Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 26 April - 2 Mei 2026

Gambar
  Allah Yang Awal dan Akhir: Kompas Iman di Tengah Badai Dunia ​ I. Pengantar: Menghadapi Narasi Ketakutan Dunia ​Dunia hari ini seolah sedang merawat ketakutan massal. Krisis global, ketidakpastian ekonomi, dan dominasi narasi dari "orang-orang kuat" dunia menciptakan atmosfir kecemasan yang mencekam. Namun, teks Wahyu 1:4-8 hadir bukan sekadar sebagai pengingat sejarah, melainkan sebagai pernyataan apokaliptik yang 100% relevan dengan realitas saat ini. Di tengah gempuran kuasa duniawi yang fana, kita dipanggil untuk mengalihkan pandangan kepada Satu Kuasa yang absolut dan kekal, menjadikannya satu-satunya panduan utama dalam langkah hidup sehari-hari. ​ II. Fakta Alkitabiah (Wahyu 1:4-8) ​Berdasarkan nas tersebut, terdapat beberapa pilar fakta yang mengukuhkan posisi umat beriman: ​ Sumber Damai: Salam kasih karunia datang dari Allah Tritunggal—Dia yang ada, yang sudah ada, dan yang akan datang; dari tujuh roh di hadapan takhta-Nya; dan dari Yesus Kristus. ​ ...

Empat Belas Orang Tewas Kena Awan Panas Di Sukameriah

Akhirnya Gunung Sinabung menelan korban jiwa. Hari ini 14 orang tewas terkena lahar panas di desa Sukameriah Kabupaten Karo. Para korban tidak bisa mengelak adanya awan panas yang berbarengan datang dengan erupsi Gunung Sinabung, hari ini Sabtu tanggal 1 Februari 2014. Menurut saksi mata di RSU Kabanjahe, hampir semua jenajah penuh dengan abu letusan.


Desa Sukameriah adalah desa yang terletak dalam radius 3 km dari kawah Gunung Sinabung. Merupakan satu desa yang harus di relokasi bersama dua desa lainnya yaitu Bekerah dan Simacem. Namun karena beberapa hari belakangan ini tidak ada erupsi maka beberapa penduduk memberanikan diri berkunjung ke desa Sukameriah untuk melihat situasi. Saat mereka melihat keadaan di desa Sukameriah, tiba tiba terjadi erupsi yang mengeluarkan debu dan lahar panas. Sebagian dari mereka tidak bisa mengelak akhirnya tewas sebagai korban jiwa letusan Gunung Sinabung.




Dari 14 jenazah yang sudah diidentifikasi ada 6 orang mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) yang pada saat yang sama berkunjung ke desa Sukameriah untuk mempelajari keadaan. Mahasiswa GMKI ini memang selama ini sangat aktif menjadi relawan yang membantu pengungsi melalui posko yang ditangani oleh Gereja Batak Karo Protestan (GBKP).


Demikianlah maka begitu ada khabar sore tadi bahwa di desa Sukameriah ada korban jiwa, maka tim relawan GBKP yang dikomandoi Pendeta Agustinus Purba langsung mengadakan evakuasi sambil berkoordinasi dengan BNPB Sumatra Utara. Dengan susah payah mereka mengevakuasi jenajah dan membawanya ke Rumah Sakit Umum Kabanjahe. Selain 14 orang korban jiwa ada juga 3 orang korban luka.


GBKP sangat aktif membantu pengurusan jenazah di RSU Kabanjahe, sebab beberapa korban jiwa tercatat sebagai pengungsi yang berada di Posko Pengungsi yang ada di Gedung Gereja GBKP.  Untuk 6 orang jenazah mahasiswa GMKI rencananya akan disemayamkan di Kantor Pusat GBKP di Jalan Kapten Pala Bangun Kabanjahe. Namun saat ini masih menunggu keluarga dan nantinya akan dibicarakan mengenai rencana ini. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025