Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 20 – 27 September 2026

Gambar
 ​ Tema: Berpengharapan Maka Diabadikan ( Erpengarapan Maka Ikelini ) Sub-Tema: Mengenal Tuhan Adalah Buah Dari Berpengharapan Nats Alkitab: Roma 8 : 18 – 25 ​ “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.   Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.   Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.   Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.   Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pe...

Osama Bin Laden Tewas

Melalui suatu operasi militer yang sangat khusus, sangat berkelas, memadukan
teknologi informasi dan persenjataan dengan teknik operasi kerja sama yang sangat tinggi, akhirnya "musuh" dunia no 1, Osama Bin Laden dapat ditaklukkan. Disebuah rumah yang dibangun dan dijaga sangat ketat, di sebuah kota kecil yang aman di pinggiran Pakistan, dia tertembak bersama pengawal dan keluarganya pada tanggal 2 Mei 2011.

Presiden Obama pada Minggu tengah malam waktu Amerika sebagai pejabat tertinggi Amerika Serikat dan juga dunia yang mengumumkan kematian tersebut. Rakyat Amerika segera berbondong bondong ke Gedung Putih untuk merayakan kemenangan. Pemimpin dunia pun merespon nya dengan beragam namun secara tersirat hampir semuanya mengungkapkan kegembiraan nya. Karena selama dua dekade terakhir ini, Osama Bin Laden lah dianggap sebagai pemimpin tertinggi para teroris, yang mampu melakukan teror di seluruh belahan dunia.

Namun ada satu pandangan yang berbeda namun positif disuarakan oleh Vatican yang mengatakan, "kita (khususnya orang kristen) tidak boleh bergembira atas kematian Osama Bin Laden". Sebab walau bagaimana pun dia tetap seorang manusia biasa. Saya setuju dengan pernyataan Vatican ini, sebab Osama Bin Laden hanyalah seorang manusia yang mampu membentuk paradigma dan keyakinannya, dan akhirnya mengikuti kata hati dan visi nya itu dengan ketat dan sangat berhasil, sampai akhirnya menggoncang dunia.

Sebagai manusia kita merenungkan ulang hakekat keberadaan dan kemanusiaan kita:

Tidak ada manusia yang akan hidup selamanya, suatu saat pasti akan berakhir dalam kematiannya. Yang berani dan gagah perkasa, dan yang penakut serta selalu ragu dan cari aman sajapun semua akan mati.
Tidak ada kehebatan dan kekuasaan yang tidak akan berhenti, ada batas yang diberikan sang waktu.
Tidak ada kekuatan yang tidak punya kekurangan, semua pasti mempunyai titik lemah
Tidak ada sikap dan pandangan hidup yang tidak mempunyai pengikut, sekaligus tidak ada yang tidak mempunyai musuh atau lawan "politik"
Tidak ada kematian yang tidak dibicarakan, "sebaik" apapun dia semasa hidupnya, atau "sejahat" apapun dia menurut lawannya.
Bahkan tidak ada kematian yang tidak dituliskan dan dibaca, dan diberi komentar.
...apakah semua kehidupan manusia mempunyai makna?
Dan tidak ada tulisan yang tidak tidak mempunyai tanda titik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026