Featured Post

Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP ​Periode: 27 September – 3 Oktober 2026

Gambar
  Thema: Memahami Kasih Sayang Tuhan (Ngangka Kerna Keleng Ate Dibata) Teks: Efesus 3:14–21 ​ Pendahuluan ​Di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi digital, dan Artificial Intelligence (AI) sampai pada akhir September 2026 ini, manusia dihadapkan pada kemudahan sekaligus disrupsi kehidupan yang luar biasa. AI dan algoritma digital mampu menjawab berbagai persoalan teknis, memberikan analisis yang cepat, serta menawarkan solusi atas kebutuhan fisik dan praktis manusia secara instan. Namun, di balik seluruh kecanggihan teknologi tersebut, ada ruang terdalam dalam jiwa manusia—rasa hampa, kebingungan nilai, dan kerinduan akan kasih sejati—yang tidak pernah dapat diisi oleh algoritma maupun kecerdasan buatan manapun. ​Kondisi zaman ini menegaskan kembali betapa pentingnya doa untuk mengenal Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus secara pribadi dan mendalam. Pengetahuan intelektual yang dihasilkan oleh teknologi bersifat terbatas dan permukaan, sedangkan pengenala...

Menjewer Di Depan Orang Banyak Tidak Sesuai Dengan Prinsip Human Relation

Sebuah peristiwa yang meruntuhkan hubungan antar manusia (Human Relation) terjadi di Medan Sumatra Utara.  Sebagaimana diberitakan secara luas di media media sosial dan media online, bahwa seorang pelatih dipanggil kedepan panggung untuk dijewer lalu kemudian diusir oleh gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi.

Media besar seperiti Kompas online pun ikut memberitakan peristiwa ini. Kompas.com memberitakan seperti kutipan dibawah ini :

Pelatih biliar, Khoiruddin Aritonang, dijewer oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Peristiwa ini terjadi di Aula Tengku Rizal Nurdin, rumah dinas gubernur di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Senin (27/12/2021). Kala itu tengah berlangsung acara penyerahan bonus kepada atlet dan pelatih Sumut yang berprestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX. Tak cuma dijewer, pria yang kerap disapa Choki itu juga diusir oleh Edy.

Atas kejadian itu, Khoiruddin Aritonang dikatakan masih merasa kesal.

Atas kejadian itu, Choki masih kesal dengan sikap Edy Rahmayadi tersebut. "Baru kali ini lihat pemimpin, orang tidak tepuk tangan (saat) dia cakap, dia marah," ujarnya, Selasa (28/12/2021).

 Berita secara lengkap bisa dibaca disini.

Penulis buku How To Win Friends and Influence People, Dale Carnegie menggagas 30 Prinsip Hubungan Antar Manusia (Human Relation Principles) dan satu diantaranya, “Selamatkanlah muka orang lain” atau Let the other person save face  Buku ini masih dibaca sampai sekarang, dan banyak pihak mengakui akan kebenaran prinsip ini.

Sumber Photo : https://bobby-c-blog.com/how-to-win-friends-and-influence-people/

Nah jika mengacu kepada prinsip diatas, maka apa yang dilakukan oleh Gubernur Edy Rahmayadi  tidak pas, atau melanggar prinsip human relation atau prinsip hubungan antar manusia.  Sebab apapun yang menjadi alasan dipanggil, dijewer didepan umum serta diusir dengan suara lantang dari pertemuan, maka Khoiruddin Aritonang sudah merasa kesal, malu dan marah.  Prinsip Human Relation adalah sumber etika dalam memperlakukan orang lain. Dan tujuan memperlakukan secara prinsip adalah menimbulkan rasa senang orang lain, yang selanjutnya akan menguatkan hubungan baik.

Nah, untuk memperbaiki hubungan baik jika sudah terjadi seperti ini hanya satu, tidak ada yang lain yaitu minta maaf.  Gubernur Edy Rahmayadi menurut saya harus minta maaf kepada Khoiruddin Aritonang bukan memberi alasan alasan untuk membenarkan tindakannya secara logis.  Sebab hubungan baik bukan masalah logis, tapi masalah hati. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026