Featured Post

Musuh Yang Kita Hadapi Tidak Selemah Yang Kita Bayangkan

Gambar
  ​ Oleh:  Pt. Em, Analgin Ginting ​Pendahuluan: Paradoks Pengenalan Diri ​Perjalanan spiritualitas manusia sering kali terjebak dalam dikotomi antara yang sakral dan yang profan. Namun, sebuah tesis mendasar yang diangkat oleh Dharma Pongrekun mengingatkan kita pada sebuah kebenaran kuno: mustahil bagi seseorang untuk beriman kepada Tuhan jika ia tidak mengenal dirinya sendiri. Iman tanpa pengenalan diri adalah sebuah fatamorgana intelektual, sebuah bangunan tanpa fondasi yang kokoh. Jika kita tidak memahami siapa subjek yang percaya, maka objek kepercayaan itu pun menjadi kabur dan kehilangan esensinya. ​Dalam konteks teologi klasik, gagasan ini menemukan resonansi terdalamnya dalam pemikiran Yohanes Calvin. Calvin menegaskan bahwa pengetahuan tentang Allah dan pengetahuan tentang diri kita sendiri adalah dua hal yang saling bertaut erat. Seseorang tidak dapat memandang dirinya secara jujur tanpa menyadari kehadiran Sang Pencipta, dan sebaliknya, seseorang tidak dapat mem...

Jokowi Meletakkan Bara Api di Atas Kepala Bibit Waluyo

Sebuah pepatah kuno berkata, kalau engkau membalas kebaikan kepada orang yang jahat kepadamu, maka engkau ibarat meletakkan bara api di atas kepalanya.  Selanjutnya dia  akan sadar dan mencari kesempatan untuk membalas kebaikanmu.


Saya tidak yakin apakah Jokowi pernah mendengar pepatah ini.  Namun secara ikhlas, spontan  dan tidak ada motif apa apa dia melakukannya saat Jokowi  mencium tangan mantan atasannya, Gubernur Jawa Tengah Bibi Waluyo.  Sebagaimana ramai diberitakan di berbagai media on line dan main stream  dari berbagai sudut pandang.

                                                     Sumber Foto : Solopos.com


Balaslah kejahatan dengan kebaikan, hanya dengan demikian orang yang jahat kepadamu sadar dan insyaf atas kesalahannya, kata orang orang bijak.    Gubernur mencium tangan gubernur.  Peristiwa yang benar benar langka.   Saya hanya pernah mengingat dua kali pejabat tinggi mencium tangan atasannya.  Menteri Muda Pemuda dan Olah Raga pada tahun 80 an, Abdul  Gafur pernah mencium tangan Presiden Soeharto.  Dan Menteri Sekretaris Negara sekarang Sudi Silalahi pernah mencium tangan Presiden SBY.    Abdul Gafur dan Sudi Silalahi mencium tangan  orang yang memang atasannya.  Berbeda dengan Jokowi  dimana saat mencium tangan Bibit Waluyo, bukan lagi menjadi atasannya, bahkan mereka kedudukannya setara  yaitu sama sama gubernur.


Lalu apa dasar dan tujuan Jokowi?   Katanya yang muda menghormati  yang tua.  Namun menurut saya bukan  hanya itu alasan Jokowi.  Ada pertimbangan dalam diri Jokowi untuk segera berdamai dengan orang lain.  Jokowi tidak ingin punya musuh.  Dan cara Jokowi  menurut saya sangat elegan, sangat dewasa, dan sangat tepat.


Kontra dengan Teror.


Terorisme ingin mengubah kejahatan pihak lain dengan kejahatan.   Jika pemerintah tidak becus dan kebijakannya merugikan rakyat, mari kita ingatkan dengan keras kita buat teror.   Barangkali inilah prinsip dan salah satu dasar pemikiran pelaku teror.  Namun Jokowi punya cara yang lain. Semua kejahatan orang lain, (Bibit Waluyo pernah mengatakan Jokowi saat menjabata Walikota Solo sebagai orang bodoh)  diingatkan dengan cara yang lebih halus dan sopan.


Ahli ahli prilaku mengatakan, seseorang tidak mungkin mau mengubah prilakunya  meskipun dipaksa  atau dirayu dengan cara apapun.  Dia hanya bisa berubah jika mereka mau mengubahnya.  Kunci perubahan itu dari sebelah dalam, dari hati dan kemauan setiap orang.  Jokowi sudah melakukan  kebaikan kepada orang yang pernah secara sengaja dan terbuka tidak baik kepadanya.


Apa yang ada dipikiran Pak Bibit Waluyo saat ini?  Pada awalnya dia pasti terkejut, dan malu dan kehilangan akal mau membalas dengan cara apa.  Namun perlahan dia akan menyadari bahwa, Jokowi yang pernah dia hina dulu itu ternyata tetap rendah hati dan menghormati dirinya.  Saya yakin sekali suatu saat Pak Bibit Waluyo pun akan berbuat baik membalas rendah hati  Jokowi.  Sebab satu satunya cara dia membuang bara api di kepalanya adalah dengan membalas kebaikan Jokowi.  Bagaimana menurut Anda?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025