Catatan Tambahan PJJ 30 Agustus - 5 September 2026
Tema: Memilih Kata yang Bijak (Make Kata Si Payo)
Bacaan Utama: Titus 2:1–8
1. Pendahuluan
- Lidah dan kata-kata memiliki daya pengaruh yang luar biasa dalam kehidupan manusia—dapat membangun persekutuan atau justru menghancurkan kepercayaan.
- Rasul Paulus memberikan instruksi krusial kepada Titus agar setiap pemberitaan dan pengajaran jemaat senantiasa berakar pada ajaran yang sehat.
2. Fakta Realitas Kehidupan
- Dalam realitas sehari-hari, ucapan yang ceroboh, fitnah, atau perkataan tanpa kendali sering kali menjadi batu sandungan dalam keluarga dan masyarakat.
- Dunia luar senantiasa mengamati konsistensi antara apa yang diucapkan oleh orang percaya dengan realitas karakter keseharian mereka di tengah dunia.
3. Arti dan Makna Teologis
- Kata-kata sangat penting dalam memuliakan Tuhan, oleh sebab itu Paulus menekankan kemampuan memilih kata-kata yang bijak dalam pengajaran.
- Kata-kata harus sejalan dengan perbuatan, kebiasaan, dan tabiat; orang yang mampu berkata-kata dengan bijak dan memuliakan Tuhan berawal dari sikap hidup serta seluruh karakter yang ia miliki.
- Setiap orang yang dipanggil untuk memuliakan Tuhan harus mempunyai kemampuan dan kesenangan dalam perbuatan baik.
- Teladan hidup seperti Titus yang jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaran adalah fondasi utama, karena pengajaran yang baik adalah upaya paling maju untuk memuliakan Tuhan yang Maha Baik.
4. Kerygma (Pemberitaan Injil)
- Injil Kristus tidak hanya menyelamatkan, tetapi juga mentransformasi cara hidup, tutur kata, dan integritas moral umat tebusan-Nya.
- Anugerah Allah memampukan berbagai lapisan jemaat—baik laki-laki tua, perempuan tua, perempuan muda, maupun orang muda—untuk hidup bijaksana, menguasai diri, serta menjaga kekudusan agar firman Allah tidak dihujat orang.
5. Implementasi Praktis
- Penyaringan Ucapan: Membiasakan diri memikirkan dampak suatu kata sebelum diucapkan, memastikan setiap tutur kata mendatangkan berkat dan kebaikan.
- Integritas Karakter: Menjadikan diri sendiri sebagai teladan dalam berbuat baik, bersikap jujur, dan bersungguh-sungguh dalam setiap tanggung jawab.
- Kesaksian Hidup yang Tak Bercela: Menerapkan ajaran yang sehat dalam ranah domestik maupun sosial, sehingga lawan menjadi malu karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita.
6. Kesimpulan dan Penutup
- Kata yang bijak lahir dari hati yang dipimpin oleh ajaran yang sehat dan karakter yang taat kepada Tuhan.
- Melalui keselarasan antara perkataan dan perbuatan, kita memelihara kehormatan firman Tuhan dan mewujudkan tujuan utama kehidupan: memuliakan Tuhan Sang Pencipta.
7. Power Statement
Kata-kata yang bijak bukan sekadar pilihan bahasa yang indah, melainkan cerminan hidup berintegritas yang memuliakan Allah dan membungkam segala tuduhan dunia."

Komentar