Featured Post

Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP ​Periode: 27 September – 3 Oktober 2026

Gambar
  Thema: Memahami Kasih Sayang Tuhan (Ngangka Kerna Keleng Ate Dibata) Teks: Efesus 3:14–21 ​ Pendahuluan ​Di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi digital, dan Artificial Intelligence (AI) sampai pada akhir September 2026 ini, manusia dihadapkan pada kemudahan sekaligus disrupsi kehidupan yang luar biasa. AI dan algoritma digital mampu menjawab berbagai persoalan teknis, memberikan analisis yang cepat, serta menawarkan solusi atas kebutuhan fisik dan praktis manusia secara instan. Namun, di balik seluruh kecanggihan teknologi tersebut, ada ruang terdalam dalam jiwa manusia—rasa hampa, kebingungan nilai, dan kerinduan akan kasih sejati—yang tidak pernah dapat diisi oleh algoritma maupun kecerdasan buatan manapun. ​Kondisi zaman ini menegaskan kembali betapa pentingnya doa untuk mengenal Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus secara pribadi dan mendalam. Pengetahuan intelektual yang dihasilkan oleh teknologi bersifat terbatas dan permukaan, sedangkan pengenala...

Empat Belas Orang Tewas Kena Awan Panas Di Sukameriah

Akhirnya Gunung Sinabung menelan korban jiwa. Hari ini 14 orang tewas terkena lahar panas di desa Sukameriah Kabupaten Karo. Para korban tidak bisa mengelak adanya awan panas yang berbarengan datang dengan erupsi Gunung Sinabung, hari ini Sabtu tanggal 1 Februari 2014. Menurut saksi mata di RSU Kabanjahe, hampir semua jenajah penuh dengan abu letusan.


Desa Sukameriah adalah desa yang terletak dalam radius 3 km dari kawah Gunung Sinabung. Merupakan satu desa yang harus di relokasi bersama dua desa lainnya yaitu Bekerah dan Simacem. Namun karena beberapa hari belakangan ini tidak ada erupsi maka beberapa penduduk memberanikan diri berkunjung ke desa Sukameriah untuk melihat situasi. Saat mereka melihat keadaan di desa Sukameriah, tiba tiba terjadi erupsi yang mengeluarkan debu dan lahar panas. Sebagian dari mereka tidak bisa mengelak akhirnya tewas sebagai korban jiwa letusan Gunung Sinabung.




Dari 14 jenazah yang sudah diidentifikasi ada 6 orang mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) yang pada saat yang sama berkunjung ke desa Sukameriah untuk mempelajari keadaan. Mahasiswa GMKI ini memang selama ini sangat aktif menjadi relawan yang membantu pengungsi melalui posko yang ditangani oleh Gereja Batak Karo Protestan (GBKP).


Demikianlah maka begitu ada khabar sore tadi bahwa di desa Sukameriah ada korban jiwa, maka tim relawan GBKP yang dikomandoi Pendeta Agustinus Purba langsung mengadakan evakuasi sambil berkoordinasi dengan BNPB Sumatra Utara. Dengan susah payah mereka mengevakuasi jenajah dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Kabanjahe. Selain 14 orang korban jiwa ada juga 3 orang korban luka.


GBKP sangat aktif membantu pengurusan jenazah di RSU Kabanjahe, sebab beberapa korban jiwa tercatat sebagai pengungsi yang berada di Posko Pengungsi yang ada di Gedung Gereja GBKP.  Untuk 6 orang jenazah mahasiswa GMKI rencananya akan disemayamkan di Kantor Pusat GBKP di Jalan Kapten Pala Bangun Kabanjahe. Namun saat ini masih menunggu keluarga dan nantinya akan dibicarakan mengenai rencana ini. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Bahan Bimbingan Tambahan PJJ GBKP ​Periode: 27 September – 3 Oktober 2026

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026