Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 14 - 20 Juni 2026

Gambar
Thema : Beluh Muat Ukur (Mudah Mendapatkan Rasa Empati Orang Lain) Nas : 1 Timotius 5 : 1-7  ​A. PENDAHULUAN & FAKTA BERKAITAN NAS ​Mendapatkan empati dan respek dari orang lain—atau yang dalam kearifan lokal kita sebut beluh muat ukur —bukanlah sebuah keterampilan manipulatif untuk mencari simpati demi keuntungan pribadi, melainkan buah dari ketulusan hidup yang berakar pada kasih Kristus. Sering kali kita terjebak menuntut untuk dipahami dan dihormati terlebih dahulu oleh orang-orang di sekitar kita, baik oleh pasangan, anak, orang tua, maupun sesama jemaat. Namun, firman Tuhan melalui Rasul Paulus menegaskan bahwa beluh muat ukur hanya bisa lahir ketika kita memiliki kerendahan hati untuk terlebih dahulu menanggalkan keegoisan, peduli pada kerapuhan sesama, dan berkomitmen mendahulukan kepentingan orang lain dengan penuh kemurnian. ​Di tengah realitas kehidupan modern yang cenderung individualistis dan transaksional, kemampuan untuk merengkuh empati sesama menjadi tantanga...

Because Of You, Pak Barata

Dengan semangat membara dan penuh keyakinan, Bupati Kabupaten Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, SpOG, didampingi oleh Wakil Bupati Komando Tarigan, SP, menyambut peluncuran buku Perlanja Sira dengan sukacita yang luar biasa. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa buku ini bukan sekadar dokumen sejarah, tetapi sebuah karya penting yang menggugah kembali jiwa patriotik Karo. Sejarah Perlanja Sira, katanya, menjadi refleksi keberanian, solidaritas, dan kearifan lokal yang patut diketahui oleh generasi muda Karo masa kini.

Pada salah satu momen yang menggetarkan dalam pidatonya, Bupati Antonius Ginting mengumandangkan dengan lantang:

Because of you, Pak Barata, we can do this moment. But what’s next? Please come to Karo Highland. We build together, so Karo will become The Great Karo!”

Pernyataan ini sontak menggugah seluruh hadirin, menjadi sebuah seruan visi masa depan yang kuat dan inspiratif.


Bupati mengajak seluruh masyarakat Karo untuk mengisi media sosial dengan narasi-narasi positif tentang keunggulan dan kekuatan budaya Karo. "Lihat bagaimana Singapura membangun image sebagai negara hebat—padahal belum semua faktanya se-hebat itu. Tapi kita di Karo punya potensi yang jauh lebih besar untuk benar-benar menjadi 'great'. Maka mari kita bangun citra The Great Karo bersama-sama," tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya saluran komunikasi yang membangun:

"Kalau ada kritik, saran, atau masukan, jangan langsung disebar di media sosial. Kirimkan langsung kepada saya atau Wakil Bupati. Kami siap menindaklanjuti dan memperbaikinya secepat mungkin."

Acara peluncuran buku Perlanja Sira karya Dr. Suprayitno dan rekan-rekan ini diselenggarakan dengan megah di Hotel JW Marriott Medan, dan dihadiri oleh lebih dari 300 orang—terdiri dari para akademisi, tokoh masyarakat, Wakil Bupati Deli Serdang, serta para pengurus inti Karo Foundation.


Acara ini didukung penuh oleh sponsor utama, Sesepuh Karo Barata Berahmana, yang layak disebut sebagai Magnet Peradaban Karo, karena perannya yang luar biasa dalam merawat warisan sejarah dan membangun kebanggaan identitas Karo. Beliau adalah Ketua Dewan Pembina Karo Foundation.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 13 - 19 Juli 2025