Featured Post

Revitalisasi Etos Kerja Karo: Rahasia "Endi Enta" sebagai Respon Ilahi

Gambar
( Menakar Kesamaan  Teologi Calvin dengan Filosofi Surat Ukat Endi Enta) Pt. Em. Analgin Ginting.  Filosofi Endi Enta (Surat Ukat)  secara harfiah merujuk pada prinsip timbal balik yang adil dan kerja keras. Ukat (sendok nasi tradisional dari bambu/tempurung kelapa) memiliki dua sisi: satu sisi untuk menyendok nasi ke piring orang lain (Endi - ini, ambillah), dan sisi lain sebagai pegangan atau bagian dari proses yang menghasilkan untuk diri sendiri (Enta - berikan padaku/bagianku). Dalam masyarakat Karo, Ukat bukan sekadar alat dapur, melainkan simbol keadilan dan keseimbangan hidup. Namun, jika kita menggali lebih dalam secara teologis, filosofi "Surat Ukat: Endi Enta" sebenarnya adalah sebuah dialog antara Tuhan (Dibata)  dan manusia. 1. Inisiatif Kasih: Tuhan sebagai Sang "Endi" Utama Dalam pemahaman teologi Calvinisme yang sejati, segala sesuatu dimulai dari Allah (God’s Initiative). Sebelum manusia mampu bekerja, Tuhan telah terlebih dahulu melakukan Endi. • ...

Hitam Itu Cantik Dan Bijaksana

Terpilihnya Miss Angola sebagai Miss Universe tahun 2011 menguakkan kembali rahasia kebenaran tentang kecantikan yang sudah tersimpan ribuan tahun. Sebab kecantikan gadis yang berkulit hitamlah yang membuat dan membawa Raja Sulaiman yang termasyur itu sampai kepuncak tertinggi kelaki-lakiannya. Karena kecantikan Putri dari Mesir ini, Sulaiman mampu menerjemahkan dan mengartikulasikan seluruh kebijaksanaan yang dia pinta di dalam doanya.

Puisi yang dibuat Sulaiman dibawah ini adalah hasil dari seluruh kemampuan berimajinasi nya yang muncul ketika mengamati dan menikmati kecantikan putri yang ternayata berkulit hitam. Dan inilah juga puncak kemampuan manusia untuk mengartikulasikan seluruh Kasih Sayang Allah yang terwujud secara sangat sempurna dalam diri Yesus Kristus.

Sumber Foto : Elyvalendez.blogspot.com

Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau!
Bagaikan merpati matamu di balik telekungmu. Rambutmu bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari pegunungan Gilead.
Gigimu bagaikan kawanan domba yang baru saja dicukur,
yang keluar dari tempat pembasuhan, yang beranak kembar semuanya, yang tak beranak tak ada.
Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu, dan elok mulutmu.
Bagaikan belahan buah delima pelipismu di balik telekungmu.
Lehermu seperti menara Daud, dibangun untuk menyimpan senjata.
Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kembar kijang yang tengah makan rumput di tengah-tengah bunga bakung.
Sebelum angin senja berembus dan bayang-bayang menghilang, aku ingin pergi ke gunung mur dan ke bukit kemenyan.
Engkau cantik sekali, manisku, tak ada cacat cela padamu.(Kidung Agung 4:1-7)


Lalu apa beda hitam dan putih? Apa pula beda kehitaman dan keputihan, atau hitam manis dan putih bersih. Jelas ada bedanya kalau itu warna an sich. Namun kalau warna itu melekat dalam diri manusia, bedanya sudah tidak ada. Mana lebih cantik gadis berkulit putih atau gadis berkulit hitam. Tipis sekali bedanya. Namun tetap ada, terutama dalam jantung dan hati gadis yang berkulit hitam itu. Puisi di bawah ini buktinya

Kiranya ia mencium aku dengn kecupan!
Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur,
harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu,
oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu!
Tariklah aku di belakangmu, marilah kita cepat-cepat pergi!
Sang raja telah membawa aku ke dalam maligai-maligainya.
Kami akan bersorak-sorai dan bergembira karena engkau,
kami akan memuji cintamu lebih dari pada anggur! Layaklah mereka cinta kepadamu!
Memang hitam aku, tetapi cantik, hai puteri-puteri Yerusalem,
seperti kemah orang Kedar, seperti tirai-tirai orang Salma.
Janganlah kamu perhatikan bahwa aku hitam, karena terik matahari membakar aku.
Putera-putera ibuku marah kepadaku, aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun anggur; kebun anggurku sendiri tak kujaga.(Kidung Agung 1 : 1-6)


Terima kasih putri, terima kasih Angola. Karena kamu berhasil mengembalikan kebenaran itu kepada manusia sejagad. Kebenaran akan kecantikan yang tidak dibedakan oleh warna kulit.

Kebenaran yang diluarnya ada kecantikan, didalamnya ada kecerdasan, keteguhan hati dan kebijaksanaan. Cantik dan bijaksana adalah milik semua manusia yang mengerti arti kecantikan sesungguhnya. Dan kecantikan sesungguhnya adalah kecantikan yang datang dari dalam jiwa, lalu mengalir melalui darah ke kulit yang memerah sampai legam hitam oleh karena indahnya perkerjaan di bawah matahari.

Komentar

Anonim mengatakan…
tapi aq gak pernah kok menganggap kalau kuliah non-hitam itu lebih cantik. hehe. syukurlah kalau kita mulai sadar..
Analgin Ginting mengatakan…
Hitam itu lebih cantik lagi kalau dalam gelap. hahahahaha

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025