Featured Post

Inilah 10 Pecatur Terbesar Dari Suku Karo

Gambar
Sejarah tentang kehebatan catur Suku Karo bisa diawali dari   Si Narsar yang mampu menahan remis mantan Juara Dunia Catur asal Belanda, Max Euwe , pada era 1920-an merupakan salah satu catatan emas paling monumental dalam histori percaturan Tanah Karo dan Indonesia. ​Sesuai dengan fakta sejarah dan tingkatan prestasi tersebut, berikut adalah daftar 10 Legenda dan Pecatur Terbesar dari Suku Karo. ​ 1. Si Narsar (Sutan Perang / Legenda Pelopor Era 1920-an) ​ Status: Legenda Utama & Maestro Klasik Karo ​ Pencapaian Kunci: Tokoh jenius catur asal Tanah Karo yang mencatatkan sejarah legendaris saat bertanding melawan Max Euwe (yang kelak menjadi Juara Dunia Catur ke-5) pada era 1920-an di Medan/Sumatra dan berhasil menahan remis . Pertandingan ini membuktikan secara internasional betapa tingginya kapasitas taktis alami yang dimiliki oleh pecatur Karo sejak zaman kolonial. ​ 2. GM Cerdas Barus ​ Gelar: Grandmaster (GM) ​ Pencapaian Kunci: Meraih medali emas papa...

SANG GURU




Setiap habis kebaktian Nande Rabun selalu menggerutu, “Saya sangat terganggu dengan mereka mereka ini”.
“Kenapa?”, tanya Nande Pagit.
“Mereka selalu mengkritik dan menimpali ucapan pembawa Firman. Apa kah mereka kalau di depan bisa? Belum lagi mereka bercerita saat ibadah, benar benar tidak menghormati”, gerutu Nd Rabun..

Nande Pagit tergerak hatinya, dan bersimpati kepada Nande Rabun lalu menyerahkan sebuah buku untuk dibaca. Dua minggu berikutnya terjadi perubahan dalam diri Nande Rabun dan ketika bertemu dengan Nande Pagit dia berkata, “Bujur ya Nande Pagit, saya sangat dicerahkan oleh Buku yang kam beri” Dan saya sadar bahwa “mereka adalah guru saya, bahkan guru terbaik bagi saya”.

Terjadi perubahan dalam diri Nande Rabun, dan semua orang bisa melihatnya. Sekarang dia tidak menggerutu lagi tapi terlihat sangat bersuka cita tatkala pulang kebaktian.
Sebenarnya apa yang membuat perubahan dalam diri Nande Rabun? Ternyata dia merasa bertemu dengan sang guru. Guru yang dalam bahasa sangsekerta artinya “Yang menghilangkan kegelapan”. Atau yang menyebabkan pencerahan. Dan semua orang tahu bahwa Guru Terbesar sepanjang masa adalah Yesus Kristus.

Yesus Kristus lah yang berkata “Kasihilah Musuhmu”. Suatu uangkapan atau ajaran yang berlawanan dengan logika biasa. Namun seorang penyair keturunan Libanon yang bernama Kahlil Gibran dalam satu puisinya memberikan contoh dari apa yang (mungkin) dikatakan Tuhan Yesus : Aku belajar diam dari yang cerewet, toleransi dari yang tidak toleran, dan kebaikan dari yang jahat. Arti kejujuran dari yang bohong. Namun anehnya aku tidak pernah merasa berterima kasih kepada guru-guruku ini.”

Musuh ternyata bisa berubah jadi Guru, karena kita belajar daripadanya. Seperti Nande Rabun, yang belajar dari orang-orang yang membuat dia pada awalnya menggerutu.
Namun bukan kita yang membuat diri kita menjadi guru, tapi muridlah yang membuat seseorang menjadi guru. Tanpa Murid yang mau belajar, tetap tidak ada guru. Dalam hal ini, Kristus adalah Guru terbesar bagi orang yang mau menjadi muridNya. Semoga saya, kam, kita dan mereka pun tercerahkan kelak.
(Dimodifikasi dari Tulisan Nd Cindy Tarigan , Bekasi Timur Regency)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026