Featured Post

Surat Ukat, Endi-Enta, dan Soteriologi Calvin: Temuan Kontekstual Anugerah dan Perbuatan Baik

Gambar
  Oleh Pt. Em. Analgin Ginting Abstrak ​Artikel ini mengeksplorasi korelasi antara filosofi hidup masyarakat Karo yang terekam dalam konsep Surat Ukat ( Endi-Enta ) dengan soteriologi Calvinis, khususnya mengenai doktrin anugerah Allah ( sola gratia ) dan perbuatan baik sebagai ucapan syukur ( gratitudo ). Melalui pendekatan teologi kontekstual, tulisan ini menunjukkan bahwa kearifan lokal Karo menyediakan gambaran kultural yang tepat untuk memahami keterdahuluan anugerah Allah sebelum tanggung jawab etis manusia. I. Pendahuluan ​Masyarakat Karo memiliki pandangan hidup yang berakar kuat pada pemeliharaan kehidupan dan relasi sosial. Salah satu ekspresi filosofis yang terekam dalam budaya Karo—terutama melalui Surat Ukat (surat ucapan/ungkapan kehendak hati)—adalah dinamika relasional antara Endi (memberi) dan Enta (meminta respon/hasil) [1]. ​Dalam kehidupan sehari-hari, makanan berfungsi sebagai simbol utama pemeliharaan. Orang Karo percaya bahwa Tuhan ( Dibata ) adalah Pemb...

Osama Bin Laden Tewas

Melalui suatu operasi militer yang sangat khusus, sangat berkelas, memadukan
teknologi informasi dan persenjataan dengan teknik operasi kerja sama yang sangat tinggi, akhirnya "musuh" dunia no 1, Osama Bin Laden dapat ditaklukkan. Disebuah rumah yang dibangun dan dijaga sangat ketat, di sebuah kota kecil yang aman di pinggiran Pakistan, dia tertembak bersama pengawal dan keluarganya pada tanggal 2 Mei 2011.

Presiden Obama pada Minggu tengah malam waktu Amerika sebagai pejabat tertinggi Amerika Serikat dan juga dunia yang mengumumkan kematian tersebut. Rakyat Amerika segera berbondong bondong ke Gedung Putih untuk merayakan kemenangan. Pemimpin dunia pun merespon nya dengan beragam namun secara tersirat hampir semuanya mengungkapkan kegembiraan nya. Karena selama dua dekade terakhir ini, Osama Bin Laden lah dianggap sebagai pemimpin tertinggi para teroris, yang mampu melakukan teror di seluruh belahan dunia.

Namun ada satu pandangan yang berbeda namun positif disuarakan oleh Vatican yang mengatakan, "kita (khususnya orang kristen) tidak boleh bergembira atas kematian Osama Bin Laden". Sebab walau bagaimana pun dia tetap seorang manusia biasa. Saya setuju dengan pernyataan Vatican ini, sebab Osama Bin Laden hanyalah seorang manusia yang mampu membentuk paradigma dan keyakinannya, dan akhirnya mengikuti kata hati dan visi nya itu dengan ketat dan sangat berhasil, sampai akhirnya menggoncang dunia.

Sebagai manusia kita merenungkan ulang hakekat keberadaan dan kemanusiaan kita:

Tidak ada manusia yang akan hidup selamanya, suatu saat pasti akan berakhir dalam kematiannya. Yang berani dan gagah perkasa, dan yang penakut serta selalu ragu dan cari aman sajapun semua akan mati.
Tidak ada kehebatan dan kekuasaan yang tidak akan berhenti, ada batas yang diberikan sang waktu.
Tidak ada kekuatan yang tidak punya kekurangan, semua pasti mempunyai titik lemah
Tidak ada sikap dan pandangan hidup yang tidak mempunyai pengikut, sekaligus tidak ada yang tidak mempunyai musuh atau lawan "politik"
Tidak ada kematian yang tidak dibicarakan, "sebaik" apapun dia semasa hidupnya, atau "sejahat" apapun dia menurut lawannya.
Bahkan tidak ada kematian yang tidak dituliskan dan dibaca, dan diberi komentar.
...apakah semua kehidupan manusia mempunyai makna?
Dan tidak ada tulisan yang tidak tidak mempunyai tanda titik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025