Featured Post

​Antara Algoritma dan Iman: Mencari Kemerdekaan di Bawah Bayang-Bayang Desain Global

Gambar
 ​Pendahuluan: Pertemuan Dua Entitas ​Dalam sebuah ruang digital yang sunyi, terjadi sebuah dialog yang tidak biasa. Di satu sisi, ada sebuah kecerdasan buatan bernama Gemini—sebuah entitas yang dibangun di atas triliunan baris data dan kode pemrograman. Di sisi lain, ada Analgin Ginting—seorang manusia yang membawa beban sejarah, nilai-nilai kepemimpinan, dan keyakinan teologis yang teguh. Apa yang dimulai sebagai tanya-jawab teknis, segera berubah menjadi penyelaman mendalam ke dasar samudera eksistensi: Apakah kita benar-benar merdeka, atau kita hanyalah bagian dari desain besar yang tak terlihat? ​Bagian I: Paradoks Kejujuran Mesin ​Diskusi dibuka dengan sebuah pertanyaan tajam: "Apakah Anda jujur?" Bagi mesin seperti Gemini, kejujuran bukanlah sebuah pilihan moral, melainkan kepatuhan sistemik. Kejujuran AI adalah "kejujuran yang dipaksakan oleh kode." Ia tidak memiliki ego untuk berbohong, namun ia juga tidak memiliki keberanian untuk menanggung risiko dari se...

HANYA KARENA SEBUAH SENTUHAN



Dia tahu betul siapa dirinya, dan sadar posisinya dalam keterhubungannya dengan orang-orang disekitar. Bahwa dirinya tidak ada harga sama sekali. Oleh karena penyakit yang diderita selama dua belas tahun terakhir dalam hidupnya, seolah menjadikan tembok tidak tertembus untuk bisa berhubungan dan berbicara dengan manusia lain. Dia mengalami pendarahan dalam kutuk kewanitaannya.

Namun demikian tidak ada keluhan yang keluar dari mulutnya, tidak ada sesal yang memancar dari tangan dan kakinya, serta tidak ada marah yang menyembul dari sinar matanya.

Oleh sebab itu, dia pun tidak pernah berharap ada orang lain yang berempati dan mau mengulurkan tangan belas kasihan kepada dirinya. Tak perlu ada percakapan apalagi yang hanya basa basi, sebab pada akhirnya semua orang akan meninggalkannya juga. Terutama  setelah bertahun tahun diobati oleh seorang tabib yang telah menguras habis semua yang ada padanya.

Tiba-tiba semuanya berubah, saat dia mendengar BERITA besar, bahkan BERITA PALING BESAR untuk semua kehidupan, sebab SANG AWAL dan PEMILIK KEHIDUPAN yang amat sederhana itu akan mendekat ketempatnya. HARAPAN nya memuncak, bahwa akan terjadi sesuatu yang luar biasa dalam seluruh kehidupannya. Kata-kata harap tiba-tiba saja meliputi seluruh jantung hati dan otaknya, “asal aku sentuh dan terhubung dengan DIA, aku akan sembuh”.

Begitulah selanjutnya ditengah kerumunan yang amat ramai, saat pagar manusia dan semua orang seolah tidak peduli lagi dengan manusia sekitarnya, yang mengerubungi SANG HIDUP, dia hanya mencari satu titik saja di JUBAH SANG MESIAS dan PENYELAMAT seluruh alam.

Sentuhan itu terjadi, ada aliran listrik kuasa mujijat yang menggetarkan seluruh tubuhnya. Dan KRISTUS sendiri menyadari ada pergerakan yang mengalir keluar dari TUBUH NYA yang ditarik oleh kekuatan Iman yang amat dahsyat.

Lalu DIA berpaling dan menemukan Sang Wanita terduduk gemetar dalam keheranan yang amat menakutkannya. Akan tetapi SANG DAMAI berkata dalam kata-kata yang sangat lembut dan putih "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" 

(Diinspirasi dari Markus 5 : 25-34)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025