Featured Post

Catatan Tambahan PJJ GBKP 5 - 11 April 2026

Gambar
  Thema : Kabar Baik Harus Disampaikan (Misi Tanpa Batas) Nas : Lukas 4 : 42 - 44 Pendahuluan Seringkali, ketika kita menemukan kenyamanan dalam sebuah komunitas atau pelayanan, kita cenderung ingin menetap dan memonopoli "berkat" tersebut untuk diri sendiri. Namun, melalui nas Lukas 4:42-44, kita belajar bahwa esensi dari Kabar Baik (Injil) bukanlah tentang kenyamanan statis, melainkan tentang pergerakan dinamis. Yesus memberikan teladan bahwa misi Kerajaan Allah melampaui batas-batas keinginan manusiawi kita.  Fakta dari Teks Setelah melakukan berbagai pelayanan penyembuhan, Yesus menarik diri ke tempat sunyi untuk berdoa. Meskipun orang banyak berusaha menahan-Nya agar tetap tinggal bersama mereka, Yesus dengan tegas menyatakan bahwa Ia harus pergi ke kota-kota lain.  Beliau tidak membiarkan diri-Nya terbelenggu oleh popularitas atau permintaan satu kelompok saja, melainkan terus melangkah memberitakan Injil di berbagai rumah ibadat di Yudea.  Arti dan Makna Teolo...

Khotbah Minggu 7 April 2019 : Percakapan Paling Dramatis dan Legendaris



Minggu Passion VI/Judika à Cidahken Kerajangku Bujur o Jahwa

Invocatio
Masmaur 43 : 3   
Ogen
Ulangan 32 : 4-6  (Responsoria)
Khotbah
Lukas 23 : 39 -43 (tunggal)   
Thema
Jesus, Ingetlah Aku.   

Khotbah : Lukas 23 :   39 – 43

23:39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!"

23:40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?

23:41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."

23:42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."

23:43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.



Pembukaan/Lead

Syaloom mejuah juah, percakapan sangat dibutuhkan dalam hidup.  Nas Renungen kita  menceritakan sada percakapan paling dramatis, paling memberi  makna, paling banyak diperbincangkan sampai sekarang.

Kemampuan/kekuatan berbicara ras isi pembicaraan adalah kesimpulan terakhir terhadap identitas seseorang.  



Siapa kam, siapa aku, siapa mereka, siapa anak anak kita,  bisa  disimpulkan dari kalimat kalimat terakhir yang keluar dari mulutnya.

Pepatah  mengatakan “Bahasa menunjukkan Bangsa”, si menggambarkan keterkaitan antara bahasa/percakapan dengan karakter suatu Bangsa.

Eme situhuna inti ibas pengogen ras perenungenta ibas minggu passion si  penemken  enda.   Mari sinen terdauhen.

Fakta

1.        Tuhan Yesus disalibkan  bersama dengan 2 orang penjahat

2.        Seorang dari penjahat yang disalib bersama Yesus menghujat Yesus sambil berkata, “Bukankah engkau Kristus,  selamatkan lah dirimu dan juga kami “.

3.        Penjahat di sisi yang lain menyela  dengan berkata, kita pantas lah disalib, tapi DIA kan TIDAK berbuat sesuatu yang salah .

4.        Yesus Kristus diam tidak mau mencampuri percakapan mereka.

5.        Orang kedua tadi melanjutkan, dia langsung berbicara kepada Yesus Kristus : “Yesus ingatlah akan daku apabila engkau dating sebagai RAJA”

6.        Dengan penuh kelembutan Yesus menjawab kepadanya,  bahwa Dia bersama sama di Firdaus hari ini juga.

Makna.

1.     Sesuai dengan nubuatan, maka Yesus dihina dengan menyalibkanNya bersama dengan dua orang penjahat.  Tapi Yesus tidak pernah terhina, sebab pada saat disalib pun Dia masih bias mengampuni dan membawa orang ke Firdaus.

2.     Sangat menarik untuk menafsirkan  fenomena dua orang penjahat.  Ada yang tetap jahat dan meghujat walaupun bau kematian sudah tercium kuat, saat saat maut menjelang tinggal hitungan detik.  Namun ada juga penjahat yang masih diberi kesempatan sekian menit untuk menyatakan kebersalahanNYA dan meminta kepada Yesus.  Bahkan dari komennya terlihat bahwa dia orang berwawsan dan Cerdas. 

3.     Penjahat yang kedua, terlihat cukup cerdas dan berwawasan agama yang luas dari Komentarnya... bahwa Yesus tidak ditemui kesalahanNya,  Bahwa Yesus Akan dating sebagai Raja,  dan puncaknya dia berkata untuk “diingat Yesus” .

4.     Mengapa penjahat yang pertama tidak memohon ? Mengapa penjahat yang kedua memohon kepada Yesus?   Penjahat yang pertama (mungkin) tidak pernah sadar bahwa dia berbuat jahat,  seangkan penajahat yang kedua sebenarnya sadar dan tahu kalau dia berbuat dosa.    Pengetahuan, kebiasaan, karakter akan melahirkan spontanitas dalam perkataan dan bertindak.    

5.     Yesus tidak menilai seseorang berdasarkan masa lalu nya,  tapi berdasarkan masa kini atau masa sekarangnya.   Tetapi  hati hati lah terhadap kuatnya ikatan masa lalu....

6.     Berlatih lah berseru kepada Tuhan senaniasa,  biasakan untuk memohon kepada Tuhan, sehingga terbiasa berseru kepadaNYA.

7.     Pada saat saat menjelang ajal mohonlah kepada Tuhan agar seruan terakhir ndu adalah “ JESUS INGETLAH AKU”

Target.

1.     Pengetahuan saja tidak menyelamatkan, namun Anugerah Tuhan Yesus lah yang menyelamatkan.  Orang jahat kedua, mempunyai wawasan luas namun ditangkap dan disalibkan sebagai penjahat.  

2.     Tuhan Yang menyelamatkan melalui TUhan Yesus, Yesus Krstus adalah Juru Selamat bagi dunia.  Berseru lah kepadaNYA.

3.     Pastikan lah agar saat saat menghadapi masalah atau ketakutan, maka secara otomatis Nama Tuhan Yesus yag disebutkan.


Respon

·      Sadarilah tidak ada dosa dan kesalahan yang tidak diampuni Tuhan, TUhan Yesus adalah Juru Selamat yang sangat sabar, adil dan berkuasa.

·      Berlatih lah setiap hari, setiap jam, untuk berseru kepada Tuhan Yesus, Maka seketika dia akan memberikan Firdaus kepada Anda.

Power Statement

Anak anak pintar rajin belajar dan mengikuti Kursus,
Rajin membaca dan tidak malu bertanya.
Tidak ada kata terakhir dalam penyelamatan Tuhan Yesus,
DIA sabar,  setia  megampuni  dan mengasihi anak anakNYA.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025