Featured Post

Paralysis of Analysis di GBKP: Menakar Macetnya Kepemimpinan Spiritual di Persimpangan Prosedur

Gambar
Oleh Pt. Em Analgin Ginting  Dengan Bantuan Gemini AI  I. PENDAHULUAN Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) saat ini sedang berada dalam sebuah anomali sejarah yang memprihatinkan. Sebuah fakta pahit yang tidak bisa dibantah adalah ketidaktuntasan pembahasan Tata Gereja pada Sidang Sinode GBKP Tahun 2025 Kegagalan ini melahirkan kekosongan hukum (vakum) yang berdampak luas; GBKP sempat berjalan tanpa Tata Gereja yang sah secara hukum sinodal. Akibatnya, muncul kegelisahan masif di ribuan Runggun. Pertanyaan retoris namun pedih bergema: "Gereja kita memakai tata gereja yang mana?" Kondisi ini diperparah oleh manajemen persidangan yang tidak efisien. Bayangkan, sebuah persidangan yang dihadiri oleh sekitar 900 orang peserta (Pendeta, Pertua, dan Diaken). Jumlah yang kolosal ini menuntut logistik yang luar biasa besar, biaya yang membengkak, dan ruang sidang yang luas. Namun, realitasnya menunjukkan bahwa kuantitas manusia tidak berbanding lurus dengan kualitas keputusan. Kita haru...

Yesus Kristus : Kemanusiaan dan KeTuhananNya.


Setahu saya tidak ada agama yang mampu menarik orang dari agama lain masuk ke agamanya. Kalaupun ada, paling tingkat ritual saja. Dan dalam agama kan bukan ritualnya yang lebih penting? Jadi kalau seseorang dari agama manapun masuk menjadi agama Kristen, dan akhirnya ikut merayakan Natal itupun bukan karena kemampuan persuasif seorang manusia. Di kristen kita percaya, jika ada orang lain percaya, lalu dibaptis, lalu menjadi pengikut Kristus dan menjadi Kristen, itu hanya terjadi karena pekerjaan Yesus Kristus melalui Roh Kudus Nya.

Roh Kudus itu ya, adalah Roh, seperti angin kali ya, yang kalau Dia berkehendak mendatangi dan mengasihi seseorang maka tidak ada yang bisa membendungNya. Semua akan mengikuti petunjukNYA. Jadi himbauan apapun tidak akan mempan untuk membatasi seseorang mengucapkan apapun. Kalau hati Anda sudah bergejolak kuat karena disentuh oleh Roh Tuhan, tidak ada lagi benteng terakhir Anda.

ALLAH itu Maha Kuasa, artinya banyak yang tak terduga yang bisa Dia Lakukan. Tidak akan ada manusia yang mampu membatasi kuasaNYA itu. Dogma yang merupakan kesepakatan para “nabi” dan pemimpinnya pun tidak mampu mendefenisikan Tuhan Allah itu.

Lalu, mengapa kita membatasi Dia mau beranak atau tidak beranak? Apakah kita dapat benar-benar paham dengan pengertian beranak itu? Lalu mengapa manusia beranak? Mengapa manusia bisa beranak ya. Mengapa cara beranak manusia seperti sekarang ini, mengapa dengan tidak cara kloning saja semua. Apakah terlalu sulit untuk Tuhan memodifikasi cara beranak manusia?

Di dalam Orang Kristen kita percaya bahwa yang lahir itu adalah manusia, yang bernama Yesus Kristus. Lahir nya aja dikandang domba, karena kesombongan manusia kala itu sehingga tidak memberi tumpangan bagi ibunya untuk beranak. (Apakah ada diantara Kompasianer yang punya pengalaman, ada orang mau numpang hanya untuk beranak, eh bersalin di rumahnya? Anda terima dan layani gak? ). Akhirnya Dia memilih di Kandang domba.

Belakangan ada orang iseng yang berfikir kalau Dia mati si salib pasti ada tetesan darahNya. Dan semua yang menetes ke bumi pasti bisa ditemukan jejaknya. Benar ada temuan terhadap kering darah itu. Lalu di bawa ke laboratorium, di tes kromosomnya. Jumlahnya 24. Biasanya manusia mempunyai jumlah kromosom 46, setengah dari ibu (23) dan setengah dari ayah. Yesus Kristus lahir dan menjadi manusia sempurna dengan jumlah kromosom hanya 24, dimana yang satu (1) adalah kromosom Y, pembawa identitas kelak-lakianNya. Artinya?

Artinya Allah Bapa tidak menyetubuhi Maria untuk memperanakkan Yesus. Jadi dalam pengertian apa Allah itu beranak? Tapi yang benar Maria yang manusia tulen, n wanita cantik dijamannya yang tiba-tiba mengandung, dan beranak. Ketuhanan Yesus mulai dirasakan ketika dia dengan rendah hati datang kepada Yohanes Pembaptis, sahabatnya sejak dalam kandungan, untuk dibaptis. Dan seketika setelah Dia dibaptis, langit terbuka dan ada suara sangat berwibawa yang mengatakan bahwa “Dia ini adalah anakKu”. Jadi Allah “Menuhankan “ Yesus Kristus melalui FirmanNya. (Sayang saat itu belum ada recorder yang bisa merekam suara itu, kalau ada pastilah operator telkom akan semakin kaya, karena dihari natal ini banyak orang akan saling mengirim suara itu.) Jadi kita pun setuju bahwa Allah itu tidak beranak, seperti cara bersalin manusia di RS Hermina. Salam damai…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025