Langsung ke konten utama

Featured Post

Catatan Tambahan PJJ (11 – 17 Oktober 2026)

Gambar
  ​ Tema: Pengetahuan Yang Lengkap Dan Berguna ( Pemeteh si kuh dingen serta ) Teks Alkitab: 1 Korintus 13:11 – 12 ​ "Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal." ​ Pendahuluan ​Pertumbuhan adalah keniscayaan dalam tatanan ciptaan Allah. Sebagaimana seorang anak secara fisik dan mental mengalami fase perkembangan dari tutur kata, perasaan, hingga pola pikir sederhana menuju kedewasaan, demikian pula manusia dipanggil untuk mengalami pembaharuan budi dan iman secara berkesinambungan. Ketidakmampuan atau keengganan untuk bertumbuh merupakan sebuah anomali spi...

Berani, Ahok Memilih Tidak Menghadiri Undangan Presiden SBY

Kembali terlihat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menunjukkan integritasnya. Sebagaimana ramai diberitakan bahwa hari ini Jokowi bertemu dengan Presiden SBY di Istana Kepresidenan. Mereka membicarakan banyak hal yang berkaitan dengan peranan dan posisi Jakarta sebagai Ibukota Republik Indonesia.
Setelah percakapan dengan Presiden selesai yang durasinya sekitar satu jam, maka Jokowi memberikan wawancara pers tentang latar belakang dan hasil percakapannya dengan Bapak Presiden SBY.



Inilah antara lain yang disampaikan oleh Jokowi yang saya copy dari Antaranews.com “Bapak Presiden menanyakan banyak sekali persoalan, masalah, yang ada di Jakarta dari masalah penanganan banjir, penanganan macet juga masalah keindahan kota, hampir semuanya tadi disampaikan. Hampir satu jam kita mendapat arahan dari Bapak Presiden,” kata Jokowi kepada wartawan di Kantor Presiden Jakarta, Jumat.


Ditambahkan juga oleh Jokowi tentang ketidak-hadiran Wakil Gubernur Ahok. Ia mengatakan, sebetulnya Presiden SBY juga mengundang Wakil Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), namun berhalangan hadir.

“Kami diundang lewat undangan oleh Bapak Presiden. Kita tahu semuanya sejak memimpin Jakarta, saya dan Pak Wagub belum pernah dipanggil secara khusus dan diberikan arahan,” katanya.


Salut untuk Ahok atas keberaniannya menolak Undangan Presiden. Hal yang mustahil terjadi dalam jaman Orde Baru, seorang pejabat apalagi wakil gubernur berani menolak undangan RI 1, Presiden Republik Indonesia. Pasti akan menjadi berita besar, jika ada yang diketahui menolak undangan datang ke Istana Presiden.


Keberanian Ahok bukan karena dia ingin unjuk kekuatan. Juga bukan karena dia sengaja menolak Undangan dan tidak mau bertemu dengan Presiden. Namun dapat diyakini karena Ahok sudah mempunyai janji temu atau pekerjaan yang lain yang sudah dia rencanakan jauh hari sebelumnya. Jadi Ahok tidak datang ke Istana karena dia berkomitmen dengan janji pekerjaan yang sudah dia buat sebelumnya.


Sebenarnya alangkah mudahnya bagi seorang wakil gubernur seperti Ahok untuk me-reschedule, pertemuan atau pekerjaannya lalu datang ke Istana mendampingi Jokowi. Jika dia kelak mengatakan “maaf, saya tunda pekerjaan itu atau saya tunda kedatangan saya karena mendadak saya dipanggil  menghadap Bapak Presiden”, siapa yang berani menentang dan mempersalahkan Ahok? 


Tapi Ahok memilih untuk tetap melaksanakan tugas yang sudah dia rencanakan dan tidak datang ke Istana bertemu dengan Presiden, dengan segala risiko dari pilihan atau keputusannya itu. Bagi saya Ahok sudah menunjukkan kedewasaan diri yang sangat amat tinggi. Inilah kematangan yang berlandaskan keberanian dan kebenaran. Bagi saya inilah integritas. Integritas yang sudah sangat lama hilang dari bumi Indonesia ternyata dimiliki oleh Ahok. Kita bangga, kita salut dan bahkan kita nantikan kepemimpinan Ahok dalam waktu waktu berikutnya.


Tidak lupa saya juga mengucapkan Selamat Natal Pak Ahok, semoga kebijaksanaan dari Surga senantiasa memimpin Pak Ahok.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP ​Periode: 27 September – 3 Oktober 2026

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ (11 – 17 Oktober 2026)