Featured Post

Surat Ukat, Endi-Enta, dan Soteriologi Calvin: Temuan Kontekstual Anugerah dan Perbuatan Baik

Gambar
  Oleh Pt. Em. Analgin Ginting Abstrak ​Artikel ini mengeksplorasi korelasi antara filosofi hidup masyarakat Karo yang terekam dalam konsep Surat Ukat ( Endi-Enta ) dengan soteriologi Calvinis, khususnya mengenai doktrin anugerah Allah ( sola gratia ) dan perbuatan baik sebagai ucapan syukur ( gratitudo ). Melalui pendekatan teologi kontekstual, tulisan ini menunjukkan bahwa kearifan lokal Karo menyediakan gambaran kultural yang tepat untuk memahami keterdahuluan anugerah Allah sebelum tanggung jawab etis manusia. I. Pendahuluan ​Masyarakat Karo memiliki pandangan hidup yang berakar kuat pada pemeliharaan kehidupan dan relasi sosial. Salah satu ekspresi filosofis yang terekam dalam budaya Karo—terutama melalui Surat Ukat (surat ucapan/ungkapan kehendak hati)—adalah dinamika relasional antara Endi (memberi) dan Enta (meminta respon/hasil) [1]. ​Dalam kehidupan sehari-hari, makanan berfungsi sebagai simbol utama pemeliharaan. Orang Karo percaya bahwa Tuhan ( Dibata ) adalah Pemb...

Tuhan Menumbuhkan Semangat dan Memberikan Pengharapan Baru.

Siapa tim favoritndu untuk menjuarai Piala Eropah yang sedang bergulir di Polandia dan Ukraina? Spanyol, Italia, Prancis, Inggris, Polandia, Rusia, atau Belanda atau Jerman? Kalau aku dari dulu dan dulu sekali tetap memegang tim Jerman atau Inggris. Mereka berdua tim favoritku. Kalah atau menang tetap setia mendukung Tim ini.

Menarik juga untuk menyimak Tim Tim yang sedang berlaga ini dari sisi yang lain. Hampir semua finalis Piala Eropah ini adalah negara yang maju secara ekonomi, terutama Jerman, Inggris, Perancis, Italia, Belgia, Denmark dan Spanyol. Negara ini juga dikenal sebagai negara yang menjadi basis agama Protestan kecuali Spanyol dan Italia. Di Ibukota Negara Italia, Roma ada pusat agama Katolik yaitu Vatican, dan Spanyol adalah penyebaran pertama agama Katolik dari Roma. Demikian juga Portugal. Kalau di Irlandia hampir sama kuat antara Katolik dan Protestan.





Negara peserta yang lain, seperti Poloandia, Ukraina, Cheko, Kroasia dan Rusia dulu dikenal sebagai negara Komunis. Namun sejak Komunis runtuh pada tahun 80 an, di negara ini pun berkembang kehidupan beragama terutama Kristen Ortodox, Katolik dan juga Protestan.

Menarik untuk meneliti dan merenungkan, mengapa negara negara yang kuat sepak bolanya adalah negara yang berbasis protestan atau Katolik? Salah satu jawabannya adalah apa yang tertulis dalam Nas Renungan pada minggu ini bahwa Tuhan lah yang membuat pohon yang tadinya rendah dan tidak dianggap menjadi pohon yang tinggi dan tumbuh dengan suburnya di tempat yang tinggi. Sebab Tuhan sendiri menanam pohon itu, Yehezkiel 17 : 22. Bahkan dia yang membuat daun yang kering menjadi segar dan hijau, dan juga membuat daun yang tadinya hijau dan sombong menjadi daun kering dan minder.

Pohon yang tinggi adalah tempat segala burung berteduh dan membangun rumah. Burung yang baik memerlukan pohon yang baik, kata pepatah bijak dari China. Jadi karena negaranya maju ( pohon) maka latihan olah raganya pun baik (burung). Sebab negara maju sanggup menghargai dan memberi pendapatan/bonus yang tinggi bagi olahragawan yang berprestasi tinggi. Pemain pemain sepakbola terhebat itu, Christiano Ronaldo, Wayne Rooney, Robert Van Persie, Lionel Messi mendapat gaji tertinggi dan menjadi Milyarder.

Tuhan adalah segalanya. Tuhan tidak hadir hanya di gedung gereja saja. Tapi Tuhan hadir dan memberkati dalam setiap tindakan dan prilaku manusia. Tuhan lah yang memberi semangat, Tuhan yang memberi Inovasi dan kerativitas. Tuhanlah yang menumbuhkan ide ide dan membangun harapan. Dibata simereken pengarapen ras gegeh si mbaru, man kerina jelma sinikelengiNa.





Kita pun semua bisa berprestasi jika Tuhan adalah sumber harapan kita. Berharap lah kepada Tuhan, lalu tunjukkan latihan, belajar serta bekerja dengan segiat giatnya maka Tuhan Pasti akan memberkati. Meminta kepada Tuhan saja, memohon kepada Tuhan saja, berseru kepada Tuhan saja, dan menyembah kepada Tuhan saja maka Tuhan memberikan semuanya. Tuhan memberikan seluruh kebutuhan dan cita cita manusia yang dipilihNya supaya namaNya dipermuliakan, di dalam nama anakNya yang Tunggal Tuhan kita Yesus Krtistus.

Semua yang ditanam dan diperbuat Tuhan adalah karena Tuhan dan Demi Tuhan (Yehezkiel 17 : 24). Jadi Tuhanlah yang memberikan kemajuan dan prestasi kepada negara negara hebat itu. Tuhan adalah kasih. Hidup pun menjadi lebih indah, karena Tuhan begitu setia kepada ucapanNya.

Jadi, berharaplah HANYA kepada Tuhan saja, maka semua akan menjadi indah, inovatif dan bergairah. Sama seperti bergairahnya Tim Jerman memainkan sepak bolanya yang disempurnakan dua gol indah Mario Gomez ke gawang Belanda. Bujur ras mejuah juah kita kerina.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025