Featured Post

Musuh Yang Kita Hadapi Tidak Selemah Yang Kita Bayangkan

Gambar
  ​ Oleh:  Pt. Em, Analgin Ginting ​Pendahuluan: Paradoks Pengenalan Diri ​Perjalanan spiritualitas manusia sering kali terjebak dalam dikotomi antara yang sakral dan yang profan. Namun, sebuah tesis mendasar yang diangkat oleh Dharma Pongrekun mengingatkan kita pada sebuah kebenaran kuno: mustahil bagi seseorang untuk beriman kepada Tuhan jika ia tidak mengenal dirinya sendiri. Iman tanpa pengenalan diri adalah sebuah fatamorgana intelektual, sebuah bangunan tanpa fondasi yang kokoh. Jika kita tidak memahami siapa subjek yang percaya, maka objek kepercayaan itu pun menjadi kabur dan kehilangan esensinya. ​Dalam konteks teologi klasik, gagasan ini menemukan resonansi terdalamnya dalam pemikiran Yohanes Calvin. Calvin menegaskan bahwa pengetahuan tentang Allah dan pengetahuan tentang diri kita sendiri adalah dua hal yang saling bertaut erat. Seseorang tidak dapat memandang dirinya secara jujur tanpa menyadari kehadiran Sang Pencipta, dan sebaliknya, seseorang tidak dapat mem...

Catatan Tambahan PJJ 13 – 19 September 2020. TUJUAN SELURUH PERSEKUTUAN DAN PENYEMBAHAN DEWASA BERSAMA KRISTUS

 

Efesus 4 : 13 - 15

Thema : Dewasa Ras Setia Ibas Kristus

(SDM Pengurus )

 

Efesus 4 : 13 - 15

 

4:13     Alu bage dungna ersada kinitekenta ras penandainta kerina nandangi Anak Dibata; kita dewasa, janah dungna seh kita ku tingkat kedewasan Kristus si serta e.

4:14     Alu bage lanai kita bali ras anak-anak, iombang-ambingken galumbang dingen ijole-joleken ku jah ku je alu angin pengajaren kalak penipu; ibabaina kalak si deban papak alu penebu-nebuna si guak.

4:         Tapi alu nuriken si tuhu-tuhu alu dem ate keleng, reh belinna kita jenari seh ku tingkat kesempurnan Kristus. Ia kap takal janah.

 

FAKTA

1.               Paulus menekankan perlu sekali kedewasaan Kristus kepada jemaat di Efesus, Kedewasaan Kristus adalah ketika berpadu pengenalan dan kepercayaan/iman kepada Yesus Kristus.  Tidak ada lagi sedikitpun  keraguan terhadap Kristus, yang diwujudkan dengan tidak adanya lagi keraguan di dalam kehidupan.  

2.               Orang yang mempunyai kedewasaan Kristus adalah dewasa dalam arti tidak lagi seprti anak anak yang labil, yang dengan gampang diombang ambingkan oleh angin pengajaran yang intinya bohong dan penipu.

3.               Orang yang dewasa dalam Kritus adalah orang yang menyampaikan kebenaran dengan penuh kasih sayang

 


 

ARTI

1.      Persekutuan dan penyembahan serta seluruh aktivitas yang dilakukan ditengah gereja mempunyai tujuan supaya setiap orang, menjadi dewasa di dalam Kristus. Menjadi pertua, menjadi diaken, menjadi hamba TUhan,  menjadi aktivis gereja, menjadi pengurus kategorial dan panitia panitia serta jemaat mempunyai satu tujuan yaitu  DEWASA DI DALAM KRISTUS.

2.      Kedewasaan di dalam Kristus sangat perlu  dan dibutuhkan karena itulah tujuan tertinggi manusia hidup di dunia.  Kesempatan hidup di dunia, adalah kesempatan untuk menjadi DEWASA dalam Kristus. Kualitas kemanusiaan kita selaku makhluk yang beriman, Tercapai saat kita semua menjadi DEWASA di dalam Kristus , bukanlah saat kita menjadi makin kaya dan paling kaya dalam hidup ini.

3.      Ciri ciri Manusia DEwasa, dia mampu menyatukan Kebenaran dengan Kasih Sayang,  Mempraktekkan kasih saying dengan kebenaran, menjalankan kebenaran tetap dengan Kasih Sayang.  Cara Yesus Kristus menegur Petrus, dan Cara Yesus memperlihatkan bekas paku di tanganNYA kepada Thomas adalah Benar dengan Kasih Sayang, ataupun Kebenaran yang memperkuat kasih saying. Sempurna.

 

PENGKENAINA

1.      Setiap pengurus harus sadar bahwa dirinya mempunyai tujuan personal yang sangat penting dalam seluruh pelayanannya, yaitu menjadi DEWASA DALAM KRISTUS.

2.      Kedewasaan Dalam Kristus, tidak didapat dengan berdiam dan malas malasan, namun kedewasaan di dalam Kristus didapat dengan mengerjakan tugas yang dipercayakan kepada dirinya. Kristus pun tidak menolak misi agung yang diberikan Bapa kepada NYA, dan Dia setia sampai mati di Kayu salib.  Kedewasaan Dalam Kristus juga diperoleh dengan ketaatan dan konsisten dan berdisplin menjalankan semua tugas tugas kepengurusan yang dipercayakan.



3.      Anatara Kebenaran dan Kasih Sayang, antara Kasih Sayang dengan Kebenaran inilah  sedapat mungkin dipraktekkan dalam kehidupan semua pengurus, baik tingkat sector, runggun, klasis sampai kemoderamen. .

 

Bujur melala ras mejuah juah kita kerina.

Pt. Analgin Ginting.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025