Featured Post

Surat Ukat, Endi-Enta, dan Soteriologi Calvin: Temuan Kontekstual Anugerah dan Perbuatan Baik

Gambar
  Oleh Pt. Em. Analgin Ginting Abstrak ​Artikel ini mengeksplorasi korelasi antara filosofi hidup masyarakat Karo yang terekam dalam konsep Surat Ukat ( Endi-Enta ) dengan soteriologi Calvinis, khususnya mengenai doktrin anugerah Allah ( sola gratia ) dan perbuatan baik sebagai ucapan syukur ( gratitudo ). Melalui pendekatan teologi kontekstual, tulisan ini menunjukkan bahwa kearifan lokal Karo menyediakan gambaran kultural yang tepat untuk memahami keterdahuluan anugerah Allah sebelum tanggung jawab etis manusia. I. Pendahuluan ​Masyarakat Karo memiliki pandangan hidup yang berakar kuat pada pemeliharaan kehidupan dan relasi sosial. Salah satu ekspresi filosofis yang terekam dalam budaya Karo—terutama melalui Surat Ukat (surat ucapan/ungkapan kehendak hati)—adalah dinamika relasional antara Endi (memberi) dan Enta (meminta respon/hasil) [1]. ​Dalam kehidupan sehari-hari, makanan berfungsi sebagai simbol utama pemeliharaan. Orang Karo percaya bahwa Tuhan ( Dibata ) adalah Pemb...

Semua Merga Silima Mempunyai Perwira Berpangkat Kolonel

Kesimbisaan Orang Karo sudah tidak diragukan lagi.  Lihatlah tulisan kami terdahulu yang berjudul : Karo, Tempat Kelahiran Para Pejuang Pemberani dan Militan.

Saat ini pun beberapa perwira menengah masih aktif dari Suku Karo.  Lebih hebatnya lagi semua merga silima (Tarigan, Sembiring, Perangin angin,  Karo Karo dan Ginting)  mempunyai perwiranya  yang sudah berpangkat Kolonel.  Kalau pangkat dibawahnya, misalnya Letnan Kolonel atau Mayor pasti lebih banyak lagi.

Beberapa perwira Karo yang saat ini masih aktif dan mempunyai pangkat Kolonel adalah :

1.    Merga Karo Karo

a.    Kolonel Infanteri  Inget Barus (Kepala Badan Pembina Administrasi dan Cadangan Kodam III Siliwangi)
b.    Kolonel Arteri Ingan Djaja Barus

Kolonel Inf Inget Barus

2.    Merga Sembiring

a.    Kolonel Infanteri YP Sembiring
b.    Kolonel Pnb Timbang Sembiring Meliala (Dan Lanud Pattimura Ambon)

Kolonel Pnb Timbang Sembiring (Paling Kiri)



3.    Merga Tarigan

a.    Kolonel Kal MK Tarigan

4.    Merga Perangin angin

a.    Kolonel Albert Perangin angin
b.    Kolonel Pustaka Bangun

5.    Merga Ginting

a.    Kolonel Infanteri Immanuel Ginting
b.    Kolonel  Jimmy Alexander Adirman Ginting
c.    Kolonel Chk Martin Ginting, S.H.,M.H, (Kakumdam Kodam Mulawarman)




Nama nama diatas baru dari lingkungan Tentara Nasional Indonesia, belum dari kepolisian.  Kolonel di Polisi adalah Komisaris Besar atau Kombes.  Nantinya kita akan menelusuri Perwira Suku Karo yang sudah berpangkat Kombes, supaya lengkap lah catatan kita sebagai bukti kesimbisaan  Suku Karo, yang dalam perang kemerdekaan membuat penjajah Belanda bingung dan kehilangan akal.  Bujur ras mejuah juah.

Komentar

Unknown mengatakan…
ban la kap kira ras si nggo purnawirawan si nggeluh denga pe, lang seh kel nge buena pertua
Analgin Ginting mengatakan…
Mejuah juah Jhon

payo kal, adi ikira kerina ras sienggo pensiun lanai lang lang buena.

Apalagi adi ikut ikira pahlawan pahlawan pejuangta si enggo beristirahat i Taman Makam Pahlawan, Kabanjahe.

TMP Kabanjahe no 2 terbesar di SUMUT,,,
Inget Barus mengatakan…
Bujur Silih, mejuah-juah.
News reader mengatakan…
Sentabi pak, lit sada nari kam lupa emekap Kolonel Marinir Marthin Luther Ginting M Tr. Hamla sekarang bertugas di Jakarta adi la salah, ia asalna Tiga Juhar Kecamatan STM Hulu, Deli Serdang.
Analgin Ginting mengatakan…
Sentabi pak, lit sada nari kam lupa emekap Kolonel Marinir Marthin Luther Ginting M Tr. Hamla sekarang bertugas di Jakarta adi la salah, ia asalna Tiga Juhar Kecamatan STM Hulu, Deli Serdang.

Bujur melala info ndu ya, sekali nari kutambahi. Mejuah juah kita kerina. Amin.