Featured Post

Merancang Arsitektur Pembinaan Spiritual: Menuju Transformasi Profesionalisme dan Keteladanan di GBKP

Gambar
  Oleh: Analgin Ginting Kondisi spiritualitas jemaat GBKP saat ini berada pada persimpangan jalan yang krusial. Pasca-pandemi, kita menyaksikan sebuah paradoks: di satu sisi kita merayakan euforia pemilihan pelayan (Pt/Dk), namun di sisi lain kita menghadapi penurunan partisipasi dan "kelelahan pelayanan" yang mengkhawatirkan. Spiritualitas sering kali terjebak dalam rutinitas liturgis yang kering, sementara Kerygma (pemberitaan) belum sepenuhnya meresap menjadi gaya hidup. Untuk menjawab tantangan ini, kita tidak bisa lagi mengandalkan metode konvensional. Kita membutuhkan transformasi fundamental yang menyentuh tiga pilar utama: Pemuridan, Keteladanan, dan Profesionalisme. 1. Krisis Integritas: Melampaui Euforia Periodisasi Kita harus jujur mengakui bahwa semangat pelayanan di GBKP sering kali bersifat fluktuatif—membara di awal pemilihan dan menjelang akhir periode, namun meredup di tengah jalan. Spiritualitas pemimpin adalah plafon bagi spiritualitas jemaat; jemaat tidak ...

PIARA GBKP 2010 (2)



Satu lagi prestasi telah GBKP torehkan. SEbab dalam percakapan saya dengan beberapa orang, hanya GBKP yang mampu menghimpun anak remaja sebanyak 8000 orang lebih (menurut publikasi di harian SIB, edisi tanggal 4 Juli 2010, sebanyak 10.000 orang) Belum pernah ada Gereja di Indonesia yang mampu menghimpun anak sebanyak yang GBKP lakukan. Luar biasa.

Meskipun banyak kekurangna disana-sini namun semuanya tak terlihat kalau kita tatap wajah wajah anak-anak kita yang mengikuti PIARA ini. Mereka, bercanda, mereka berjalan, mereka antri (khususnya saat mandi) mereka PA, mereka berkenalan, bahkan banyak yang mengatakan inilah pengalaman yang pertama dalam hidup mereka. Inilah cara mereka bertemu dengan TUHAN. Kita doakan semoga.

Sebagai perbandingan di tempat Jambore, sebelah retreat centre ada acara perkemahan PRAMUKA se SUMUT, jumlahnya HANYA 4000 orang, dibuka GUBSU. Pelaksananya Propinsi Sumatra Utara. COba bandingkan dengan PIARA.

Ada cerita lucu, seorang anak ketika mau berangkat masih DIARE. Tapi dia nekat berangkat. Yang cemas adalah orang tua. Oleh sebab itu orang tua mendatangi anaknya. Begitu ketemu anaknya yang disangka masih diare, langsung diusir dengan bertkata. "Udah Papa dan Mama pulang aja, ngapain lama-lama disini, aku udah sehat total" . Kesimnpulannya, PIARA sanggup menyembuhkan Diare anak remaja. Hahahahaha.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025