Imanku Bertumbuh Setelah Membaca Kitab Wahyu
Oleh Alishia Br Tarigan
1. Apa Itu Iman?
Bagi saya yang saat
ini berusia 16 tahun, kata "iman" dulu terasa sebagai sebuah konsep
yang biasa saya dengar di gereja atau sekolah minggu, tetapi agak sulit untuk
menjelaskan. Dulu saya berpikir iman hanya sebatas percaya bahwa Tuhan itu ada,
rajin beribadah setiap hari Minggu, dan berdoa sebelum melakukan aktivitas.
Namun, seiring berjalannya waktu dan banyaknya hal baru yang saya hadapi di
usia remaja ini, saya mulai menyadari bahwa iman memiliki arti yang jauh lebih
dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Menurut apa yang
saya pelajari, iman adalah rasa percaya dan penyerahan diri yang sepenuhnya
kepada Tuhan. Iman berarti saya menaruh harapan dan masa depan saya ke dalam
tangan Tuhan, bahkan ketika saya belum bisa melihat bagaimana masa depan itu
akan terwujud. Di usia remaja, tidak jarang kami merasakan kekhawatiran tentang
sekolah, pertemanan, atau cita-cita setelah lulus nanti. Di sinilah iman itu
bekerja. Iman menjadi sebuah dasar yang membuat saya tetap tenang karena tahu
bahwa ada Tuhan yang menyertai langkah saya.
Iman juga bukanlah
sesuatu yang diam, melainkan sesuatu yang bisa bertumbuh. Melalui firman Tuhan
yang kita baca, iman kita dikuatkan dari hari ke hari. Salah satu pengalaman
yang sangat berkesan bagi saya dan membuat iman saya semakin bertumbuh adalah ketika
saya mulai memberanikan diri untuk membaca dan merenungkan Kitab Wahyu.
2. Apa Inti Kitab
Wahyu?
Sebelum saya
membaca Kitab Wahyu secara langsung, saya sering mendengar dari percakapan
orang-orang atau media sosial bahwa kitab ini sangat menakutkan. Banyak yang
bilang isinya hanya seputar hari kiamat, bencana alam yang hebat, kehancuran
dunia, dan hal-hal mengerikan lainnya. Hal itu sempat membuat saya enggan untuk
membuka kitab terakhir di Alkitab ini.
Namun, setelah saya
membacanya dengan bimbingan dan pemahaman yang sederhana, saya menyadari bahwa
inti dari Kitab Wahyu sebenarnya bukan untuk menakut-nakuti umat Tuhan. Kata
"Wahyu" sendiri berarti penyingkapan atau menyatakan sesuatu yang sebelumnya
tersembunyi. Jadi, kitab ini ditulis untuk memperlihatkan dengan jelas kepada
kita tentang siapa Yesus Kristus yang sebenarnya dalam segala kemuliaan-Nya.
Inti utama dari
Kitab Wahyu adalah kemenangan mutlak Tuhan atas segala kejahatan. Kitab ini
memberikan pesan pengharapan yang sangat besar bagi jemaat pada masa itu yang
sedang mengalami masa-masa sulit, dan juga bagi kita remaja Kristen di zaman
sekarang. Pesan utamanya adalah bahwa apa pun kesulitan atau penderitaan yang
ada di dunia ini, semuanya memiliki batas. Pada akhirnya, Tuhan Yesus-lah yang
keluar sebagai pemenang, dan Dia akan memperbarui segala sesuatu serta
menghapus air mata umat-Nya.
3. Mengapa Kitab Wahyu
Membuktikan Yesus adalah Tuhan?
Di dalam Kitab
Injil, kita sering melihat Tuhan Yesus dalam rupa manusia yang sangat rendah
hati, penuh kasih, mengajar banyak orang, bahkan mengalami kelelahan dan
kesedihan hingga akhirnya mati di kayu salib demi menebus dosa kita. Itu adalah
pelayanan-Nya saat datang pertama kali ke dunia sebagai Juruselamat yang
melayani.
