Kesalahan Tak Disadari: Bahaya Berpikir Dangkal dan Pasif bagi Pendeta dan Presbiter
Oleh Pt. Em. Analgin Ginting, M.Min. Dalam dinamika pelayanan gereja, kita sering kali mengukur "kejahatan" atau kesalahan kepemimpinan dari skandal-skandal besar yang tampak di permukaan: korupsi keuangan, penyimpangan moral, atau ajaran sesat. Namun, ada bentuk bahaya lain yang jauh lebih halus, destruktif, dan merayap perlahan merusak tatanan gereja tanpa disadari—yaitu kedangkalan berpikir dan sikap pasif dari para pelayan-Nya (Pendeta dan Presbiter). 1. Akar Konsep: "Kejahatan Karena Kedangkalan Berpikir" Filsuf Hannah Arendt dalam karyanya Eichmann in Jerusalem: A Report on the Banality of Evil (1963) mempopulerkan konsep “the banality of evil” (kebiasaan/kedangkalan kejahatan). Ia menemukan bahwa kerusakan massal sering kali tidak dilakukan oleh sosok monster yang penuh niat jahat ( malice ), melainkan oleh manusia-manusia biasa yang enggan berpikir kritis, apatis, dan mematikan daya refleksinya. Dalam konteks gereja, fenomena ini berkelindan de...
Komentar
Tapi masalahnya saat ini sudah semakin banyak anak muda Kristen di Indonesia yang sejatinya adalah penerus masa depan kekristenan di Indonesia mulai tidak lagi peduli dengan isu-isu keagamaan, malah lebih sibuk dengan gadget dan segala efek negatifnya.
Kita generasi yang lebih tua hanya menjadi penonton/pembaca untuk setiap kasus yang terjadi. Karena gereja-gereja memiliki kewenangan sendiri-sendiri, bahkan terkesan tidak mau ikut campur dengan yang terjadi di gereja lain.
Kalau sudah seperti ini...gereja akan hilang di Indonesia cepat atau lambat.
Saya sebagai orang Kristen juga merasa prihatin dengan kejadian-kejadian tersebut, tetapi kalau gereja saya diam atau gereja yang lain diam, terus salurannya melalui apa?
Apakah orang Kristen diperkenankan untuk berdemo?
Sepertinya saya tidak melihat upaya-upaya kearah situ.
Salam Kenal pak, nama saya Winandhi
saya tinggal di Bali.
Gereja saya sudah mempunyai tanah yang siap untuk dibangun gedung gereja, tapi sudah 15 tahun pembangunan tidak bisa terlaksana.