Featured Post

​Catatan Tambahan PJJ 23-29 Agustus 2026

Gambar
 ​ Thema: Pertanda Orang Yang Mengenal ( Tanda Nandai Dibata ) Teks: 1 Yohanes 2 : 3 - 11 ​Teks Alkitab ​ 1 Yohanes 2:3-11 (3) Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. (4) Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. (5) Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. (6) Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. (7) Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar. (8) Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan teran...

Metode Andre Wongso Meredam Kemarahan Ahok

Ahok memang luar biasa, dan menjadi fenomena  yang sangat menjanjikan bagi perkembangan politik Indonesia ke Depan.  Pilihannya untuknya maju lewat jalur independen adalah sebuah pilihan yang sangat tepat, jitu dan menakjubkan.  Kemarin Hari Senin 11 April 2016 Teman Ahok mengadakan syukuran karena sudah mampu mengumpulkan KTP sebanyak 533. 420 buah, dan angka ini sudah memenuhi persyaratan untuk maju sebagai pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur yang meminta syarat dukungan 7,5 % dari jumlah pemilih.  




 Ahok atau Basuki Tjahja Purnama Ahok dan pasangannya calon Wakil Gubernur Heru Budi Hartono menjadi pasangan yang pertama yang sudah siap bertarung dalam Pilkada tahun depan. Sementara partai partai politik yang lain masih bermanuver mencari cari calon yang akan didukung, Ahok dan Heru sudah siap.  Sementara partai politik dan calon calon yang lain masih berfikir fikir maka Ahok dan Teman Ahok sudah bertindak duluan dan siap bertarung.

 Ahok mampu bertindak cepat, dan Ahok mampu bekerja secara kolaboratif dengan anak anak muda yang berasal dari Generasi Y di Teman Ahok.  Dan hasilnya  sangat menakjubkan, dan hasilnya meninggalkan pertanyaan yang besar tentang eksistensi partai Politik. 

Banyak kelebihan Ahok, antara lain seperti yang dilontarkan oleh bakal calon rivalnya Adhyaksa Dault, Saya harus bilang Pak Ahok itu bagus seperti e-budgeting tapi komunikasi juga penting. Pada kutipan pernyataan diatas selain menyebutkan kelebihan Ahok, Adhyaksa juga menyentil kelemahan Ahok yaitu caranya berkomuikasi.

 Lebih jauh Adhyaksa Dault mengatakan Perlu pemimpin yang humanis dan tegas bukan yang ngomongnya kasar. Ahok memang bersuara lantang dan tegas dianggap Adhyaksa bersuara keras bahkan kasar. Sebelum sebelumnya Haji Lulung, dan anggota DPRD yang lain juga sering mengatakan bahwa Ahok bersuara keras atau kasar.

Bagaimana dengan Anda  para pembaca sekalian?  Apakah Anda juga sependapat menyimpulkan bahwa  Ahok berbicara kasar dan perlu diperbaiki?   Kalau memang Ahok bersuara keras dan kasar mengapa anak anak muda Teman Ahok yang digolongkan dari Generasi Y, generasi yang sangat rasional, bekerja dengan mengutamakan kerja sama (team work) dan bergerak cepat mau bekerja sama dengan Ahok dan sukses? Apakah Ahok memang harus memperbaiki cara dia berkomunikasi? 

Atau jangan jangan kasar atau lembutnya Ahok sangat ditentukan oleh pribadi orang yang mendengarnya? Andre Wongso pernah menyampaikan sebuah pendapat yang sangat menarik tentang cara seseorang mempersepsi komunikasi orang lain

 Kalau kamu memanjakan dirimu, maka  semua orang terasa keras dan kasar, Akan tetapi  Kalau kamu keras kepada dirimu sendiri, maka semua orang terasa lembut dan nyaman. 

Jadi semua orang yang merasa bahwa Ahok berbicara keras dan kasar adalah orang orang yang terbiasa dimanja atau memanjakan diri.  

Sedangkan anak anak muda Teman Ahok yang senang bekerja dengan Ahok adalah anak anak muda yang terbiasa hidup keras dan tidak pernah dimanja. Kalau begitu bukan Ahok yang perlu merubah gaya komunikasinya, yang penting dia tetap mempertahankan kejujuran dan ketegasannya dalam mensukseskan proyek proyek di DKI.  Kita doakanlah agar Ahok tetap menjadi Gubernur di Ibukota Republik Indonesia. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026