Featured Post

Refleksi 136 Tahun GBKP

Gambar
Menggali Akar Identitas: Rekonstruksi Narasi Penginjilan Karo dari Perspektif Perlawanan, Martabat, dan Iman Oleh Pt. Em. Analgin Ginting, M.Min. Pendahuluan: Menyoal Narasi "Penjinakan" Selama lebih dari satu abad, sejarah masuknya Injil ke Tanah Karo sering kali dibingkai dalam bayang-bayang kepentingan ekonomi kolonial. Narasi konvensional menyebutkan bahwa pengiriman misionaris oleh Nederlandsche Zendeling Genootschap (NZG) merupakan permintaan Jacob Theodoor Cremer untuk meredam aksi Musuh Berngi.  Namun, melihat peristiwa 18 April 1890 hanya sebagai alat "penjinak" adalah pengerdilan terhadap harga diri bangsa Karo. Sudah saatnya kita menarasikan ulang peristiwa ini sebagai sebuah perjumpaan antara kebenaran Injil dengan bangsa yang memiliki kecerdasan taktis dan integritas moral yang tinggi. Ilustrasi H.C Kruyt Tiba di Buluh Awar, 18 April 1890 Karakteristik Karo: Antara Pembalasan dan Kesetiaan Sebelum diterangi Injil, bangsa Karo telah memiliki prinsip hidu...

Catatan Tambahan PJJ 27 April - 3 Mei 2025


Thema: Guna Dame Kita Ipilih Dibata (Untuk menciptakan kedamaian, kita dipilih oleh Tuhan)

Nas Alkitab: Kolose 3:12–15

A.  Pendahuluan

Sejak manusia jatuh dalam dosa, dunia dipenuhi perpecahan, perselisihan, dan pertengkaran. Tetapi melalui Kristus, Allah memanggil manusia untuk mengalami pemulihan, bukan hanya hubungan dengan Allah, tetapi juga dengan sesama. Sebagai umat pilihan Allah, kita bukan hanya dipanggil untuk menikmati damai, tetapi juga menjadi pembawa damai dalam kehidupan sehari-hari.

B.  Fakta

  • Paulus mengingatkan bahwa jemaat Kolose adalah orang-orang pilihan Allah, yang telah dikuduskan dan dikasihi-Nya.
  • Karena itu, mereka dipanggil untuk mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, dan kesabaran.
  • Mengampuni satu sama lain sebagaimana Kristus telah mengampuni.
  • Mengenakan kasih sebagai pengikat utama yang mempersatukan dan menyempurnakan.
  • Membiarkan damai sejahtera Kristus memerintah dalam hati, sebab mereka dipanggil menjadi satu tubuh.
  • Menghidupi hidup yang penuh ucapan syukur.

 

C.  Makna Teologis

  • Pilihan Allah adalah Anugerah, bukan Hak: menjadi pilihan Allah adalah kasih karunia (Efesus 2:8-9).
  • Kasih sebagai Ikatan Ilahi: kasih adalah sifat Allah yang utama (1 Yohanes 4:8)
  • Damai Kristus adalah Pemerintahan Rohani: damai Kristus aktif memerintah dalam hati orang percaya.
  • Kesatuan Tubuh Kristus: umat Allah dipanggil menjadi satu tubuh (1 Korintus 12:12-27).

D,  Implementasi

- Menjadi Pribadi yang Proaktif Menciptakan Damai: mengambil langkah pertama untuk berdamai.

- Mengelola Emosi dalam Konflik: belajar menahan diri dengan kesabaran dan kelemahlembutan.

- Mengenakan Kasih dalam Setiap Tindakan: menilai setiap tindakan lahir dari kasih Kristus.

- Menjadi Saksi Damai di Komunitas: menunjukkan damai Kristus di tengah dunia yang penuh kekerasan.

E.  Power Statement

"Sebagai pilihan Allah, saya tidak hanya menghindari konflik,

tetapi berani menciptakan damai, karena Kristus hidup di dalam saya."


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025