Featured Post

Inilah 10 Pecatur Terbesar Dari Suku Karo

Gambar
Sejarah tentang kehebatan catur Suku Karo bisa diawali dari   Si Narsar yang mampu menahan remis mantan Juara Dunia Catur asal Belanda, Max Euwe , pada era 1920-an merupakan salah satu catatan emas paling monumental dalam histori percaturan Tanah Karo dan Indonesia. ​Sesuai dengan fakta sejarah dan tingkatan prestasi tersebut, berikut adalah daftar 10 Legenda dan Pecatur Terbesar dari Suku Karo. ​ 1. Si Narsar (Sutan Perang / Legenda Pelopor Era 1920-an) ​ Status: Legenda Utama & Maestro Klasik Karo ​ Pencapaian Kunci: Tokoh jenius catur asal Tanah Karo yang mencatatkan sejarah legendaris saat bertanding melawan Max Euwe (yang kelak menjadi Juara Dunia Catur ke-5) pada era 1920-an di Medan/Sumatra dan berhasil menahan remis . Pertandingan ini membuktikan secara internasional betapa tingginya kapasitas taktis alami yang dimiliki oleh pecatur Karo sejak zaman kolonial. ​ 2. GM Cerdas Barus ​ Gelar: Grandmaster (GM) ​ Pencapaian Kunci: Meraih medali emas papa...

Mengapa Jalan Tol Di Malaysia Lebih Lancar?

Saya bekesempatan mengunjungi Kota Malaka Malaysia dua minggu yang lalu. Diundang untuk berbicara tentang disiplin dan motivasi bagi para Asisten Kepala Perkebunan yang sedang mengadakan Conference di negeri Jiran.

Saya terkesan dengan Kota Malaka yang mempunyai nilai sejarah amat banyak dan erat berhubungan dengan Sejarahn Negara Indonesia. Malaka kotanya tidak terlalu besar, namun bersih serta terkesan sangat aman. Toko-toko dirancang dengan rapi disisi jalan yang bersih, lebar dan tidak terlalu ramai.

Jarak Malaka dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA) sekitar 140 Km, bida ditempuh dengan taksi hanya dalam waktu 1,5 jam. Hal inilah yang membuat saya terkesan amat mendalam. Jalan tol di Malaysia benar benar bebas hambatan.


Dengan ongkos 159 Ringgit (Sekitar Rp 460.000,.) saya berangkat dari KLIA langsung menuju Kota Malaka, ke Hotel tempat Conference diadakan. Tampa hambatan, sekitar satu jam tiga puluh lima menit sampai di Kota Malaka. Pada awalnya saya berfikir sekitar 2-3 jam lah lama perjalanan yang saya tempuh, mengingat jarak dan waktu Jakarta Bandung melalui Tol Cipularang.

Menurut saya ada dua hal yang membuat Jalan Tol di Malaysia lebih lancar daripada Jalan Tol Jakarta . Pertama, mobil yang melaju di jalan tol tidak terlalu banyak sehingga kapasitas jalan Tol yang luas dapat dimaksimalkan untuk memacu laju kenderaan. Namun alasan yang kedua lah menurut saya yang lebih besar pengaruh positifnya, yaitu kesadaran berkendara. Orang Malaysia mempunyai kesadaran yang tinggi dalam bekendara. Tidak ada salib menyalib di jalan Tol, bahkan jarang sekali terdengar bunyi klakson mobil.

Lajur yang paling kanan di Jalan Tol khusus untuk mendahului kenderaan, bagi yang ingin berkendara dengan santai dia tidak akan memilih lajur paling kanan ini. Dan bagi yang buru buru dia akan memilih lajur paling kanan, serta mempertahankan kecepatan pada 120 KM per jam. Ketika pulang dari Malaka ke KLIA kami hanya menempuh satu jam sepuluh menit, karena teman saya Pak Tony Koh, memacu kenderaan Mitsubishi Tritonnya pada kecepatan 120 km per jam.

Wah, dalam banyak hal kita bisa membenci Malaysia, namun dalam berkendara serta mempergunakan Jalan tol kita perlu banyak belajar dari negara serumpun itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025