Featured Post

CATATAN TAMBAHAN PJJ 9–15 AGUSTUS 2026

Gambar
  TEMA: TUHAN MENYEDIAKAN ( TUHAN NIKAPKENCA ) BAHAN: KEJADIAN 22:1-14 ​ PENDAHULUAN Bagaimana Anda merespons seluruh pengalaman hidup Anda? Bagaimana Anda merespons jika segala kesulitan, penderitaan, kemudahan, dan berkat anugerah diciptakan Tuhan secara unik dan spesifik kepada Anda? Pengalaman hidup acapkali membawa kita pada persimpangan antara meragukan pemeliharaan Allah atau mempercayai-Nya secara total. Melalui perikop Kejadian 22:1-14, kita diajak untuk melihat bagaimana iman diuji dalam ketaatan yang paling nyata, hingga kita menyaksikan sendiri bahwa Dia adalah Allah yang senantiasa menyediakan ( Jehovah Jireh ). ​ FAKTA ​ Ujian Ketaatan: Allah menguji Abraham dengan memerintahkannya mempersembahkan Ishak, anak tunggal yang sangat dikasihinya, sebagai korban bakaran di tanah Moria. ​ Ketaatan Tanpa Menunda: Abraham bangun pagi-pagi, mempersiapkan segala kebutuhan (keledai, kayu, bujang, dan Ishak), serta langsung berangkat menuju tempat yang ditunjukkan Al...

Mengapa Jalan Tol Di Malaysia Lebih Lancar?

Saya bekesempatan mengunjungi Kota Malaka Malaysia dua minggu yang lalu. Diundang untuk berbicara tentang disiplin dan motivasi bagi para Asisten Kepala Perkebunan yang sedang mengadakan Conference di negeri Jiran.

Saya terkesan dengan Kota Malaka yang mempunyai nilai sejarah amat banyak dan erat berhubungan dengan Sejarahn Negara Indonesia. Malaka kotanya tidak terlalu besar, namun bersih serta terkesan sangat aman. Toko-toko dirancang dengan rapi disisi jalan yang bersih, lebar dan tidak terlalu ramai.

Jarak Malaka dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA) sekitar 140 Km, bida ditempuh dengan taksi hanya dalam waktu 1,5 jam. Hal inilah yang membuat saya terkesan amat mendalam. Jalan tol di Malaysia benar benar bebas hambatan.


Dengan ongkos 159 Ringgit (Sekitar Rp 460.000,.) saya berangkat dari KLIA langsung menuju Kota Malaka, ke Hotel tempat Conference diadakan. Tampa hambatan, sekitar satu jam tiga puluh lima menit sampai di Kota Malaka. Pada awalnya saya berfikir sekitar 2-3 jam lah lama perjalanan yang saya tempuh, mengingat jarak dan waktu Jakarta Bandung melalui Tol Cipularang.

Menurut saya ada dua hal yang membuat Jalan Tol di Malaysia lebih lancar daripada Jalan Tol Jakarta . Pertama, mobil yang melaju di jalan tol tidak terlalu banyak sehingga kapasitas jalan Tol yang luas dapat dimaksimalkan untuk memacu laju kenderaan. Namun alasan yang kedua lah menurut saya yang lebih besar pengaruh positifnya, yaitu kesadaran berkendara. Orang Malaysia mempunyai kesadaran yang tinggi dalam bekendara. Tidak ada salib menyalib di jalan Tol, bahkan jarang sekali terdengar bunyi klakson mobil.

Lajur yang paling kanan di Jalan Tol khusus untuk mendahului kenderaan, bagi yang ingin berkendara dengan santai dia tidak akan memilih lajur paling kanan ini. Dan bagi yang buru buru dia akan memilih lajur paling kanan, serta mempertahankan kecepatan pada 120 KM per jam. Ketika pulang dari Malaka ke KLIA kami hanya menempuh satu jam sepuluh menit, karena teman saya Pak Tony Koh, memacu kenderaan Mitsubishi Tritonnya pada kecepatan 120 km per jam.

Wah, dalam banyak hal kita bisa membenci Malaysia, namun dalam berkendara serta mempergunakan Jalan tol kita perlu banyak belajar dari negara serumpun itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026