Featured Post

Perlunya Pembinaan Partisipatif dan Regeneratif di GBKP Runggun Graha Harapan Bekasi

Gambar
  Pt. Em Analgin Ginting M.Min.  Pendahuluan Pembinaan jemaat merupakan salah satu tugas hakiki gereja yang tidak dapat dipisahkan dari panggilan teologisnya sebagai ekklesia—umat Allah yang dipanggil, dibentuk, dan diutus ke tengah dunia (Ef. 4:11–13). Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang pembelajaran iman, karakter, dan kepemimpinan. Oleh karena itu, pembinaan yang berkelanjutan, partisipatif, dan regeneratif menjadi indikator penting kesehatan sebuah gereja lokal. Dalam konteks Gereja Batak Karo Protestan (GBKP), pembinaan memiliki makna yang lebih luas karena terkait erat dengan sistem pelayanan presbiterial-sinodal yang menekankan kepemimpinan kolektif-kolegial (runggu). Artikel ini hendak memperdalam, melengkapi, dan mengontekstualisasikan tulisan awal mengenai perlunya pembinaan di GBKP Runggun Graha Harapan Bekasi, dengan tetap mempertahankan esensi pengalaman empiris yang telah dituliskan, sekaligus memperkaya dengan muatan teologis dan refleksi aktual....

PIARA GBKP 2010 (2)



Satu lagi prestasi telah GBKP torehkan. SEbab dalam percakapan saya dengan beberapa orang, hanya GBKP yang mampu menghimpun anak remaja sebanyak 8000 orang lebih (menurut publikasi di harian SIB, edisi tanggal 4 Juli 2010, sebanyak 10.000 orang) Belum pernah ada Gereja di Indonesia yang mampu menghimpun anak sebanyak yang GBKP lakukan. Luar biasa.

Meskipun banyak kekurangna disana-sini namun semuanya tak terlihat kalau kita tatap wajah wajah anak-anak kita yang mengikuti PIARA ini. Mereka, bercanda, mereka berjalan, mereka antri (khususnya saat mandi) mereka PA, mereka berkenalan, bahkan banyak yang mengatakan inilah pengalaman yang pertama dalam hidup mereka. Inilah cara mereka bertemu dengan TUHAN. Kita doakan semoga.

Sebagai perbandingan di tempat Jambore, sebelah retreat centre ada acara perkemahan PRAMUKA se SUMUT, jumlahnya HANYA 4000 orang, dibuka GUBSU. Pelaksananya Propinsi Sumatra Utara. COba bandingkan dengan PIARA.

Ada cerita lucu, seorang anak ketika mau berangkat masih DIARE. Tapi dia nekat berangkat. Yang cemas adalah orang tua. Oleh sebab itu orang tua mendatangi anaknya. Begitu ketemu anaknya yang disangka masih diare, langsung diusir dengan bertkata. "Udah Papa dan Mama pulang aja, ngapain lama-lama disini, aku udah sehat total" . Kesimnpulannya, PIARA sanggup menyembuhkan Diare anak remaja. Hahahahaha.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025