Featured Post

Kesalahan Tak Disadari: Bahaya Berpikir Dangkal dan Pasif bagi Pendeta dan Presbiter

Gambar
  Oleh Pt. Em. Analgin Ginting, M.Min.  ​Dalam dinamika pelayanan gereja, kita sering kali mengukur "kejahatan" atau kesalahan kepemimpinan dari skandal-skandal besar yang tampak di permukaan: korupsi keuangan, penyimpangan moral, atau ajaran sesat. Namun, ada bentuk bahaya lain yang jauh lebih halus, destruktif, dan merayap perlahan merusak tatanan gereja tanpa disadari—yaitu kedangkalan berpikir dan sikap pasif dari para pelayan-Nya (Pendeta dan Presbiter). ​1. Akar Konsep: "Kejahatan Karena Kedangkalan Berpikir" ​Filsuf Hannah Arendt dalam karyanya Eichmann in Jerusalem: A Report on the Banality of Evil (1963) mempopulerkan konsep “the banality of evil” (kebiasaan/kedangkalan kejahatan). Ia menemukan bahwa kerusakan massal sering kali tidak dilakukan oleh sosok monster yang penuh niat jahat ( malice ), melainkan oleh manusia-manusia biasa yang enggan berpikir kritis, apatis, dan mematikan daya refleksinya. ​Dalam konteks gereja, fenomena ini berkelindan de...

Hitam Itu Cantik Dan Bijaksana

Terpilihnya Miss Angola sebagai Miss Universe tahun 2011 menguakkan kembali rahasia kebenaran tentang kecantikan yang sudah tersimpan ribuan tahun. Sebab kecantikan gadis yang berkulit hitamlah yang membuat dan membawa Raja Sulaiman yang termasyur itu sampai kepuncak tertinggi kelaki-lakiannya. Karena kecantikan Putri dari Mesir ini, Sulaiman mampu menerjemahkan dan mengartikulasikan seluruh kebijaksanaan yang dia pinta di dalam doanya.

Puisi yang dibuat Sulaiman dibawah ini adalah hasil dari seluruh kemampuan berimajinasi nya yang muncul ketika mengamati dan menikmati kecantikan putri yang ternayata berkulit hitam. Dan inilah juga puncak kemampuan manusia untuk mengartikulasikan seluruh Kasih Sayang Allah yang terwujud secara sangat sempurna dalam diri Yesus Kristus.

Sumber Foto : Elyvalendez.blogspot.com

Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau!
Bagaikan merpati matamu di balik telekungmu. Rambutmu bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari pegunungan Gilead.
Gigimu bagaikan kawanan domba yang baru saja dicukur,
yang keluar dari tempat pembasuhan, yang beranak kembar semuanya, yang tak beranak tak ada.
Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu, dan elok mulutmu.
Bagaikan belahan buah delima pelipismu di balik telekungmu.
Lehermu seperti menara Daud, dibangun untuk menyimpan senjata.
Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kembar kijang yang tengah makan rumput di tengah-tengah bunga bakung.
Sebelum angin senja berembus dan bayang-bayang menghilang, aku ingin pergi ke gunung mur dan ke bukit kemenyan.
Engkau cantik sekali, manisku, tak ada cacat cela padamu.(Kidung Agung 4:1-7)


Lalu apa beda hitam dan putih? Apa pula beda kehitaman dan keputihan, atau hitam manis dan putih bersih. Jelas ada bedanya kalau itu warna an sich. Namun kalau warna itu melekat dalam diri manusia, bedanya sudah tidak ada. Mana lebih cantik gadis berkulit putih atau gadis berkulit hitam. Tipis sekali bedanya. Namun tetap ada, terutama dalam jantung dan hati gadis yang berkulit hitam itu. Puisi di bawah ini buktinya

Kiranya ia mencium aku dengn kecupan!
Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur,
harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu,
oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu!
Tariklah aku di belakangmu, marilah kita cepat-cepat pergi!
Sang raja telah membawa aku ke dalam maligai-maligainya.
Kami akan bersorak-sorai dan bergembira karena engkau,
kami akan memuji cintamu lebih dari pada anggur! Layaklah mereka cinta kepadamu!
Memang hitam aku, tetapi cantik, hai puteri-puteri Yerusalem,
seperti kemah orang Kedar, seperti tirai-tirai orang Salma.
Janganlah kamu perhatikan bahwa aku hitam, karena terik matahari membakar aku.
Putera-putera ibuku marah kepadaku, aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun anggur; kebun anggurku sendiri tak kujaga.(Kidung Agung 1 : 1-6)


Terima kasih putri, terima kasih Angola. Karena kamu berhasil mengembalikan kebenaran itu kepada manusia sejagad. Kebenaran akan kecantikan yang tidak dibedakan oleh warna kulit.

Kebenaran yang diluarnya ada kecantikan, didalamnya ada kecerdasan, keteguhan hati dan kebijaksanaan. Cantik dan bijaksana adalah milik semua manusia yang mengerti arti kecantikan sesungguhnya. Dan kecantikan sesungguhnya adalah kecantikan yang datang dari dalam jiwa, lalu mengalir melalui darah ke kulit yang memerah sampai legam hitam oleh karena indahnya perkerjaan di bawah matahari.

Komentar

Anonim mengatakan…
tapi aq gak pernah kok menganggap kalau kuliah non-hitam itu lebih cantik. hehe. syukurlah kalau kita mulai sadar..
Analgin Ginting mengatakan…
Hitam itu lebih cantik lagi kalau dalam gelap. hahahahaha

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025