Featured Post

Perlunya Pembinaan Partisipatif dan Regeneratif di GBKP Runggun Graha Harapan Bekasi

Gambar
  Pt. Em Analgin Ginting M.Min.  Pendahuluan Pembinaan jemaat merupakan salah satu tugas hakiki gereja yang tidak dapat dipisahkan dari panggilan teologisnya sebagai ekklesia—umat Allah yang dipanggil, dibentuk, dan diutus ke tengah dunia (Ef. 4:11–13). Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang pembelajaran iman, karakter, dan kepemimpinan. Oleh karena itu, pembinaan yang berkelanjutan, partisipatif, dan regeneratif menjadi indikator penting kesehatan sebuah gereja lokal. Dalam konteks Gereja Batak Karo Protestan (GBKP), pembinaan memiliki makna yang lebih luas karena terkait erat dengan sistem pelayanan presbiterial-sinodal yang menekankan kepemimpinan kolektif-kolegial (runggu). Artikel ini hendak memperdalam, melengkapi, dan mengontekstualisasikan tulisan awal mengenai perlunya pembinaan di GBKP Runggun Graha Harapan Bekasi, dengan tetap mempertahankan esensi pengalaman empiris yang telah dituliskan, sekaligus memperkaya dengan muatan teologis dan refleksi aktual....

Because Of You, Pak Barata

Dengan semangat membara dan penuh keyakinan, Bupati Kabupaten Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, SpOG, didampingi oleh Wakil Bupati Komando Tarigan, SP, menyambut peluncuran buku Perlanja Sira dengan sukacita yang luar biasa. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa buku ini bukan sekadar dokumen sejarah, tetapi sebuah karya penting yang menggugah kembali jiwa patriotik Karo. Sejarah Perlanja Sira, katanya, menjadi refleksi keberanian, solidaritas, dan kearifan lokal yang patut diketahui oleh generasi muda Karo masa kini.

Pada salah satu momen yang menggetarkan dalam pidatonya, Bupati Antonius Ginting mengumandangkan dengan lantang:

Because of you, Pak Barata, we can do this moment. But what’s next? Please come to Karo Highland. We build together, so Karo will become The Great Karo!”

Pernyataan ini sontak menggugah seluruh hadirin, menjadi sebuah seruan visi masa depan yang kuat dan inspiratif.


Bupati mengajak seluruh masyarakat Karo untuk mengisi media sosial dengan narasi-narasi positif tentang keunggulan dan kekuatan budaya Karo. "Lihat bagaimana Singapura membangun image sebagai negara hebat—padahal belum semua faktanya se-hebat itu. Tapi kita di Karo punya potensi yang jauh lebih besar untuk benar-benar menjadi 'great'. Maka mari kita bangun citra The Great Karo bersama-sama," tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya saluran komunikasi yang membangun:

"Kalau ada kritik, saran, atau masukan, jangan langsung disebar di media sosial. Kirimkan langsung kepada saya atau Wakil Bupati. Kami siap menindaklanjuti dan memperbaikinya secepat mungkin."

Acara peluncuran buku Perlanja Sira karya Dr. Suprayitno dan rekan-rekan ini diselenggarakan dengan megah di Hotel JW Marriott Medan, dan dihadiri oleh lebih dari 300 orang—terdiri dari para akademisi, tokoh masyarakat, Wakil Bupati Deli Serdang, serta para pengurus inti Karo Foundation.


Acara ini didukung penuh oleh sponsor utama, Sesepuh Karo Barata Berahmana, yang layak disebut sebagai Magnet Peradaban Karo, karena perannya yang luar biasa dalam merawat warisan sejarah dan membangun kebanggaan identitas Karo. Beliau adalah Ketua Dewan Pembina Karo Foundation.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025