Featured Post

Catatan Tambahan PJJ (11 – 17 Oktober 2026)

Gambar
  ​ Tema: Pengetahuan Yang Lengkap Dan Berguna ( Pemeteh si kuh dingen serta ) Teks Alkitab: 1 Korintus 13:11 – 12 ​ "Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal." ​ Pendahuluan ​Pertumbuhan adalah keniscayaan dalam tatanan ciptaan Allah. Sebagaimana seorang anak secara fisik dan mental mengalami fase perkembangan dari tutur kata, perasaan, hingga pola pikir sederhana menuju kedewasaan, demikian pula manusia dipanggil untuk mengalami pembaharuan budi dan iman secara berkesinambungan. Ketidakmampuan atau keengganan untuk bertumbuh merupakan sebuah anomali spi...

Jokowi Adalah Pemimpin Yang Melahirkan Pemimpin

Pada tahun 90 an saya mengikuti sebuah pelatihan tentang kepemimpinan yang dipandu oleh Jansen Sinamo, Sang Guru Ethos.  Saya masih ingat dan terus ingat ketika Jansen menjelaskan beda  antara  pemimpin yang baik dengan pemimpin yang sangat baik/hebat.


Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang berwibawa, pemimpin yang tegas dan dikagumi oleh anak buahnya.


Sedangkan pemimpin yang  sangat baik atau hebat menurut penjelasan  Jansen Sinamo kala itu adalah pemimpin yang membuat anak buahnya atau bawahannya percaya diri, percaya kepada diri mereka sendiri.  Dengan kata lain pemimpin yang hebat adalah pemimpim yang melahirkan pemimpin.


Saya langsung teringat dan setuju bahwa pemimpin yang hebat itu adalah Jokowi.  Pemimpin yang mampu membuat anak buahnya percaya diri dan menjadi pemimpin.   Jokowi berhasil  membuat Wakil Walikota Solo menjadi Walikota Solo, dan Jokowi pun berhasil (untuk sementara) membuat Wakil Gubernur DKI Jakarta  Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta.  Terbukti bahwa Jokowi mampu melahirkan pemimpin.



Hal yang sama pernah dilakukan oleh Robby Djohan, CEO Bank Niaga yang pernah menukangi Garuda Indonesia dan membidani lahirnya Bank Mandiri.  Ketika di Bank Niaga Robby Djohan mempunyai beberapa anak buah yang akhirnya menjadi CEO juga.  Agus Martowardoyo, Emirsyah Satar, Aswin Rasjid, Glen Yusuf, dan beberapa nama lain.  Sekarang Robby Djohan dengan aktivitas nya tetap melahirkan orang orang hebat, dia mempunyai Sekolah Untuk Calon Penerbang (Pilot).


Kembali kepada Jokowi, saya yakin sekali jadinya bahwa jika dia terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia, maka dalam waktu 5 tahun atau 10 tahun kepemimpinannya akan muncul pemimpin pemimpin yang handal dan menjadi calon presiden untuk periode berikutnya.  Saya yakin bahwa menteri menteri yang akan dipilih Jokowi dalam kabinetnya adalah orang orang yang akan terlatih kepemimpinannya, karena Jokowi akan mampu membuat semua anak buahnya menjadi orang yang percaya diri dan orang yang hebat.


Lalu bagaimana dengan Prabowo?  Semua orang kagum akan keberaniannya dan ketegasannya.  Namun tipe pemimpin seperti ini adalah tipe pemimpin yang cenderung one man show.  Anak buahnya tidak akan berkutik, anak buahnya akan meniru gayanya.  Anak buahnya tidak akan berani bertindak sesuai dengan nurani dan hati mereka sendiri.   Sebab ketegasan dan kewibawaan Prabowo akan membuat semua anak buahnya  “takut” jika berbeda dengan dirinya.


Setelah pencanangan Jokowi menjadi Calon Presiden dari PDIP lihatlah apa yang dilakukan oleh Fadli Djon, orang kepercayaan dan orang paling dekat dengan Prabowo.  Terlihat sekali bahwa Fadli hanya membeo, dia hanya melanjutkan apa yang sudah dilakukan oleh atasannya.  Kemarahan Prabowo dikompori juga oleh Fadli Djon, jadi tidak ada yang berbeda.  Seharusnya Fadli berani berbeda dengan Prabowo untuk menyampaikan pandangannnya sendiri, ternyata dia tidak melakukan itu.  Fadli hanya mengulangi apa yang telah dilakukan oleh Prabowo.








Ini sekedar padangan saya teman teman sekalian, sehingga atas aura kepemimpinan  Jokowi yang ternyata sangat hebat ini partai partai lain pun  ingin berkoalisi dengan PDIP untuk mendukung JoKowi.  Golkar dikhabarkan sudah mendekat ke Jokowi, Hanura pun sudah beberapa kali bertemu denganb Puan Maharani dan Megawati.  Sedangkan Demokrat masih jual mahal, masih menunggu dipanggil oleh PDIP atau Jokowi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP ​Periode: 27 September – 3 Oktober 2026

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026