Featured Post

Bapa Kami, Guru Spiritual Kami

Gambar
Pada hari Selasa, 22 Januari 2026 lalu, kami telah mengantarkan bapa kami tercinta ke tempat peristirahatan sementaranya di dunia. Jenazah beliau dimakamkan di kuburan keluarga di desa kami. Pusaranya di Pendem Bulanjahe telah lebih dahulu ditempati oleh saudaranya, ayahnya (bulang kami), serta nenek tigan kami, Beru Tarigan Tendang, yang meninggal pada tahun 1978 dalam usia sekitar 55 tahun.  Ayah kami menjadi anak yatim sejak usia tujuh tahun, ketika ayahnya—bulang kami—meninggal pada tahun 1950. Sejak itu ia dibesarkan oleh ibunya serta bibi tengah dan bibi tuanya, Beru Ginting Munte, yang sangat menyayanginya, juga sangat menyayangi kami. Ayah kami bertumbuh di jalanan. Ia seorang single fighter. Sekolahnya hanya sampai SMP dan tidak tamat.  Sekitar tahun 1974 terbuka lowongan menjadi pegawai negeri di RSU Kabanjahe. Ayah mengikuti ujian persamaan setara SMP untuk memperoleh ijazah yang diperlukan. Dengan bantuan Dr. Batur Ginting, Kepala RSU saat itu, ia diterima menjadi ...

SBY Hampir Pasti Akan Menjadi Sekretaris Jenderal PBB

Peluang Presiden SBY menjadi Sekretaris Jenderal PBB Semakin besar pasca kunjungan kenegaraan yang dia lakukan Ke Inggris baru baru ini.  Terutama setelah dia menerima gelar kebangsawanan dari kerajaan Inggris. Gelar yang diterima tersebut seolah olah menjadi restu dari pemerintahan negara negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB serta persetujuan dari orang orang/keluarga berpengaruh yang ada di Inggris, Amerika Serikat, Jerman dan Perancis. Apalagi gelar yang diterimanya Knight Grand Cross in the Order of Bath adalah gelar yang sangat prestisius.  Gelar yang sama pernah juga diberikan kepada Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan dan Presiden Prancis Jacques Chirac




Saat mengunjungi New York pada bulan September tahun ini dalam peringatan ulang tahun ke 67 PBB, sempat mengemuka issu bahwa SBY mengincar kursi Sekretaris Jenderal PBB pasca jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia pada tahun 2014 nanti.  Saat diwawancarai  oleh wartawan, SBY mengatakan tidak.  Dia menambahkan bahwa setelah jadi Presiden dia akan mendukung siapapun yang nantinya terpilih sebagai penerusnya.






Pada saat itu SBY menolak mungkin karena dia belum begitu yakin akan didukung. Namun setelah mendapat gelar kebangsawanan dari Kerajaan Inggris pandangannya mungkin berubah karena gelar itu adalah bentuk dukungan yang paling nyata terhadap sosok SBY.


SBY memang terlihat cukup dekat dengan Amerika Serikat dan Inggris, sebab sejak masih aktif sebagai Militer SBY pernah beberapa waktu tinggal di Amerika, saat dia sekolah di Sekolah Militer yang sangat terkenal yaitu West Point.  Saat mengikuti pendidikan di West Point SBY menyempatkan diri juga untuk kuliah dan berhasil mendapat gelar S2 nya di negeri Paman Sam.




Kelebihan lain dari SBY adalah kemampuannya berbahasa Inggris, sehingga jika dia terpilih menjadi Sekretaris Jenderal PBB, dia tidak akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan Bangsa manapun atau lembaga manapun.  SBY juga terkesan cukup cerdas dan santun dalam berkata kata serta bertindak.





Negara Indonesia pun akan semakin harum di dunia international, dan SBY adalah orang Indonesia pertama yang menjadi pejabat tertinggi di Organisasi Bangsa Bangsa.  Pendeknya banyak keuntungan (pencitraan) yang akan didulang negara kita.


Namun demikian ada juga ruginya, dimana Indonesia akan semakin dekat dan akhirnya semakin terikat dan semakin tergantung dengan organisasi organisasi dunia seperti PBB, World Bank atau International Monetary Fund (IMF).  Namun walau bagaimanapun  menjadi Sekretaris Jenderal PBB adalah sebuah prestasi yang paling tinggi.  Dengan demikian SBY diharapkan untuk mempertimbangkan kembali penolakannnya untuk suatu saat menjadi Sekretaris PBB

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025