Featured Post

Perlunya Pembinaan Partisipatif dan Regeneratif di GBKP Runggun Graha Harapan Bekasi

Gambar
  Pt. Em Analgin Ginting M.Min.  Pendahuluan Pembinaan jemaat merupakan salah satu tugas hakiki gereja yang tidak dapat dipisahkan dari panggilan teologisnya sebagai ekklesia—umat Allah yang dipanggil, dibentuk, dan diutus ke tengah dunia (Ef. 4:11–13). Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang pembelajaran iman, karakter, dan kepemimpinan. Oleh karena itu, pembinaan yang berkelanjutan, partisipatif, dan regeneratif menjadi indikator penting kesehatan sebuah gereja lokal. Dalam konteks Gereja Batak Karo Protestan (GBKP), pembinaan memiliki makna yang lebih luas karena terkait erat dengan sistem pelayanan presbiterial-sinodal yang menekankan kepemimpinan kolektif-kolegial (runggu). Artikel ini hendak memperdalam, melengkapi, dan mengontekstualisasikan tulisan awal mengenai perlunya pembinaan di GBKP Runggun Graha Harapan Bekasi, dengan tetap mempertahankan esensi pengalaman empiris yang telah dituliskan, sekaligus memperkaya dengan muatan teologis dan refleksi aktual....

GBKP Menampung 7000 Orang Lebih Pengungsi

Letusan Sinabung 2013


Untuk membantu menampung pengungsi akibat letusan Gunung Sinabung, Gereja Batak Karo Protestan  mengadakan posko posko penampungan .  Tercatat saat ini ada 12 posko yang dikelola oleh GBKP, dan jumlah pengungsi yang  ditampung ada sebanyak 7330 orang.


Posko posko tersebut  berada beberapa tempat  yang terpisah, diantaranya adalah

  1.   Kantor Klasis GBKP Kabanjahe

  2.  GBKP Katepul

3  3.  Geduang Serbaguna GBKP  Kabanjahe Kota

    4.   Gedung KA KR Kabanjahe Kota

     5.   GBKP Jalan Kota Cane

     6.  GBKP Simpang IV

    7.      GBKP Runggun Payung

8  8.      Posko di jalan Kuta Rayat –Telagah

     9.  PPWG, Zentrum Kabanjahe

1  10.   KWK Jalan Udara Berastagi

.   11.  Kantor Klasis GBKP Berastagi

 112.  Retreat Centre Suka Makmur.

Nama nama lengkap pengungsi serta tempat penampungan bisa dibaca di situs GBKP. Online


Bantuan Pemda Karo terhadap posko ini sangat minim. Menurut SMS ketua Moderamen,   Pemda hanya menyumbang sedikit beras bulog kepada posko GBKP.  Dan ternyata para pengungsi tidak memakan beras bulog ini, karena kualitasnya tidak terlalu baik.  Akibatnya makanan di Posko GBKP umumnya datang dari sumbangan anggota jemaat GBKP.    Ini adalah sebuah penerapan dari  Firman Tuhan dalam Galatia 6 : 2, Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus

Mari kita bantu pengungsi dan seluruh para relawan yang bekerja dengan doa dan memberi bantuan sesuai kemampuan kita masing masing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025