu pengungsi dan seluruh para relawan yang bekerja dengan doa dan memberi bantuan sesuai kemampuan kita masing masing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025