Featured Post

Catatan Tambahan PJJ (26 Juli s.d. 1 Agustus 2026)

Gambar
 ​ TEMA: Kami Terima Dari Tuhan ( Ialoken Kami Ibas Tuhan Nari ) TEKS: 1 Tawarikh 29 : 14 – 16 ​ "Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu. Sebab kami adalah orang asing di hadapan-Mu dan orang pendatang sama seperti semua nenek moyang kami; sebagai bayang-bayang hari-hari kami di atas bumi dan tidak ada harapan. Ya TUHAN, Allah kami, segala kelimpahan bahan-bahan yang kami sediakan ini untuk mendirikan bagi-Mu rumah bagi nama-Mu yang kudus adalah dari tangan-Mu sendiri dan punya-Mulah segala-galanya." ​1. Pendahuluan ​Bagi orang Karo warga GBKP, kesadaran untuk memberi persembahan pada awalnya relatif rendah. Hal ini disebabkan oleh latar belakang sejarah pada awal berdirinya GBKP, di mana hampir seluruh kebutuhan operasional dan pelayanan gereja didanai serta disediakan oleh Nederlandsch Zende...

Osama Bin Laden Tewas

Melalui suatu operasi militer yang sangat khusus, sangat berkelas, memadukan
teknologi informasi dan persenjataan dengan teknik operasi kerja sama yang sangat tinggi, akhirnya "musuh" dunia no 1, Osama Bin Laden dapat ditaklukkan. Disebuah rumah yang dibangun dan dijaga sangat ketat, di sebuah kota kecil yang aman di pinggiran Pakistan, dia tertembak bersama pengawal dan keluarganya pada tanggal 2 Mei 2011.

Presiden Obama pada Minggu tengah malam waktu Amerika sebagai pejabat tertinggi Amerika Serikat dan juga dunia yang mengumumkan kematian tersebut. Rakyat Amerika segera berbondong bondong ke Gedung Putih untuk merayakan kemenangan. Pemimpin dunia pun merespon nya dengan beragam namun secara tersirat hampir semuanya mengungkapkan kegembiraan nya. Karena selama dua dekade terakhir ini, Osama Bin Laden lah dianggap sebagai pemimpin tertinggi para teroris, yang mampu melakukan teror di seluruh belahan dunia.

Namun ada satu pandangan yang berbeda namun positif disuarakan oleh Vatican yang mengatakan, "kita (khususnya orang kristen) tidak boleh bergembira atas kematian Osama Bin Laden". Sebab walau bagaimana pun dia tetap seorang manusia biasa. Saya setuju dengan pernyataan Vatican ini, sebab Osama Bin Laden hanyalah seorang manusia yang mampu membentuk paradigma dan keyakinannya, dan akhirnya mengikuti kata hati dan visi nya itu dengan ketat dan sangat berhasil, sampai akhirnya menggoncang dunia.

Sebagai manusia kita merenungkan ulang hakekat keberadaan dan kemanusiaan kita:

Tidak ada manusia yang akan hidup selamanya, suatu saat pasti akan berakhir dalam kematiannya. Yang berani dan gagah perkasa, dan yang penakut serta selalu ragu dan cari aman sajapun semua akan mati.
Tidak ada kehebatan dan kekuasaan yang tidak akan berhenti, ada batas yang diberikan sang waktu.
Tidak ada kekuatan yang tidak punya kekurangan, semua pasti mempunyai titik lemah
Tidak ada sikap dan pandangan hidup yang tidak mempunyai pengikut, sekaligus tidak ada yang tidak mempunyai musuh atau lawan "politik"
Tidak ada kematian yang tidak dibicarakan, "sebaik" apapun dia semasa hidupnya, atau "sejahat" apapun dia menurut lawannya.
Bahkan tidak ada kematian yang tidak dituliskan dan dibaca, dan diberi komentar.
...apakah semua kehidupan manusia mempunyai makna?
Dan tidak ada tulisan yang tidak tidak mempunyai tanda titik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025