Namun, di dalam
Kitab Wahyu, kita diperlihatkan sisi lain yang sangat luar biasa, yaitu Yesus
dalam keagungan-Nya sebagai Tuhan yang Mahakuasa. Kitab Wahyu membuktikan Yesus
adalah Tuhan karena dalam kitab ini Dia digambarkan memiliki otoritas penuh
atas sejarah manusia dan alam semesta, sebuah kuasa yang hanya dimiliki oleh
Allah Pencipta.
Ketika Rasul
Yohanes melihat Yesus di dalam penglihatan di Kitab Wahyu, Yesus digambarkan
dengan sangat mulia—wajah-Nya bersinar terang dan suara-Nya penuh kuasa.
Yohanes bahkan sampai tersungkur karena tidak tahan melihat kemuliaan yang
begitu besar tersebut. Di kitab ini, Yesus juga disebut sebagai "Yang Awal
dan Yang Akhir", sebuah gelar yang menunjukkan bahwa Dia kekal dan tidak
terbatas oleh waktu. Semua gambaran ini membuktikan dengan sangat jelas kepada
saya bahwa Yesus bukan sekadar guru yang baik, melainkan Dia adalah Tuhan yang
hidup dan berkuasa.
4. Bagaimana Kitab
Wahyu Memberi Penjelasan Tak Terbantahkan Yesus adalah Tuhan?
Bagi saya, Kitab
Wahyu memberikan penjelasan yang sangat logis dan kuat yang tidak bisa dibantah
mengenai ke-Tuhanan Yesus. Ada beberapa penjelasan sederhana namun mendalam
yang saya temukan di dalam kitab ini:
• Kuasa Atas Maut:
Di dalam Wahyu 1:18, Yesus menyatakan bahwa Dia telah mati, namun sekarang Dia
hidup sampai selama-lamanya dan memegang kunci maut. Penjelasan ini sangat kuat
karena tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa mengalahkan kematian
dan berkuasa atas maut selain Tuhan sendiri. Keberadaan Yesus yang memegang
kunci tersebut adalah bukti nyata bahwa Dia adalah Tuhan.
• Penyembahan di
Surga: Di dalam ajaran Kristen, kita tahu bahwa hanya Allah yang boleh
disembah. Bahkan malaikat yang hebat sekalipun akan menolak jika manusia
mencoba menyembah mereka. Namun, di dalam Kitab Wahyu, kita bisa melihat bahwa
seluruh makhluk di surga, termasuk para malaikat, sujud dan menyembah Yesus
(yang digambarkan sebagai Anak Domba). Karena Yesus menerima penyembahan yang
setara dengan Allah Bapa, ini menjadi penjelasan tak terbantahkan bahwa Dia
adalah Tuhan yang layak dipuji.
• Hakim yang Adil:
Kitab Wahyu menjelaskan bahwa pada akhir zaman, Yesus-lah yang akan duduk di
takhta-Nya untuk menjadi Hakim atas semua orang. Hanya Tuhan yang memiliki hak
dan kesucian yang sempurna untuk menghakimi hidup manusia. Fakta bahwa Yesus yang
melakukan penghakiman tersebut menegaskan kembali posisi-Nya sebagai Tuhan.
5. Kesimpulan
Membaca Kitab Wahyu
telah mengubah pandangan saya secara pribadi. Sebagai remaja yang terkadang
masih suka merasa khawatir atau bingung dengan masa depan dan keadaan di
sekitar, kitab ini memberikan kekuatan baru bagi kerohanian saya.
Kesimpulannya, iman
saya bertumbuh bukan karena saya mengerti semua simbol yang rumit di dalam
Kitab Wahyu, melainkan karena melalui kitab ini saya diingatkan kembali tentang
betapa besarnya Tuhan yang saya sembah. Saya menjadi tahu bahwa Yesus yang saya
ikuti dan percayai adalah Raja di atas segala raja yang memegang kendali atas
seluruh dunia ini.
Mengetahui bahwa
Yesus adalah Tuhan yang memegang hari esok membuat saya tidak perlu takut lagi
dalam menghadapi tantangan di sekolah, pergaulan, maupun kehidupan sehari-hari.
Kitab Wahyu telah mengubah rasa cemas saya menjadi sebuah iman yang teguh, dan
membuat saya semakin yakin untuk mengikut Yesus seumur hidup saya. Tuhan Yesus
memberkati.

Komentar