Featured Post

Paradox Leadership: Rekonstruksi Mandat Matius 10:16 di Tengah Hegemoni Sistem Dunia

Gambar
  Pt. Em. Analgin Ginting ​ A. Pendahuluan ​Kita sedang hidup dalam sebuah era yang oleh para pemikir kontemporer disebut sebagai Age of Complexity . Di sini, batasan antara kedaulatan moral dan kepentingan korporasi global menjadi semakin kabur. Kepemimpinan spiritual sering kali terjepit di antara dua kegagalan eksistensial: menjadi relik masa lalu yang tidak lagi relevan karena kebebalan intelektual, atau menjadi sekadar pelumas bagi mesin kapitalisme global karena kompromi moral. Fenomena ini menuntut sebuah diskursus yang lebih dari sekadar retorika mimbar. ​Dunia hari ini tidak lagi hanya dikelola oleh kebijakan negara yang terlihat, melainkan oleh kekuatan teknokrasi dan algoritma moneter yang seringkali berjalan tanpa wajah namun memiliki dampak yang sangat nyata bagi kemanusiaan. Dalam konteks inilah, suara gereja harus bermetamorfosis. Gereja tidak boleh lagi hanya menjadi institusi ritual, melainkan harus menjadi institusi penjaga martabat manusia di hadapan sistem...

Selamat Jalan Gus Dur



Tidak pernah aku sesedih ini
meratapi kepergian seseorang yang hanya aku kenal dari jauh.
Dan memang sejujurnya kuakui,
dalam seluruh kesadaran dan ketulusan yang mungkin aku miliki,
bahwa engkau begitu dekat dengan jantungku dan
begitu merapat dengan hatiku.

Disaat aku muak melihat segala tingkah polah ke borjuis-an mereka,
engkau sebaliknya begitu protraliat.

Dan gaya komunikasi yang engkau jalin dengan rakyat begitu bersahaja
dan mngubahkan, tatkala kamu berkata " itu saja koq repot"

Tetesan air mataku secara tak kusangka merubah menjadi tulisan,
selamat jalan pahlawan, selamat jalan Gus Dur.
Engkau tidak akan pernah hilang dari setiap nafas orang Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025