Featured Post

KHOTBAH MINGGU: 30 AGUSTUS 2026 (Minggu Ke 5, Khotbah Pertua/Diaken)

Gambar
​ Tema: Bapa Yang Takut Kepada Tuhan ( Sentudu ras Tempas Dibata ) Nats Alkitab: Kejadian 1:26–28 ​I. PENDAHULUAN ​Manusia sering lupa bahwa dirinya diciptakan segambar dengan Tuhan ( Imago Dei ). Bahkan, di tengah peradaban modern hari ini, ada kekuatan di dunia yang sangat sistematis dan makin lama makin besar untuk membuat manusia—khususnya para laki-laki dan bapak—melupakan kenyataan agung bahwa dirinya diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. ​Ketika seorang bapak kehilangan kesadaran akan identitas Imago Dei dalam dirinya, ia akan kehilangan kompas moral, tujuan hidup, serta kepemimpinan yang berhikmat di dalam keluarga maupun masyarakat. ​II. FAKTA & REALITAS KEKINIAN ​Dunia hari ini menawarkan krisis identitas yang nyata bagi kaum bapak: ​ Materialisme & Sekularisme: Keberhasilan seorang bapak sering kali disempitkan hanya sebatas pencapaian finansial, status sosial, atau jabatan, sehingga tanggung jawab spiritual keluarga terabaikan. ​ Dekonstruksi Peran ...

Osama Bin Laden Tewas

Melalui suatu operasi militer yang sangat khusus, sangat berkelas, memadukan
teknologi informasi dan persenjataan dengan teknik operasi kerja sama yang sangat tinggi, akhirnya "musuh" dunia no 1, Osama Bin Laden dapat ditaklukkan. Disebuah rumah yang dibangun dan dijaga sangat ketat, di sebuah kota kecil yang aman di pinggiran Pakistan, dia tertembak bersama pengawal dan keluarganya pada tanggal 2 Mei 2011.

Presiden Obama pada Minggu tengah malam waktu Amerika sebagai pejabat tertinggi Amerika Serikat dan juga dunia yang mengumumkan kematian tersebut. Rakyat Amerika segera berbondong bondong ke Gedung Putih untuk merayakan kemenangan. Pemimpin dunia pun merespon nya dengan beragam namun secara tersirat hampir semuanya mengungkapkan kegembiraan nya. Karena selama dua dekade terakhir ini, Osama Bin Laden lah dianggap sebagai pemimpin tertinggi para teroris, yang mampu melakukan teror di seluruh belahan dunia.

Namun ada satu pandangan yang berbeda namun positif disuarakan oleh Vatican yang mengatakan, "kita (khususnya orang kristen) tidak boleh bergembira atas kematian Osama Bin Laden". Sebab walau bagaimana pun dia tetap seorang manusia biasa. Saya setuju dengan pernyataan Vatican ini, sebab Osama Bin Laden hanyalah seorang manusia yang mampu membentuk paradigma dan keyakinannya, dan akhirnya mengikuti kata hati dan visi nya itu dengan ketat dan sangat berhasil, sampai akhirnya menggoncang dunia.

Sebagai manusia kita merenungkan ulang hakekat keberadaan dan kemanusiaan kita:

Tidak ada manusia yang akan hidup selamanya, suatu saat pasti akan berakhir dalam kematiannya. Yang berani dan gagah perkasa, dan yang penakut serta selalu ragu dan cari aman sajapun semua akan mati.
Tidak ada kehebatan dan kekuasaan yang tidak akan berhenti, ada batas yang diberikan sang waktu.
Tidak ada kekuatan yang tidak punya kekurangan, semua pasti mempunyai titik lemah
Tidak ada sikap dan pandangan hidup yang tidak mempunyai pengikut, sekaligus tidak ada yang tidak mempunyai musuh atau lawan "politik"
Tidak ada kematian yang tidak dibicarakan, "sebaik" apapun dia semasa hidupnya, atau "sejahat" apapun dia menurut lawannya.
Bahkan tidak ada kematian yang tidak dituliskan dan dibaca, dan diberi komentar.
...apakah semua kehidupan manusia mempunyai makna?
Dan tidak ada tulisan yang tidak tidak mempunyai tanda titik.

Komentar