Catatan Tambahan PJJ: (19 – 25 April 2026)
Thema : Bacalah Alkitab (Ngoge Alkitab)
Bahan Alkitab: 2 Raja-raja 22:8-13
Pengantar
Membaca Alkitab (Ngoge Alkitab) bukanlah sekadar rutinitas agama atau pemenuhan kewajiban sebagai warga jemaat, melainkan sebuah kebutuhan rohani yang mendasar untuk menjaga hubungan kita dengan Sang Pencipta. Sama seperti tubuh fisik yang membutuhkan makanan setiap hari agar tetap kuat, jiwa kita pun memerlukan asupan Firman Tuhan agar tetap bertumbuh, berhikmat, dan memiliki daya tahan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di tengah dunia yang terus berubah ini.
Kisah penemuan Kitab Taurat pada masa Raja Yosia mengingatkan kita betapa seringnya Firman Tuhan terabaikan atau "tersimpan" begitu saja tanpa dibaca, padahal di dalamnya terdapat petunjuk hidup yang sangat berharga. Melalui catatan PJJ ini, kita diajak untuk kembali membangkitkan kecintaan membaca Alkitab di setiap rumah tangga jemaat GBKP, agar setiap pribadi mengalami perjumpaan yang hidup dengan Tuhan dan merasakan kuasa-Nya yang mampu membaharui hati serta seluruh aspek kehidupan kita.
I. Fakta Nas: Menemukan Harta yang Hilang
- Penemuan di Rumah Tuhan: Imam Besar Hilkia menemukan Kitab Taurat saat sedang memperbaiki Rumah TUHAN. Hal ini menunjukkan bahwa terkadang "harta rohani" kita terabaikan di tengah kesibukan rutinitas.
- Estafet Firman: Hilkia memberikan kitab itu kepada Safan, dan Safan membacanya. Dari Safan, Firman sampai ke telinga Raja Yosia.
- Respon yang Radikal: Begitu mendengar isi Kitab Taurat, Raja Yosia mengoyakkan pakaiannya sebagai tanda penyesalan dan ketakutan akan murka Tuhan karena perintah-Nya telah lama diabaikan.
II. Arti dan Makna Teologis
- Inspirasi dan Motivasi: Imam Hilkia menjadi perantara atau sumber inspirasi agar Firman Tuhan sampai kepada orang lain. Secara teologis, Yesus Kristus adalah Imam Besar Agung kita yang menjadi sumber motivasi utama bagi kita untuk membaca dan melakukan Firman-Nya dalam kehidupan sehari-hari.
- Keberanian dalam Kejujuran: Safan menunjukkan integritas dengan berani melaporkan penemuan tersebut kepada Raja tanpa menutupi isinya. Membaca Alkitab seharusnya melahirkan kejujuran dan kerendahan hati dalam diri kita.
- Kuasa Firman yang Mengubah: Firman Tuhan bukan sekadar tulisan sejarah, melainkan memiliki reaksi yang dahsyat bagi pendengarnya. Firman mampu menggerakkan seorang pemimpin (Raja) untuk membawa seluruh rakyat kembali kepada Tuhan.
III. Kerygma (Berita Keselamatan)
Membaca Alkitab adalah perjumpaan langsung dengan Tuhan, sebab Firman adalah Tuhan itu sendiri. Melalui Alkitab, kita diingatkan bahwa meskipun kita sering lalai seperti nenek moyang Israel, Tuhan selalu memberi kesempatan untuk berbalik (bertobat) melalui teguran Firman-Nya yang menghidupkan.
IV. Implementasi (Aksi Nyata untuk Jemaat)
- Sediakan Waktu, Bukan Sisa Waktu: Jangan biarkan Alkitab kita "berdebu" di rak buku seperti Kitab Taurat yang sempat terlupakan di Bait Allah. Mari jadikan Ngoge Alkitab sebagai kebutuhan primer, bukan sekadar pelengkap.
- Membaca dengan Hati yang Terbuka: Tirulah sikap Raja Yosia yang hatinya lembut dan peka terhadap teguran Tuhan. Saat membaca Alkitab, bertanyalah: "Tuhan, apa yang ingin Engkau ubah dari hidupku hari ini?"
- Menjadi "Safan" Masa Kini: Jika kita mendapat berkat setelah membaca Alkitab, bagikanlah itu kepada keluarga, teman, atau sesama jemaat (melalui media sosial atau percakapan langsung) agar mereka juga terinspirasi.
V. Kesimpulan / Penutup
Ketidaktahuan akan Firman adalah awal dari kemunduran rohani, namun penemuan kembali akan Firman Tuhan adalah awal dari kebangunan iman. Tidak ada bacaan, berita, atau informasi di dunia ini yang lebih penting daripada membaca Firman Tuhan.
Power Statement
"Membaca Alkitab tidak hanya menambah pengetahuan kita tentang Tuhan, tetapi mengubah karakter kita menjadi seperti yang Tuhan inginkan."
.jpg)
Komentar