Featured Post

Inilah Gereja Calvinist Saat Ini

Gambar
  Dialektika Kedaulatan: Evolusi Teologi Reformed dan Manifestasi Gereja yang Tak Kelihatan Pt Em. Analgin Ginting Bab I: Ontologi Pemilihan dan Pergeseran Paradigma dari Klasik ke New Calvinism Akar dari seluruh perdebatan ini terletak pada Decretum Absolutum (Ketetapan Absolut) Allah. Dalam Calvinisme Klasik, sebagaimana dirumuskan dalam Sinode Dordrecht (1618-1619) sebagai respons terhadap kaum Arminian, pemilihan dipahami dalam kerangka hukum perjanjian yang sangat ketat. Lima Poin Calvinisme (TULIP) bukan sekadar akronim, melainkan pagar pelindung bagi kemurnian doktrin kedaulatan. Namun, seiring berjalannya waktu, Calvinisme Klasik sering kali terjebak dalam "intelektualisme kering" di mana kedaulatan Allah dipandang sebagai proposisi logika yang dingin daripada sebuah relasi yang hidup. Memasuki abad ke-21, muncul fenomena yang oleh majalah Time disebut sebagai salah satu ide yang mengubah dunia: New Calvinism. Tokoh-tokoh seperti John Piper dan Timothy Keller tidak me...

Foke : “Mas Jokowi Selamat Anda Menang dan Menjadi Gubernur DKI”

Bahwa Pilkada Jakarta putaran kedua benar benar mengungkapkan banyak hal tentang Jatidiri kepemimpinan bangsa kita. Bersatunya partai parati besar untuk mendukung calon yang ditolak masyarakat Jakarta dan masyarakat Indonesia adalah satu hal yang patut dijadikan pembelajaran untuk pendidikan wawasan dan karakter kebangsaan Indonesia kedepan.

Lalu keberanian rakyat untuk memilih dan mendukung calon yang dianggapnya baik, meskipun ditentang dan bahkan diteror oleh beberapa kelompok, juga harus dijadikan momentum untuk menemukan calon calon pemimpin berikutnya. Kedepan Indonesia harus menjadikan semangat Bhineka Tunggal Ika menjadi paradigma utama bangsa ini, bukan hanya sekedar slogan slogan kosong.




Pengakuan bahwa Bangsa Indonesia adalah multi etnis, multi agama, multi pengalaman dan sebagainya harus benar benar dipraktekkan dalam seluruh pengalaman bangsa, khususnya dalam mencari pemimpin bangsa, ditingkat lokal dan nasional. Disinilah saya lihat peran pasangan Foke-Nara dan Jokowi –Ahok sangat besar sekali.

Apa yang akan mereka lakukan setelah pilkada selesai dan pemenangnya telah ditetapkan oleh KPUD? Akankah Jokowi-Ahok segera menelopon pasangan Foke-Nara, untuk menyatakan kekalahan mereka dan mengucapkan selamat atas kemenangannya? Atau Foke yang segera menghubungi Jokowi melalui HP nya dan berkata, “Mas Jokowi selamat, Anda menang dalam Pilkada putaran kedua ini. Rakyat ternyata lebih memilih Anda. Saya akan mendukung Anda dan proses pengalihan kepemimpinan serta upacara serah terima jabatan akan kita selesaikan secepatnya. Selamat menjadi Orang No 1` di DKI, semoga Allah SWT merestui kepemimpinan Anda. “

Sangat sejuk hati segenap Bangsa Indonesia, kalau Foke menelepon seperti itu. Sebab Foke menunjukkan jiwa besarnya dan kedewasaan pribadi dan karakternya. Bangsa ini sangat menantikan peristiwa seperti itu, dan inilah salah satu pendidikan karakter Bangsa yang terpenting. Pilkada dan Pemilu haruslah dijadikan pesta rakyat yang membawa damai serta harapan baru bagi segenap rakyat, baik di Jakarta maupun di seluruh Indonesia.

Selama ini, hampir dalam seluruh Pilkada di Indonesia , berakhir dengan pengaduan dan pengadilan Mahkamah Konstitusi. Sebab yang kalah tidak mau menerima kekalahannya, lalu mencari mencari pembenaran diri sendiri, serta berusaha mengungkapkan ketidak jujuran pihak pemenang. Kita mengharapkan agar dalam Pilkada Putaran II di Jakarta yang akan diselenggarakan pada tanggal 20 September nanti menjadi momentum lahirnya sesuatu yang baru . Seandainya Foke yang menang, maka Jokowi menelepon Foke untuk segera menyampaikan selamat dan memberikan dukungannya. Diikuti pula oleh Ahok yang menghubungi Nara dan menyatakan selamat serta mengakui kekalahannya dengan jiwa besar. Namun dalam hati kecilku, dan keyakinan instingtifku lebih besar lah peluang Foke untuk melakukan itu. Terima kasih.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025