Featured Post

Mengapa Aku Percaya Yesus Kristus Bangkit dari Kematian: Kedaulatan Ilahi di Atas Reruntuhan Narasi Manusia

Gambar
  Abstrak ​ Artikel ini menegaskan bahwa kebangkitan Yesus Kristus adalah peristiwa sui generis yang tidak tunduk pada validasi atau negosiasi perspektif manusia. Dengan membedah kegagalan ontologis dari berbagai narasi penolakan—seperti teori substitusi, halusinasi, dan pencurian—penulis berargumen bahwa kebangkitan merupakan realitas primer yang ditenun oleh kehendak mutlak Sang Pencipta. Kebangkitan bukanlah sebuah hipotesis yang menunggu pembuktian manusia, melainkan sebuah aksioma ilahi yang menuntut penyerahan diri secara intelektual dan spiritual. ​ I. Pendahuluan: Kebangkitan sebagai Anomali Kosmis ​Kebangkitan Yesus Kristus sering kali ditarik secara paksa ke dalam ruang sidang empiris yang sempit, di mana manusia mencoba menghakiminya dengan alat ukur materialisme yang terbatas. Padahal, kebangkitan bukanlah sekadar peristiwa sejarah linier yang tunduk pada hukum sebab-akibat biologis, melainkan sebuah intervensi radikal Sang Pencipta ke dalam keterbatasan ruang da...

Mengapa Jalan Tol Di Malaysia Lebih Lancar?

Saya bekesempatan mengunjungi Kota Malaka Malaysia dua minggu yang lalu. Diundang untuk berbicara tentang disiplin dan motivasi bagi para Asisten Kepala Perkebunan yang sedang mengadakan Conference di negeri Jiran.

Saya terkesan dengan Kota Malaka yang mempunyai nilai sejarah amat banyak dan erat berhubungan dengan Sejarahn Negara Indonesia. Malaka kotanya tidak terlalu besar, namun bersih serta terkesan sangat aman. Toko-toko dirancang dengan rapi disisi jalan yang bersih, lebar dan tidak terlalu ramai.

Jarak Malaka dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA) sekitar 140 Km, bida ditempuh dengan taksi hanya dalam waktu 1,5 jam. Hal inilah yang membuat saya terkesan amat mendalam. Jalan tol di Malaysia benar benar bebas hambatan.


Dengan ongkos 159 Ringgit (Sekitar Rp 460.000,.) saya berangkat dari KLIA langsung menuju Kota Malaka, ke Hotel tempat Conference diadakan. Tampa hambatan, sekitar satu jam tiga puluh lima menit sampai di Kota Malaka. Pada awalnya saya berfikir sekitar 2-3 jam lah lama perjalanan yang saya tempuh, mengingat jarak dan waktu Jakarta Bandung melalui Tol Cipularang.

Menurut saya ada dua hal yang membuat Jalan Tol di Malaysia lebih lancar daripada Jalan Tol Jakarta . Pertama, mobil yang melaju di jalan tol tidak terlalu banyak sehingga kapasitas jalan Tol yang luas dapat dimaksimalkan untuk memacu laju kenderaan. Namun alasan yang kedua lah menurut saya yang lebih besar pengaruh positifnya, yaitu kesadaran berkendara. Orang Malaysia mempunyai kesadaran yang tinggi dalam bekendara. Tidak ada salib menyalib di jalan Tol, bahkan jarang sekali terdengar bunyi klakson mobil.

Lajur yang paling kanan di Jalan Tol khusus untuk mendahului kenderaan, bagi yang ingin berkendara dengan santai dia tidak akan memilih lajur paling kanan ini. Dan bagi yang buru buru dia akan memilih lajur paling kanan, serta mempertahankan kecepatan pada 120 KM per jam. Ketika pulang dari Malaka ke KLIA kami hanya menempuh satu jam sepuluh menit, karena teman saya Pak Tony Koh, memacu kenderaan Mitsubishi Tritonnya pada kecepatan 120 km per jam.

Wah, dalam banyak hal kita bisa membenci Malaysia, namun dalam berkendara serta mempergunakan Jalan tol kita perlu banyak belajar dari negara serumpun itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025