Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026
Tema: Makin Dalam Mengenal Tuhan (Erbagesna Nandai Dibata)
- Nats Alkitab: Kolose 1:9–10
- Banyak warga jemaat yang merasa sudah "cukup mengenal Tuhan" hanya karena rajin hadir dalam kegiatan gerejawi atau persekutuan sosial (seperti PJJ/KEE/Serayan).
- Kurangnya kebiasaan membaca Alkitab dan berdoa secara pribadi (intimacy with God) membuat pengenalan akan Tuhan menjadi rapuh saat diperhadapkan pada tantangan dan pergumulan hidup.
- Belum adanya strategi atau kebiasaan terstruktur di dalam keluarga maupun persekutuan untuk memperdalam pengenalan akan Firman Allah secara mandiri.
- Syafaat yang Tanpa Henti: Selalu ada orang yang mendoakan kita, baik kita sadari maupun tidak, supaya Tuhan memperkenalkan diri-Nya lebih jelas dan nyata kepada kita.
- Sumber Pengenalan yang Sejati: Hikmat untuk mengenal Tuhan lebih benar datang dari Tuhan sendiri (inisiatif dan anugerah Allah), bukan hasil olah pikir atau kepandaian manusia belaka.
- Puncak Pengenalan akan Allah: Puncak pengenalan manusia kepada Tuhan terjadi jika dari pengenalannya itu ada buah kehidupan yang diperoleh, yang ujungnya memuliakan Tuhan dan menyalurkan berkat kasih sayang Tuhan kepada sesama manusia.
- Allah Bertindak Lebih Dahulu: Pengenalan akan Allah dimulai dari pemulihan dan anugerah-Nya. Paulus mendoakan jemaat Kolose agar Allah sendiri yang memberikan hikmat dan pengertian rohani.
- Pengenalan yang Mengubah Kehidupan: Pengetahuan akan kehendak Allah (pengetahuan rohani) bukanlah pengetahuan teoritis (gnosis intelektual belaka), melainkan pengetahuan yang mengubah karakter dan gaya hidup (berbuah dan bertumbuh).
- Keseimbangan Antara Pemikiran dan Perbuatan: Mengenal kehendak Tuhan dengan sempurna membawa konsekuensi logis: hidup layak di hadapan Tuhan, berkenan kepada-Nya dalam segala hal, aktif melayani, dan terus bertumbuh (Erbagesna Nandai Dibata).
-
Membangun Mezbah Pribadi & Keluarga:
- Menyediakan waktu khusus (quiet time) setiap hari untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan secara pribadi, bukan hanya mengandalkan khotbah di gereja atau PJJ.
-
Saling Mendoakan Pertumbuhan Rohani (Intercession):
- Meneladani Rasul Paulus dengan menjadikan doa syafaat sebagai sarana saling mendukung sesama anggota PJJ/keluarga agar semakin mengenal kehendak Tuhan.
-
Menghasilkan Buah dalam Pekerjaan Baik (Melayani & Berbagi):
- Mengintegrasikan pengenalan akan Tuhan ke dalam kehidupan sehari-hari (pekerjaan, keluarga, masyarakat) dengan menyalurkan kasih dan kebaikan Tuhan kepada sesama.
-
Pembelajaran Firman yang Terstruktur:
- Mendorong jemaat dan kelompok-kelompok kategorial GBKP (Mamre, Moria, Saitun, Permata) untuk aktif mengikuti pemahaman Alkitab (PA) yang sifatnya aplikatif dan mendalam.
- Alkitab (TB / Terjemahan Bahasa Karo): Kolose 1:9–10.
- Tafsiran Alkitab Kolose: Wright, N.T. Paul for Everyone: The Prison Letters.
- Bahan PJJ GBKP 2026: Garis-Garis Besar Pelayanan (GBP) GBKP – Tema Kebaktian PJJ Pekan 2–8 Agustus 2026.
- Buku Etika & Teologi Kontekstual: Pdt. Prof. Dr. Emanuel Gerrit Singgih, Mendamai Teologi dan Realitas.
Kolose 1:9–10 (TB):
"Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,"
1. Pendahuluan
Pengenalan akan Allah merupakan inti dari kehidupan rohani seorang percaya. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa semangat dan strategi untuk belajar agar lebih mengenal Tuhan dalam diri jemaat GBKP boleh dikatakan sangat rendah. Pengenalan akan Tuhan masih dominan bersifat sosial—hanya sebatas tradisi, rutinitas kebudayaan, atau relasi komunal—dan bukan lahir dari perenungan pribadi (personal devotion) yang mendalam bersama Tuhan melalui Firman-Nya.
2. Fakta & Kondisi Riil Jemaat
3. Arti dan Makna Teologis
4. Kerygma (Berita Utama / Proklamasi Firman)
5. Implementasi (Aplikasi Praktis)
6. Kesimpulan dan Penutup
Pengenalan akan Allah yang sejati tidak berhenti pada tataran wacana sosial atau pengetahuan intelektual. Pengenalan tersebut merupakan anugerah Allah yang dikerjakan melalui doa, hikmat rohani, dan hubungan pribadi yang erat dengan-Nya. Sebagai jemaat GBKP, kita dipanggil untuk melangkah lebih jauh: dari sekadar "mengenal secara sosial" menuju pengenalan yang mendalam (Erbagesna Nandai Dibata), yang terwujud dalam hidup yang berkenan kepada Tuhan, berbuah dalam setiap perbuatan baik, serta menjadi saluran kasih bagi sesama.
7. Power Statement
"Pengenalan sejati akan Allah tidak diukur dari seberapa banyak kita membicarakan-Nya di ruang publik, melainkan seberapa nyata kasih dan buah kehidupan-Nya hadir melalui kita bagi sesama."

Komentar