Featured Post

BANTULAH KAMI TUHAN, PRESBITER KAMI SEORANG NPD

Gambar
 Oleh   Pt. Em. Analgin Ginting, M.Min.  ​Bab 1: Pengantar ​Kepemimpinan dalam institusi keagamaan sering kali dianggap sebagai panggilan suci yang steril dari gangguan kepribadian. Namun, realitas sosiologis menunjukkan bahwa organisasi gereja tidak luput dari dinamika psikologis manusia yang kompleks. Ketika sebuah posisi otoritas moral diduduki oleh individu dengan gangguan kepribadian tertentu, esensi pelayanan dapat bergeser menjadi ajang pemuasan ego pribadi yang merusak sistem. ​Eksistensi Narcissistic Personality Disorder (NPD) di tingkat pimpinan puncak menciptakan tantangan yang unik bagi gereja arus utama. Di satu sisi, pimpinan tersebut sering kali memiliki karisma yang memikat jemaat, namun di sisi lain, terdapat pola perilaku otoriter yang menghancurkan semangat kolektivitas. Ketidakmampuan membedakan antara "suara Tuhan" dan "kehendak pribadi" menjadi garis tipis yang sering dilanggar dalam pola kepemimpinan seperti ini. ​Fenomena ini memerlukan ...

SBY Hampir Pasti Akan Menjadi Sekretaris Jenderal PBB

Peluang Presiden SBY menjadi Sekretaris Jenderal PBB Semakin besar pasca kunjungan kenegaraan yang dia lakukan Ke Inggris baru baru ini.  Terutama setelah dia menerima gelar kebangsawanan dari kerajaan Inggris. Gelar yang diterima tersebut seolah olah menjadi restu dari pemerintahan negara negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB serta persetujuan dari orang orang/keluarga berpengaruh yang ada di Inggris, Amerika Serikat, Jerman dan Perancis. Apalagi gelar yang diterimanya Knight Grand Cross in the Order of Bath adalah gelar yang sangat prestisius.  Gelar yang sama pernah juga diberikan kepada Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan dan Presiden Prancis Jacques Chirac




Saat mengunjungi New York pada bulan September tahun ini dalam peringatan ulang tahun ke 67 PBB, sempat mengemuka issu bahwa SBY mengincar kursi Sekretaris Jenderal PBB pasca jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia pada tahun 2014 nanti.  Saat diwawancarai  oleh wartawan, SBY mengatakan tidak.  Dia menambahkan bahwa setelah jadi Presiden dia akan mendukung siapapun yang nantinya terpilih sebagai penerusnya.






Pada saat itu SBY menolak mungkin karena dia belum begitu yakin akan didukung. Namun setelah mendapat gelar kebangsawanan dari Kerajaan Inggris pandangannya mungkin berubah karena gelar itu adalah bentuk dukungan yang paling nyata terhadap sosok SBY.


SBY memang terlihat cukup dekat dengan Amerika Serikat dan Inggris, sebab sejak masih aktif sebagai Militer SBY pernah beberapa waktu tinggal di Amerika, saat dia sekolah di Sekolah Militer yang sangat terkenal yaitu West Point.  Saat mengikuti pendidikan di West Point SBY menyempatkan diri juga untuk kuliah dan berhasil mendapat gelar S2 nya di negeri Paman Sam.




Kelebihan lain dari SBY adalah kemampuannya berbahasa Inggris, sehingga jika dia terpilih menjadi Sekretaris Jenderal PBB, dia tidak akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan Bangsa manapun atau lembaga manapun.  SBY juga terkesan cukup cerdas dan santun dalam berkata kata serta bertindak.





Negara Indonesia pun akan semakin harum di dunia international, dan SBY adalah orang Indonesia pertama yang menjadi pejabat tertinggi di Organisasi Bangsa Bangsa.  Pendeknya banyak keuntungan (pencitraan) yang akan didulang negara kita.


Namun demikian ada juga ruginya, dimana Indonesia akan semakin dekat dan akhirnya semakin terikat dan semakin tergantung dengan organisasi organisasi dunia seperti PBB, World Bank atau International Monetary Fund (IMF).  Namun walau bagaimanapun  menjadi Sekretaris Jenderal PBB adalah sebuah prestasi yang paling tinggi.  Dengan demikian SBY diharapkan untuk mempertimbangkan kembali penolakannnya untuk suatu saat menjadi Sekretaris PBB

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 13 - 19 Juli 2025