Langsung ke konten utama

Featured Post

Musuh Yang Kita Hadapi Tidak Selemah Yang Kita Bayangkan

Gambar
  ​ Oleh:  Pt. Em, Analgin Ginting ​Pendahuluan: Paradoks Pengenalan Diri ​Perjalanan spiritualitas manusia sering kali terjebak dalam dikotomi antara yang sakral dan yang profan. Namun, sebuah tesis mendasar yang diangkat oleh Dharma Pongrekun mengingatkan kita pada sebuah kebenaran kuno: mustahil bagi seseorang untuk beriman kepada Tuhan jika ia tidak mengenal dirinya sendiri. Iman tanpa pengenalan diri adalah sebuah fatamorgana intelektual, sebuah bangunan tanpa fondasi yang kokoh. Jika kita tidak memahami siapa subjek yang percaya, maka objek kepercayaan itu pun menjadi kabur dan kehilangan esensinya. ​Dalam konteks teologi klasik, gagasan ini menemukan resonansi terdalamnya dalam pemikiran Yohanes Calvin. Calvin menegaskan bahwa pengetahuan tentang Allah dan pengetahuan tentang diri kita sendiri adalah dua hal yang saling bertaut erat. Seseorang tidak dapat memandang dirinya secara jujur tanpa menyadari kehadiran Sang Pencipta, dan sebaliknya, seseorang tidak dapat mem...

Berani, Ahok Memilih Tidak Menghadiri Undangan Presiden SBY

Kembali terlihat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menunjukkan integritasnya. Sebagaimana ramai diberitakan bahwa hari ini Jokowi bertemu dengan Presiden SBY di Istana Kepresidenan. Mereka membicarakan banyak hal yang berkaitan dengan peranan dan posisi Jakarta sebagai Ibukota Republik Indonesia.
Setelah percakapan dengan Presiden selesai yang durasinya sekitar satu jam, maka Jokowi memberikan wawancara pers tentang latar belakang dan hasil percakapannya dengan Bapak Presiden SBY.



Inilah antara lain yang disampaikan oleh Jokowi yang saya copy dari Antaranews.com “Bapak Presiden menanyakan banyak sekali persoalan, masalah, yang ada di Jakarta dari masalah penanganan banjir, penanganan macet juga masalah keindahan kota, hampir semuanya tadi disampaikan. Hampir satu jam kita mendapat arahan dari Bapak Presiden,” kata Jokowi kepada wartawan di Kantor Presiden Jakarta, Jumat.


Ditambahkan juga oleh Jokowi tentang ketidak-hadiran Wakil Gubernur Ahok. Ia mengatakan, sebetulnya Presiden SBY juga mengundang Wakil Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), namun berhalangan hadir.

“Kami diundang lewat undangan oleh Bapak Presiden. Kita tahu semuanya sejak memimpin Jakarta, saya dan Pak Wagub belum pernah dipanggil secara khusus dan diberikan arahan,” katanya.


Salut untuk Ahok atas keberaniannya menolak Undangan Presiden. Hal yang mustahil terjadi dalam jaman Orde Baru, seorang pejabat apalagi wakil gubernur berani menolak undangan RI 1, Presiden Republik Indonesia. Pasti akan menjadi berita besar, jika ada yang diketahui menolak undangan datang ke Istana Presiden.


Keberanian Ahok bukan karena dia ingin unjuk kekuatan. Juga bukan karena dia sengaja menolak Undangan dan tidak mau bertemu dengan Presiden. Namun dapat diyakini karena Ahok sudah mempunyai janji temu atau pekerjaan yang lain yang sudah dia rencanakan jauh hari sebelumnya. Jadi Ahok tidak datang ke Istana karena dia berkomitmen dengan janji pekerjaan yang sudah dia buat sebelumnya.


Sebenarnya alangkah mudahnya bagi seorang wakil gubernur seperti Ahok untuk me-reschedule, pertemuan atau pekerjaannya lalu datang ke Istana mendampingi Jokowi. Jika dia kelak mengatakan “maaf, saya tunda pekerjaan itu atau saya tunda kedatangan saya karena mendadak saya dipanggil  menghadap Bapak Presiden”, siapa yang berani menentang dan mempersalahkan Ahok? 


Tapi Ahok memilih untuk tetap melaksanakan tugas yang sudah dia rencanakan dan tidak datang ke Istana bertemu dengan Presiden, dengan segala risiko dari pilihan atau keputusannya itu. Bagi saya Ahok sudah menunjukkan kedewasaan diri yang sangat amat tinggi. Inilah kematangan yang berlandaskan keberanian dan kebenaran. Bagi saya inilah integritas. Integritas yang sudah sangat lama hilang dari bumi Indonesia ternyata dimiliki oleh Ahok. Kita bangga, kita salut dan bahkan kita nantikan kepemimpinan Ahok dalam waktu waktu berikutnya.


Tidak lupa saya juga mengucapkan Selamat Natal Pak Ahok, semoga kebijaksanaan dari Surga senantiasa memimpin Pak Ahok.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025