CATATAN KHOTBAH Minggu, 25 Oktober 2026
Tema: Bersaksi Tentang Tuhan ( Naksiken Kerna Tuhan ) Nas Khotbah: Kisah Para Rasul 1:6–11 I. PENDAHULUAN Kita hidup di sebuah era ketika Artificial Intelligence (AI) dan otomatisasi digital dapat menjawab hampir segala pertanyaan manusia, memprediksi tren masa depan, bahkan mensimulasikan realitas. Namun, di balik kecanggihan teknologi ini, muncul dua krisis eksistensial yang besar: Disorientasi Masa Depan ( Futuristic Anxiety ): Manusia semakin terobsesi ingin mengontrol masa depan—memprediksi algoritma pasar, nasib, dan kepastian hidup—namun justru semakin kehilangan arah dan ketenangan. Krisis Otentisitas Saksi: Di era fake news , deepfake , dan informasi serba instan, dunia tidak lagi kekurangan data , melainkan kekurangan saksi hidup —pribadi-pribadi yang sungguh-sungguh memantulkan kebenaran, kasih, dan pengharapan Kristus dalam realitas konkret sehari-hari. Pertanyaan murid-murid kepada Yesus dalam Kisah Para Rasul 1:6, "Tuhan, mauk...
Komentar
Tapi masalahnya saat ini sudah semakin banyak anak muda Kristen di Indonesia yang sejatinya adalah penerus masa depan kekristenan di Indonesia mulai tidak lagi peduli dengan isu-isu keagamaan, malah lebih sibuk dengan gadget dan segala efek negatifnya.
Kita generasi yang lebih tua hanya menjadi penonton/pembaca untuk setiap kasus yang terjadi. Karena gereja-gereja memiliki kewenangan sendiri-sendiri, bahkan terkesan tidak mau ikut campur dengan yang terjadi di gereja lain.
Kalau sudah seperti ini...gereja akan hilang di Indonesia cepat atau lambat.
Saya sebagai orang Kristen juga merasa prihatin dengan kejadian-kejadian tersebut, tetapi kalau gereja saya diam atau gereja yang lain diam, terus salurannya melalui apa?
Apakah orang Kristen diperkenankan untuk berdemo?
Sepertinya saya tidak melihat upaya-upaya kearah situ.
Salam Kenal pak, nama saya Winandhi
saya tinggal di Bali.
Gereja saya sudah mempunyai tanah yang siap untuk dibangun gedung gereja, tapi sudah 15 tahun pembangunan tidak bisa terlaksana.