Featured Post

Catatan Tambahan Khotbah 23 Agustus 2026

Gambar
 ​ ​ Tema: Bapa Yang Takut Kepada Tuhan  (Bapa si Malang man Tuhan) ​Nas Alkitab: Mazmur 128:1–6 (Responsoria) ​Konteks Teks: Nyanyian Ziarah ( Song of Ascents ) ​1. PENDAHULUAN ​Setiap keluarga di dunia ini mendambakan kebahagiaan, kedamaian, dan keberhasilan hingga ke generasi setelahnya. Namun, di tengah pergeseran zaman dan kompleksitas tantangan modern, banyak figur bapa/kepala keluarga terjebak mendefinisikan "kebahagiaan" hanya sebatas pencapaian finansial, status sosial, atau materi semata. ​Mazmur 128 hadir sebagai fondasi kebenaran yang memutarbalikkan standar dunia. Kebahagiaan sejati dan keberlanjutan berkat dalam keluarga tidak dimulai dari seberapa besar kekayaan yang dihimpun seorang bapa, melainkan dari kualitas rasa takutnya kepada TUHAN dan kerelaannya untuk hidup menurut jalan-jalan-Nya. ​2. FAKTA TEKS DAN KONTEKS (HISTORIS & LITERARIS) ​ Nyanyian Ziarah ( Shir Hama’aloth ): Mazmur 128 dinyanyikan oleh umat Israel saat mereka berziarah naik men...

MAKAN



Bahwa cara makan yang paling akrab adalah makan bersama berkelompok-kelompok, bukan sendirian. Dan makan berkelompok adalah awalan untuk saling berkenalan luar dan dalam. Sebab dalam makan lah kita melihat manusia dalam jati dirinya yang sebenarnya, melihat naluri naluri purba, naluri yang paling dasar. Kita akan saling mengenal, kita mengenal orang asing, kita mengenal kebersahajaan kekasih-kekasih kita, saat makan. Pakailah acara makan bersama untuk mengenal seluruh isi keluarga Anda.

Bahwa saat atau waktu makan yang paling enak, adalah sesaat setelah kita berjalan jauh dalam mengikut Kristus. Setelah kita bekerja keras, setelah kita bertempur mempertahankan kebenaran, setelah capek dan kelelahan dalam upaya mengikuti komitmen pelayanan kita. Setelah kita mendoakan dan mengucap syukur kepada Tuhan, bahwa kita masih hidup. Lelah, capek, susah, adalah tanda bahwa kita masih hidup. Lalu bersyukurlah bahwa kita masih dianugerahi kelelahan dan kecapekan.

Bahwa menu makan yang paling enak adalah roti dan ikan yang diberkati Kristus. Sebab Roti dan Ikan yang jumlahnya hanya lima dan dua, sanggup memberi makan lebih 5000 orang. Bahkan masih tersisa dua belas bakul penuh. Semuanya karena anugerah. Semuanya karena diberkati oleh Tuhan Yesus Kristus. Dan kalau anda mempunyai beras “sada gantang” dan “ikan kepala batu” dua , “ cina cur, sere dan kembiri ras sira bagepe lacina” kalau itu diberkati Tuhan, akan sanggup memberi Anda makan 5000 kali bahkan lebih. Bayangkan seisi keluarga Anda sudah dijamin Tuhan bisa makan 5000 kali.

Lima ribu kali makan, dibagi 3 kali dalam sehari lebih 1600 hari. Dan 1600 hari kalau dibagi 365 hari setahun adalah lebih kurang 4 tahun. Artinya sekali Anda berdoa kepada Tuhan Yesus meminta makan sehari yang diberikan makanan 4 tahun. Tapi Tuhan kita lebih besar lagi KekelengenNya, bahkan kita diajari berdoa setiap hari meminta makan. Dan Tuhan memberikan 4 tahun. “Sekali kam ertoto mindo nakan sada wari ibereken Tuhan nakan 4 Tahun. Sada bulan kam ertoto mindo nakan man Tuhan enggo igenepi nakanndu 30 kali 4 tahun, SERATUS DUA PULUH TAHUN. OH betapa dalam kasihMu kepadaku Tuhan. Terima kasih Tuhan. Aku yakin sekarang, tidak pernah engkau membiarkan kami kelaparan. Halleluya.
(Diinspirasi dari kisah Yesus Memberi Makan Lima Ribu orang, Matius 6 : 34-44)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026