Featured Post

Catatan Tambahan PJJ (11 – 17 Oktober 2026)

Gambar
  ​ Tema: Pengetahuan Yang Lengkap Dan Berguna ( Pemeteh si kuh dingen serta ) Teks Alkitab: 1 Korintus 13:11 – 12 ​ "Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal." ​ Pendahuluan ​Pertumbuhan adalah keniscayaan dalam tatanan ciptaan Allah. Sebagaimana seorang anak secara fisik dan mental mengalami fase perkembangan dari tutur kata, perasaan, hingga pola pikir sederhana menuju kedewasaan, demikian pula manusia dipanggil untuk mengalami pembaharuan budi dan iman secara berkesinambungan. Ketidakmampuan atau keengganan untuk bertumbuh merupakan sebuah anomali spi...

Mengapa Jalan Tol Di Malaysia Lebih Lancar?

Saya bekesempatan mengunjungi Kota Malaka Malaysia dua minggu yang lalu. Diundang untuk berbicara tentang disiplin dan motivasi bagi para Asisten Kepala Perkebunan yang sedang mengadakan Conference di negeri Jiran.

Saya terkesan dengan Kota Malaka yang mempunyai nilai sejarah amat banyak dan erat berhubungan dengan Sejarahn Negara Indonesia. Malaka kotanya tidak terlalu besar, namun bersih serta terkesan sangat aman. Toko-toko dirancang dengan rapi disisi jalan yang bersih, lebar dan tidak terlalu ramai.

Jarak Malaka dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA) sekitar 140 Km, bida ditempuh dengan taksi hanya dalam waktu 1,5 jam. Hal inilah yang membuat saya terkesan amat mendalam. Jalan tol di Malaysia benar benar bebas hambatan.


Dengan ongkos 159 Ringgit (Sekitar Rp 460.000,.) saya berangkat dari KLIA langsung menuju Kota Malaka, ke Hotel tempat Conference diadakan. Tampa hambatan, sekitar satu jam tiga puluh lima menit sampai di Kota Malaka. Pada awalnya saya berfikir sekitar 2-3 jam lah lama perjalanan yang saya tempuh, mengingat jarak dan waktu Jakarta Bandung melalui Tol Cipularang.

Menurut saya ada dua hal yang membuat Jalan Tol di Malaysia lebih lancar daripada Jalan Tol Jakarta . Pertama, mobil yang melaju di jalan tol tidak terlalu banyak sehingga kapasitas jalan Tol yang luas dapat dimaksimalkan untuk memacu laju kenderaan. Namun alasan yang kedua lah menurut saya yang lebih besar pengaruh positifnya, yaitu kesadaran berkendara. Orang Malaysia mempunyai kesadaran yang tinggi dalam bekendara. Tidak ada salib menyalib di jalan Tol, bahkan jarang sekali terdengar bunyi klakson mobil.

Lajur yang paling kanan di Jalan Tol khusus untuk mendahului kenderaan, bagi yang ingin berkendara dengan santai dia tidak akan memilih lajur paling kanan ini. Dan bagi yang buru buru dia akan memilih lajur paling kanan, serta mempertahankan kecepatan pada 120 KM per jam. Ketika pulang dari Malaka ke KLIA kami hanya menempuh satu jam sepuluh menit, karena teman saya Pak Tony Koh, memacu kenderaan Mitsubishi Tritonnya pada kecepatan 120 km per jam.

Wah, dalam banyak hal kita bisa membenci Malaysia, namun dalam berkendara serta mempergunakan Jalan tol kita perlu banyak belajar dari negara serumpun itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP ​Periode: 27 September – 3 Oktober 2026

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026