Featured Post

Inilah 10 Sutrada Film Paling Terkenal Dan Menjadi Icon Dalam Perfilman

Gambar
 Menentukan 10 sutradara film terbesar sepanjang masa tentu subjektif, tetapi jika diukur dari pengaruh terhadap industri sinema, inovasi bahasa visual, serta warisan karya ( legacy ) yang diakui secara global , berikut adalah 10 jajaran sutradara paling berpengaruh yang pernah ada (diurutkan secara kronologis berdasarkan era kemunculan mereka): Christopher Nolan  ​ 1 . Alfred Hitchcock (1899–1980) ​ Julukan: "The Master of Suspense" ​ Karya Kunci: Psycho , Vertigo , Rear Window , North by Northwest ​ Pengaruh: Ia merancang cara kamera bercerita untuk memanipulasi emosi dan psikologi penonton. Teknik-teknik visualnya—seperti dolly zoom (efek Vertigo) dan pemotongan adegan cepat ( montage )—menjadi dasar tata sinematografi modern. ​ 2. Akira Kurosawa (1910–1998) ​ Julukan: "The Emperor" ​ Karya Kunci: Seven Samurai , Rashomon , Ran , Yojimbo ​ Pengaruh: Maestro asal Jepang ini merevolusi struktur penceritaan (efek Rashomon : kisah dari berbagai sudut...

Bimbingan PJJ 22 April sd 28 April 2019


Thema : Lebih Asa Pemenang


Ogen  Roma 8 : 37-39

Roma 8 : 37 -39

8:37 Tapi i bas si enda kerina tuhu-tuhu kita lebihen asa kalak si permenang erkiteken Kristus si erkeleng ate man banta.

8:38 Sabap aku enggo tek maka la lit kai pe si ngasup nirangken kita ras keleng ate Kristus: subuk kematen tah kegeluhen, subuk malekat-malekat, penguasa-penguasa ras kuasa-kuasa i langit, subuk kai si jadi genduari bage pe kai si jadi pagin.

8:39 Subuk kai pe si i babo doni tah si i teruh doni, la lit kai pe i bas kerina si enggo ijadiken Dibata si ngasup nirangken kita ras keleng ate Dibata, e me keleng ate si cidahkenNa i bas Kristus Jesus Tuhanta.

Fakta

1.     Paulus memberikan suatu pengajaran yang paling dalam Roma pasal 8.  Termasuk penjelasannya tentang keinginan daging dan keinginan Roh.  Orang Kristen yang hidup menurut Keinginan Roh adalah  milik Kristus yang tidak bisa dipisahkan oleh apapun.  Meskipun siksaan, ancaman bom dan sebagainya selalu dihadapi oleh Kristen, tapi itu tidak mampu memisahkan dirinya dengan Kristus.  Oleh sebab itu orang Kristen yang sudah dipilih TUhan lebih dari sekedar pemenang. 

2.     Ditekankan lagi oleh Paulus, termasuk kematian pun tidak akan mampu memisahkan orang Kristen dengan Kristus, termasuk juga malaekat malaekat dan penguasa penguasa  langit.  Termasuk semau kejadian saat ini dan kejadian nanti pun tidak akan ada yang mampu mengalahkanknya.

3.     Mengapa tidak ada lagi yang mampu memisahkan manusia pilihan itu dengan Kristus?  Karena Kristus sendiri yang membela dan menguatkan semua orang orang yang sudah dipilihNYA.



Makna

1.     Seluruh Motif Manusia terbagi menjadi  dua, kehendak Daging dan Kehendak Roh.   Kehendak Daging berlawanan dengan Kehendak Roh dan tidak akan bisa didamaikan.  Kehendak daging menuju maut, kehendak Roh menuju Kristus dan Kehidupan Kekal

2.      Orang Kristen yang sudah mampu mengendalikan dan mengelola seluruh motif motifnya  ke arah Kehendak Roh akan memperoleh kehidupan yang kekal, dan hidup bersama dengan Yesus Kristus. 

3.     Orang yang sudah diselamatkan Yesus Kristus dan kehidupannya dikendalikan sepenuhnya oleh Roh Kudus, maka hidupnya sudah mengatasi semua motif kehidupan daging.  JIka menang dan juara masih dalam tataran daging atau pemenuhan nafsu kedagingan, maka orang yang hidup menurut kehendak Roh tentu saja Lebih dari pemenang.   Kehendak Daging hidup menjadi pemenang.  Kehendak Roh, hidup menjadi dan menjalani kebenaran, inilah yang diakatan Lebih dari Pemenang.

4.     Maknanya,  sekali dia sudah menerima Roh dan Hidup Menurut Kehendak Roh, maka tidak ada lagi yang mampu memisahkan dirinya dari Kristus.  Kuasa apapun,  termasuk kuasa kematian pun tidak akan mampu memisahkan dirinya dari pemenang.

5.     Nas Roma ini sangat Kontekstual dekali dengan kehidupan orang Kristen saat itu di Roma, dimana orang Kristen ini dianggap sama dengan domba yang siap dipotong kapan saja.  Tapi dalam peristiwa orang Kristen dibakar hidup hidup, mereka menghadapinya dengan nyanyian pujian dan syukur kepada TUhan.

Pengkenaina

·       Perlu sekali semua kita menyelidiki hati terdalam kita masing masing untuk mengetahui apa yang membuat kita masih cenderung mengikuti kehendak daging daripada hidup menuruti kehendak Roh/Kesah Sibadia.

·       JIka hidup di dunia ini katakanlah 90 tahun, dan hidup bersama Kristus 1000 kali 1000 kali 1000 Tahun atau selama lamanya,  mengapa prilaku sehari hari kita hanya mengagungkan hidup di dunia ini?  Menuruti kehendak daging artinya    kita hanya hidup seumur daging kita.  Padahal yang kekal itu adalah Roh,bukan daging.  Marilah kita focus kepada kehidupan menurut Roh, itulah yang disebut hidup lebih sebagai pemenang.  Dan ingat juga, tidak ada pemenang tanpa perjuangan dan pengorbanan.

Bujur ras mejuah juah kita kerina.

Pt. Analgin Ginting

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025