Featured Post

Nande Beru Tarigan Mengajar Kami Berteologi dalam Kelembutan

Gambar
 ​Kami tidak pernah menyangka akan kehilangan Nande Beru Tarigan secepat ini. Dalam doa-doa pribadi, kami terus memohon kepada Tuhan agar diberi kesempatan untuk membersamainya satu atau dua tahun lagi, atau bahkan lebih lama. Namun, Tuhan memiliki ketetapan yang berbeda. ​Hanya berselang sekitar lima bulan setelah kami menghantarkan ayahanda kami, Ginting Mergana, ke tempat peristirahatannya, Nande pun menyusul pergi menuju keabadian bersama Bapa di Firdaus. Air mata yang belum sempat mengering kini harus banjir kembali. Dalam waktu yang begitu singkat, kami lima bersaudara kini telah menjadi yatim piatu. ​Senandung Riang di Tengah Ujian ​Perjalanan kesehatan Nande sebenarnya mulai menurun sejak beliau mengalami stroke ringan pada tahun 2017—sembilan tahun yang lalu. Secara fisik, wajahnya tidak banyak berubah. Namun, tangan kirinya tak lagi bisa berfungsi dan kemampuan kognitifnya perlahan menurun. Meski begitu, keceriaannya tidak pernah pudar. Kami sekeluarga selalu berusaha ...

Keanehan Bersama Pesawat Di Indonesia

Dalam dua minggu terakhir ini ada keanehan yang terjadi di Indonesia berkaitan dengan pesawat terbang.

Keanehan yang pertama adalah mendaratnya pesawat angkut jumbo terbesar di dunia saat ini Air bus A 380 di Bandara Soekarno Hatta pada hari Jumat tanggal 5 Mei 2012. Pesawat A 380 milik SIA tersebut sedang dalam perjalanan dari Sidney Australia ke Singapura. Namun sebelum mendarat di Singapura singgal di Jakarta karena ada seorang penumpang yang sakit kritis di atas pesawat. Di Jakarta penumpang ini diturunkan untuk dilarikan ke Rumah Sakit. Sayang nyawanya meninggal diperjalanan dari Bandara Soekarno Hatta ke Rumah Sakit.




Ada berita menggembirakan, karena kejadian ini adalah pembuktian bahwa lapangan udara Soekarno Hatta dapat didarati pesawat terbesar di dunia. Membanggakan meskipun aneh.

Peristiwa kedua adalah jatuhnya pesawat Superjet 100 Sukhoi dalam upaya Joy Flight pada hari Rabu 9 Mei 2012 di Gunung Salak Bogor. Peristiwa yang mengagetkan seluruh masyarakat Indonesia juga seluruh Insan penerbangan di dunia. Karena pesaawat Sukhoi SJ 100 ini adalah pesawat yang baru dan
sangat canggih, serta dikemudikan oleh Pilot Uji yang sangat terlatih dan berpengalaman.

Sukhoi jatuh bersama dengan seluruh penumpang yang ada di dalamnya yang terdiri dari insan penerbangan Indonesia dan juga wartawan yang sengaja diundang untuk meliputi dan melaporkan keunggulan (selling point) dari pesawat Super Jet 100. Jika semua penumpang dan crew yang ada di dalam tidak ada yang selamat maka bertambah lagi korban kecelakaan angkutan udara di Indonesia. Saya pribadi tetap mendoakan agar ada yang selamat untuk saksi untuk meberitakan kebesaran Tuhan yang empunya semua Gunung




Aneh sekali kejadian ini. Ada dua pesawat yang tiba tiba datang ke udara dan bumi Indonesia. Dua duanya berkaitan dengan kematian. Pertanda apakah ini. Mungkin kembali kita perlu menyimak semua peringatan yang pernah dilantunkan Ebiet G Ade melalui lagu lagunya yang sangat indah dan sarat dengan pesan kebenaran.

Inikah yang terakhir atau akan ada fenomena dan kejadian berikutnya yang lebih menyeramkan? Tidak seorang pun yang tahu. Saya yakin Pak SBY dengan seluruh jajarannya pun tidak tahu. Jadi kita perlu mengikuti saran Ebiet untuk meminjam catatan Bintang dan Rumput Ilalang. Mengapa keanehan ini terjadi di Bumi Negeriku?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025

Catatan Tambahan PJJ 10 – 16 Agustus 2025