Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP Periode: 27 September – 3 Oktober 2026
Thema: Memahami Kasih Sayang Tuhan (Ngangka Kerna Keleng Ate Dibata) Teks: Efesus 3:14–21 Pendahuluan Di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi digital, dan Artificial Intelligence (AI) sampai pada akhir September 2026 ini, manusia dihadapkan pada kemudahan sekaligus disrupsi kehidupan yang luar biasa. AI dan algoritma digital mampu menjawab berbagai persoalan teknis, memberikan analisis yang cepat, serta menawarkan solusi atas kebutuhan fisik dan praktis manusia secara instan. Namun, di balik seluruh kecanggihan teknologi tersebut, ada ruang terdalam dalam jiwa manusia—rasa hampa, kebingungan nilai, dan kerinduan akan kasih sejati—yang tidak pernah dapat diisi oleh algoritma maupun kecerdasan buatan manapun. Kondisi zaman ini menegaskan kembali betapa pentingnya doa untuk mengenal Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus secara pribadi dan mendalam. Pengetahuan intelektual yang dihasilkan oleh teknologi bersifat terbatas dan permukaan, sedangkan pengenala...
Komentar
Tapi masalahnya saat ini sudah semakin banyak anak muda Kristen di Indonesia yang sejatinya adalah penerus masa depan kekristenan di Indonesia mulai tidak lagi peduli dengan isu-isu keagamaan, malah lebih sibuk dengan gadget dan segala efek negatifnya.
Kita generasi yang lebih tua hanya menjadi penonton/pembaca untuk setiap kasus yang terjadi. Karena gereja-gereja memiliki kewenangan sendiri-sendiri, bahkan terkesan tidak mau ikut campur dengan yang terjadi di gereja lain.
Kalau sudah seperti ini...gereja akan hilang di Indonesia cepat atau lambat.
Saya sebagai orang Kristen juga merasa prihatin dengan kejadian-kejadian tersebut, tetapi kalau gereja saya diam atau gereja yang lain diam, terus salurannya melalui apa?
Apakah orang Kristen diperkenankan untuk berdemo?
Sepertinya saya tidak melihat upaya-upaya kearah situ.
Salam Kenal pak, nama saya Winandhi
saya tinggal di Bali.
Gereja saya sudah mempunyai tanah yang siap untuk dibangun gedung gereja, tapi sudah 15 tahun pembangunan tidak bisa terlaksana.