Featured Post

Kisah Pertandingan Catur Bobby Fischer Dengan Boris Spassky, Sejarah Terbesar Pada Catur Dunia

Gambar
  Diterjemahkan Dari Space Daily Selama 24 tahun, Uni Soviet telah menggunakan kejuaraan catur dunia sebagai bukti keunggulan intelektual mereka atas Barat — dan kekalahan juara Soviet Boris Spassky oleh pecatur Amerika Bobby Fischer di Reykjavik pada tahun 1972 mengakhiri argumen tersebut, di hadapan seluruh dunia, dalam satu pertandingan saja. ​Sulit bagi kita saat ini, setelah 54 tahun berlalu, untuk menggambarkan besarnya beban institusional yang diletakkan oleh Uni Soviet pada olahraga catur pada awal tahun 1970-an. Mulai tahun 1920-an, pemerintah Soviet telah memperlakukan catur sebagai olahraga intelektual yang didukung negara, berada dalam kategori umum yang sama dengan balet, senam, dan program luar angkasa — sebuah ranah di mana prestise sistem Soviet akan ditunjukkan melalui pembinaan bakat kelas dunia secara sistematis. ​Sistem dukungan catur di Uni Soviet saat itu meliputi: ​Klub-klub catur didanai sepenuhnya oleh negara. ​Infrastruktur pelatihan disediakan...

Bahasa Indonesia Ternyata Sangat Indah Dan Menyejukkan

Rasanya mirip dengan mendengar Lagu Indonesia Raya dinyanyikan di Olimpiade saat ada atlit Bangsa Kita menerima medali emas. Begitulah kami rasakan saat mendengar ada doa yang diucapkan dalam Bahasa Indonesia ketika mengikuti ibadah/doa musim panas di Taize Perancis Selatan.

Doa yang dilakukan 3 kali setiap hari dengan durasi masing masing tidak lebih dari 1 jam diikuti dengan sangat khikmat oleh lebih 3000 orang peserta dari seluruh Eropah, ditambah beberapa negara Afrika, Asia, dan Amerika Utara dan Latin. Peserta kebanyakan berusia remaja, namun ada juga orang tua berusia 30 sampai 8o tahun. Bahkan banyak yang membawa karavan dan datang besert5a keluarganya.



Doa dan ibadah dilakukan di dalam Gereja yang selalu penuh terisi optimum sesuai dengan daya tampunya. Setiap doa ada nyanyian model Taize yang dinyanyikan berulang ulang dengan sangat khikmat. Lalu ada pembacaan kita suci secara singkat dengan berbagai bahasa, dengan bahasa yang paling sering dipakai tentu saja Bahasa Prancis. Lalu ada bahasa Italia, Spanyol, Ukraina, Rusia, Belanda, Swedia, Polandia, Latin, Jerman, Lituania, Bulgaria, Albania, Inggris Irlandia, Ingris Skotlandia, yang sulit bagi telinga kami untuk menangkap maknanya.

Begitulah saat ada pembcaan Kitab Suci dalam bahasa Indonesia, rasanya kami pun sejajar dengan bangsa bangsa lain. Padahal dalam 3000 sampai 4000 orang yang menghadiri dalam minggu tanggal 8 sampai 15 Juli hanya ada 5 orang Indonesia ditambah 2 orang Bruder dari Indonesia. Hanya ada 7 orang Indonesia dalam kebaktian yang dihadiri 4000 orang lebih di sebuah desa pegunungan di Perancis Selatan, nikmatnya bukan main. Ternyata Bahasa Indonesia itu sangat Indah dan mempesona. Dan kami sangat merindukannya.




Dua orang Bruder keturunan Indonesia adalah Bruder Francesco dari Jogja yang sudah 20 tahun di Taize dan Bruder Andre dari Tegal yang sudah 17 tahun di Taize, membaktikan dirinya secara total untuk menjadi sahabat segala Bangsa. Mereka membaktikan diri untuk kemuliaan Tuhan, dan menjadi penyejuk bagi Bangsa Bangsa. Orang ketiga adalah seorang wanita dari Jakarta, yang menjadi Voluntir selama 3 bulan di Taize serta 4 orang Karo dari GBKP.
Empat orang Karo ke Taize atas ajakan Pendeta dan Pemuda Gereja Lutheran di Lubbecke Jerman, yang mempunyai kerjasama dengan GBKP Klasis Sibolangit. Ajakan yang sangat indah dan sangat prestisius karena tidak akan terlupan selama lamanya.




Ada Cinta dan kedamaian yang kami temukan dan rasakan di Taize. Bahkan ada kehausan yang sangat mendasar yang kami rasakan terobati di dalam hening yang sengaja dijadikan bagian terpenting dalam setiap doa. Lalu saat perlahan menyanyikan lagu, Let All Who Are Thirsty Come bus kami perlahan meninggalkan Oyak tempat kaum muda setiap malam bersosialisasi dan bersenda gurau sambil menikmati minuman khas Cidre. Jus appel berpadu sedikit alkohol.

Let All Who Are Thirsty Come
Let All Who Wish Receive,
The Water Of Life Freely
Amen, Come On Lord Jesus. Amen.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 13 - 19 Juli 2025