Featured Post

Musuh Yang Kita Hadapi Tidak Selemah Yang Kita Bayangkan

Gambar
  ​ Oleh:  Pt. Em, Analgin Ginting ​Pendahuluan: Paradoks Pengenalan Diri ​Perjalanan spiritualitas manusia sering kali terjebak dalam dikotomi antara yang sakral dan yang profan. Namun, sebuah tesis mendasar yang diangkat oleh Dharma Pongrekun mengingatkan kita pada sebuah kebenaran kuno: mustahil bagi seseorang untuk beriman kepada Tuhan jika ia tidak mengenal dirinya sendiri. Iman tanpa pengenalan diri adalah sebuah fatamorgana intelektual, sebuah bangunan tanpa fondasi yang kokoh. Jika kita tidak memahami siapa subjek yang percaya, maka objek kepercayaan itu pun menjadi kabur dan kehilangan esensinya. ​Dalam konteks teologi klasik, gagasan ini menemukan resonansi terdalamnya dalam pemikiran Yohanes Calvin. Calvin menegaskan bahwa pengetahuan tentang Allah dan pengetahuan tentang diri kita sendiri adalah dua hal yang saling bertaut erat. Seseorang tidak dapat memandang dirinya secara jujur tanpa menyadari kehadiran Sang Pencipta, dan sebaliknya, seseorang tidak dapat mem...

Because Of You, Pak Barata

Dengan semangat membara dan penuh keyakinan, Bupati Kabupaten Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, SpOG, didampingi oleh Wakil Bupati Komando Tarigan, SP, menyambut peluncuran buku Perlanja Sira dengan sukacita yang luar biasa. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa buku ini bukan sekadar dokumen sejarah, tetapi sebuah karya penting yang menggugah kembali jiwa patriotik Karo. Sejarah Perlanja Sira, katanya, menjadi refleksi keberanian, solidaritas, dan kearifan lokal yang patut diketahui oleh generasi muda Karo masa kini.

Pada salah satu momen yang menggetarkan dalam pidatonya, Bupati Antonius Ginting mengumandangkan dengan lantang:

Because of you, Pak Barata, we can do this moment. But what’s next? Please come to Karo Highland. We build together, so Karo will become The Great Karo!”

Pernyataan ini sontak menggugah seluruh hadirin, menjadi sebuah seruan visi masa depan yang kuat dan inspiratif.


Bupati mengajak seluruh masyarakat Karo untuk mengisi media sosial dengan narasi-narasi positif tentang keunggulan dan kekuatan budaya Karo. "Lihat bagaimana Singapura membangun image sebagai negara hebat—padahal belum semua faktanya se-hebat itu. Tapi kita di Karo punya potensi yang jauh lebih besar untuk benar-benar menjadi 'great'. Maka mari kita bangun citra The Great Karo bersama-sama," tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya saluran komunikasi yang membangun:

"Kalau ada kritik, saran, atau masukan, jangan langsung disebar di media sosial. Kirimkan langsung kepada saya atau Wakil Bupati. Kami siap menindaklanjuti dan memperbaikinya secepat mungkin."

Acara peluncuran buku Perlanja Sira karya Dr. Suprayitno dan rekan-rekan ini diselenggarakan dengan megah di Hotel JW Marriott Medan, dan dihadiri oleh lebih dari 300 orang—terdiri dari para akademisi, tokoh masyarakat, Wakil Bupati Deli Serdang, serta para pengurus inti Karo Foundation.


Acara ini didukung penuh oleh sponsor utama, Sesepuh Karo Barata Berahmana, yang layak disebut sebagai Magnet Peradaban Karo, karena perannya yang luar biasa dalam merawat warisan sejarah dan membangun kebanggaan identitas Karo. Beliau adalah Ketua Dewan Pembina Karo Foundation.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025