Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 21 - 27 Juni 2026

Gambar
  PENUNTUN KEBAKTIAN KELUARGA / PJJ ​ Bahan Alkitab: Kisah Para Rasul 2 : 43 – 47 Thema: Perpulungen si Iselamatkan Tuhan (Jemaat yang Diselamatkan Tuhan) ​I. PENDAHULUAN Kitab Kisah Para Rasul mencatat masa-masa awal setelah peristiwa Pentakosta (pencurahan Roh Kudus), di mana Roh Kudus tidak hanya memberikan karunia bahasa-bahasa lidah, tetapi yang terpenting adalah membentuk sebuah komunitas baru yang radikal, yaitu Eklesia (jemaat/perpulungen). Teks Kisah Para Rasul 2:43-47 merupakan sebuah rangkuman deskriptif pertama mengenai karakteristik jemaat mula-mula yang telah mengalami keselamatan dari Tuhan. Mereka hidup dalam suatu tatanan yang sangat berbeda dari dunia sekitarnya, bukan sekadar sebagai perkumpulan sosial biasa, melainkan sebuah organisme rohani yang bergerak aktif, radikal, dan sepenuhnya dituntun oleh kuasa Allah. ​Jika kita merefleksikannya dalam konteks masa kini, jemaat sedang dihadapkan pada realitas situasi ekonomi yang sangat sulit di Indonesia. Gejo...

Jokowi Memainkan Strategi Politik Yang Sangat Jitu, Komjen BG Tidak Akan Dilantik



Saya punya perkiraan yang sangat kuat bahwa Presiden Jokowi tidak akan melantik Komjen Budi Gunawan menjadi Kapolri, meskipun dirinya sudah menang dalam Pra Peradilan. Perkiraan saya ini berawal dari berita tagline dalam Metro TV yang menuliskan bahwa dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan Komjen BG hari ini di Istana Bogor tidak ada pembicaraan mengenai Kapolri dan pelantikan Kapolri. Kita tidak tahu apa yang dibicarakan, namun kemungkinannya adalah tentang kesiapan BG seandainya pun tidak jadi dilantik.


Jokowi memainkan politik keseimbangan. Diberikan BG dan Polisi Republik Indonesia satu kemenangan di dalam proses  Pra Peradilan. Satu kosong untuk Polisi dan BG. Seandainya setelah kemenangan ini BG dilantik jadi Kapolri, maka BG dan Polisi menang dengan skor telak 2-0. Dan seandainya BG kalah di Pra Peradilan dan akhirnya tidak jadi dilantik jadi Kapolri, maka pihaknya kalah 0-2.



Skor ini terlalu buruk, dapat dipastikan akan  menimbulkan keguncangan politik yang lebih besar. Oleh sebab itu dalam pertimbangan Jokowi, setelah BG dan POlisi menang 1-0, maka kepada KPK dan Rakyat Indonesia perlu juga diberikan kemenangan dengan cara tidak melantik BG menjadi Kapolri. Jadi dengan melantik calon yang lain jadi Kapolri maka skor akan berubah menjadi 1-1. Skor satu lawan satu ini adalah hasil akhir yang sangat adil dan imbang dalam pilihan sulit yang sedang  terjadi.


Bukan hasil sebuah kolaborasi dalam terminologi negosiasi, tapi hasil kompromi. Kompromi bukan lah win win solution, yang menghasilkan kepuasaan optimal. Namun ada untung dan tidak untung untuk masing masing pihak. Rakyat kecewa sekali dengan kalahnya KPK di Pra Peradilan namun menang juga sekali dengan tidak dilantiknya Komjen BG. Polisi dan BG pun menang sekali yaitu di Pra Peradilan namun kalah juga sekali dimana Konjen BG tidak jadi dilantik. Inilah yang disebut dengan negosiasi kompromi.



Strategi ini cukup baik, namun ada harga yang sangat mahal yang harus dibayar oleh Presiden Jokowi. Dia siap dan nrimo untuk dikomplain besar-besaran  oleh Megawati, PDIP, KIH dan DPR. Jokowi sudah tahu risiko ini, itulah sebabnya dia sudah berusaha sekuat kuatnya untuk menemui Megawati, Elit PDIP dan KIH dua hari yang lalu. Akibat terburuknya adalah pemutusan hubungan dengan Megawati, PDIP dan KIH. Untuk itu pun Jokowi sudah mempersiapkan strategi jitu yang sangat baik, yaitu bertemu dengan Prabowo.


Akibat terburuk dari tidak dilantiknya Komjen BG sudah diantisipasi oleh JOkowi. Sekali lagi salut untuk Presiden Jokowi atas keberaniannya untuk tidak melantik Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 13 - 19 Juli 2025