Featured Post

Menara Babel Digital: Membedah Great Reset 2030 dalam Teropong Iman dan Kedaulatan

Gambar
  Oleh Analgin Ginting Pt. Emeritus di GBKP  ​ Pendahuluan: Sebuah Jendela Peluang atau Jerat Tersembunyi? ​Dunia saat ini sedang berada di persimpangan jalan yang menentukan. Pasca-pandemi COVID-19, sebuah narasi besar muncul dari koridor kekuasaan di Davos melalui World Economic Forum (WEF) yang disebut sebagai "The Great Reset". Narasi ini menjanjikan tatanan dunia baru yang lebih adil, hijau, dan berkelanjutan pada tahun 2030, selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) milik PBB. ​Namun, bagi mereka yang memiliki ketajaman rohani dan pemahaman akan kedaulatan, janji-janji manis ini menyisakan pertanyaan mendasar: Siapa yang sebenarnya memegang kendali? Dan di manakah posisi Tuhan dalam arsitektur masa depan ini? ​ I. Great Reset: Antara Ambisi Manusia dan Penisbian Tuhan ​Secara teknis, Great Reset adalah upaya merombak total sistem kapitalisme global menjadi "Ekonomi Pemangku Kepentingan" (Stakeholder Capitalism). Tujuannya terdengar mulia: me...

Tomas, Sang Peragu atau Seorang Jujur dan Gentlement?

Bagaimana pandangan Anda mengenai Tomas, salah satu murid Tuhan Yesus? Apakah dia seorang yang peragu, atau sebaliknya orang yang paling jujur dan gentlement?
Umumnya para pengkhotbah selalu menggambarkan Tomas sebagai si peragu. Sejauh yang saya dengar juga begitu.

“Iman kita jangan seperti Tomas!”
“Dia tidak percaya bahwa Yesus sudah bangkit, ragu ragu dia, sebelum mencucukkan jari tanggannya ke lobang bekas paku di tangan Tuhan Kita, Yesus Kristus yang bangkit pada hari ketiga”


Beginilah pandangan sebagian besar pendeta dan jemaat Kristen mempersepsikan Tomas.
Tapi, benarkah Tomas peragu atau seorang yang sangat jujur?
Seorang pendeta baru baru ini memutar balikkan pandangan saya, ketika dia berkata bahwa dari 12 murid Tomas lah yang paling jujur dan paling berani. Tentu saja, saya langsung bertanya sengit, dan tidak percaya.

Pendeta itu menjelaskan, bahwa yang paling heran terhadap kebangkitan Kristus adalah Tomas. Dia tidak habis pikir dengan cara apa dan bagaimana Yesus Bangkit. Karena dia juga seorang yang sangat rasional. Teman-temannya murid murid yang lain barangkali tidak berfikir jauh bagaimana cara Yesus Bangkit.

Sebenarnya pandangan Tomas juga mengacu kepada subjek si mati yaitu Yesus Kristus. Apakah yang bangkit itu benar benar Yesus yang disalib?. Makanya secara jujur namun cerdas Tomas berkata, sebelum aku mencucukkan tanganku ke lobang paku (untuk membuktikan bahwa Yesus yang bangkit adalah Yesus yang disalib) aku belum percaya (untuk membuktikan bahwa Yesus benar benar sudah bangkit)

Yohanes 20:25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”
Yohanes 20:26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”

Yohanes 20:27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”


Dari dialog dengan Yesus diatas terkesan bahwa Yesus sendiripun menghargai ketidak mengertian Tomas, sehingga dengan sabar Dia melayani dan akhirnya membuat Tomas sangat terkesan dan terkagum kepada Yesus. Itulah sebabnya, Tomas membuat pengakuan dimana murid murid yang lain tidak pernah mengatakannya :

Yohanes 20:28 Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!”

Pengertian dan pengenalan Tomas tentang Yesus bukan hanya tentang kebangkitan, tetapi meluas ke teologi yang lain. Sebab, sejak saat itu Tomas sangat percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Allah.

Satu lagi, atas kejadian ini lah pada akhirnya Yesus berkata kepada segala jaman dan manusia :

Yohanes 20:29 Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya


.

Anda percaya kan, bahwa Yesus Kristus itu Tuhan dan Allah?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025