Featured Post

Pemimpin dengan "Iman Golgota": Teguh di Tengah Badai Propaganda Global

Gambar
  Sebuah refleksi dari Khotbah Pdt Masmur Ginting, MTh, pada  Kebaktian Jumat Agung di GBKP Rgn Graha Harapan Bekasi. ​Dunia modern hari ini sedang digerakkan oleh satu komoditas yang lebih berharga daripada minyak atau data: Ketakutan. Dari narasi krisis iklim yang ekstrem hingga ancaman kelangkaan pangan global, penguasa bisnis dan politik sering kali menggunakan scarcity mindset (pola pikir kekurangan) untuk menciptakan ketergantungan. Di tengah hiruk-pikuk propaganda ini, seorang pemimpin spiritual dipanggil untuk berdiri teguh dengan sebuah fondasi yang tak tergoyahkan, yaitu Iman Golgota. Pdt Walder Masmur Ginting, MTh ​Alam dalam Genggaman Sang Logos ​Lukas 23:44 mencatat sebuah peristiwa kosmis yang luar biasa: “Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.” Di saat matahari seharusnya berada pada puncak kekuatannya, alam justru "tunduk" dan merespons penderitaan Kristus. ​Peristiwa ini menegaskan bahwa alam...

Catatan Tambahan PJJ 20 – 26 September 2020 MEGENGGENG adalah Bersuka Cita dalam Duka Cita

 2 Korinti 6 : 3-10

Thema : Serayan Si Megenggeng   

SDM Serayan

 

2 Korinti 6 : 3-10

6:3 La pernah tondel ukur ise pe ibahan kami, gelah dahin Tuhan la tersalahken kalak.

6:4 Tapi i bas kerina perbahanen kami icidahken kami maka kami si erdahin Dibata kap. Si enda icidahken kami arah megenggeng i bas ngenanami kiniseran-kiniseran, kepiceten, ras kebiaren.

6:5 Megenggeng kami asum kami ipekpeki, ipenjaraken, bage pe iurup kalak. Megenggeng kami i bas latih erdahin, la tunduh, janah erpuasa.

6:6 Icidahken kami maka kami si erdahin Dibata alu kinibujuren, alu pemeteh kami, alu ate saber, alu kiniulin, alu penampat Kesah Si Badia, alu keleng ate si tuhu-tuhu.

6:7 Alu meritaken berita si tuhu-tuhu janah alu gegeh si rehna i bas Dibata nari. Kinibujuren ipake kami jadi senjata kami, subuk i bas ngelawan bage pe i bas njaga diri kami.

6:8 Kami ipehaga bage pe igombang-gombangi; kami ipuji bage pe ihina. Bujur pe kami, ikataken kalak nge kami perguak.

6:9 Kami tempa la itandai, tapi kerina kalak nandai kami. Kami tempa enggo mate, tapi bagi idahndu, nggeluh denga nge kami. Kami iligas alu kiniseran, tapi la kami mate.

6:10 Aminna pe ceda ate kami, lalap nge kami ermeriah ukur. Kami tempa-tempa musil, tapi enggo nterem kalak jadi bayak ibahan kami. Tempa-tempa la lit kai pe i bas kami, tapi si tuhuna kai pe lit nge i bas kami

FAKTA

1.             Paulus memberikan pengajaran lengkap kepada Jemaat Efesus bagaimana dirinya bertindak dan berfikir sebagai Rasul Tuhan.  Dalam tindakan Paulus mengangkat dua kualitas yaitu Persistence/Ulet/megenggeng dan Integrity/integritas/kinibujuren, dalam pola berfikir atau secara teologis Paulus menyatakan “berduka cita sambil bersuka cita”, erceda ate tapi ermeriah ukur.

2.             Paulus menjelaskan bahwa sebanyak apapun Bullying dan Hinaan yang mereka terima, namun dia tidak pernah Give Up, tidak putus asa dan tidak berhenti memberitakan Firman Tuhan.  Mereka memberitakan Firman Tuhan dengan kejujuran.

 

3.             Paulus  menambahi bahwa dirinya sering dihina dan disanjung, ipehaga bagepe igombang gombangi, seolah tidak dikenal, namun semua orang mengenal, dianggap miskin, namun banyak orang menjadi kaya, karena kami (Paulus)


 

ARTI/MAKNA

1.      Melakukan tugas pelayanan harus dilakukan dengan konsep yang jelas, dan kerja keras/ullet.. Salah satu kualitas yang ditunjukkan Paulus adalah megenggeng.  Tidak kehilangan focus, tidak mudah digoyahkan pikiran dan perhatiannya.  Megenggeng adalah karakter orang yang mempunyai tujuan yang jelas, dan dewasa dalam menyikapi aspek prinsip dalam kehidupan.

 

2.     Satu kenyataan yang selalu mengiringi pelayanan kepada TUhan adalah banyak orang mem bully, mencari cari kesalahan, membentak ataupun mengkritik secara terbuka.  Cara menghadapi kata Paulus adalah focus kepada pelayanan, terus bekerja memberitakan Firman Tuhan dan pekerjaan pekerjaan yang lain. 

 

3.      Paulus memberikan suatu penekanan atau info yang sangat menarik pada perikop ini bahwa , pelayanan itu melampui perasaan.  Perasaan manusia bisa negative, malas, ngambek, merasa benar, harus diikutkan, harus mendapat pujian dll.  Kalu tidak diperlakukan seperti itu, (dipuja, disanjung ) maka dia tidak semangat, kendor antusiasme  dll.  Menurut Paulus, tidak ada yang bisa menghentikan pelayanan di Rumah Tuhan, tetap harus dilakukan sekalipun merasa terhina, terintimidasi, tersudutkan.  Setiap serayan harus mampu mengelola perasannnya sendiri, seprti Paulus yang bisa BERSUKA CITA SAAT BERDUKACITA.  Megenggeng artinya kemampuan merubah semua yang negative, kritikan, omelan, salah menyalahkan menjadi energi positif,  dan memberi berkat kepada orang lain.  


 

PENGKENAINA

1.      Fokus pelayanan adalah TUHAN YESUS. Artinya seorang serayan harus mampu untuk mengingat dan memfokuskan diri bahwa TUHAN YESUS yang memangil, memilih, memberi instruksi kepada semua serayan.  Jadi Fokus kepada TUHAN akan membuat setiap serayaan megenggeng.  Ma ngasup kam/kita focus kempak Tuhan Yesus saja ari ?

2.      Setiap serayaan Tuhan harus mempunyai kemampuan untuk mengenal diri sendiri, termasuk mengetahui pola pola psikologis dirinya.  Tehndu min ibas kai kam lampas merampus.  Tehndu min ibas kai kam mudah putus asa, dan lain lain, supaya kam mampu untuk mengelola emosi/perasaan dan tanggung jawab pelayanan bisa diteruskan sampai tuntas.

3.      Kinigenggengen ibas pelayanan, akan membuat serayaan mampu berfikir secara teologis yang mendalam sehingga bisa bersukacita saat berduka cita.  Kemampuan ini sangat bersifat teologis daripada psikologis.  Kam banci mampu bersukacita dalam berdukacita, kita kerina suatu saat pasti mampu menyatukan dalam diri kita, sukacita dalam dukacita.  

 

Bujur melala ras mejuah juah kita kerina.

Pt. Analgin Ginting.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025