Featured Post

Jangan Baca The Secret

Gambar
Bahaya Tersembunyi Jika Anak Muda  Disarankan Baca Buku "The Secret" ​ Oleh: Analgin Ginting  (Pertua Emeritus GBKP) ​Dunia modern hari ini menawarkan berbagai "jalan pintas" menuju kesuksesan. Di rak-rak buku terlaris hingga algoritma media sosial pemuda kita, satu nama sering muncul sebagai kiblat motivasi: Rhonda Byrne dengan karyanya yang fenomenal, The Secret . Buku ini menjanjikan kunci pembuka rahasia alam semesta melalui apa yang disebut sebagai Law of Attraction (Hukum Tarik-Menarik). ​Bagi mata yang tidak terlatih, buku ini tampak seperti kristalisasi dari iman dan optimisme. Namun, bagi kita yang sedang berjuang menanamkan akar kekristenan yang kuat pada generasi muda GBKP (Gereja Batak Karo Protestan), buku ini bukanlah sekadar buku motivasi—ia adalah ancaman sistemik terhadap fundamen iman kepercayaan kita kepada Yesus Kristus. ​1. Menara Babel Modern: Antroposentrisme vs Teosentrisme ​Filosofi dasar The Secret adalah bahwa pikiran manusia adal...

Mengapa Gaji Meningkat, Tapi Utang Pun Bertambah?

ni berkaitan dengan pola hidup umumnya pekerja di Indonesia. Jika Gajinya masih sekitar Rp 3.000.000 per bulan, maka jumlah yang dipakai untuk biaya hidup katakanlah Rp 2.500.000,. Sisanya Rp 500.000 untuk di tabung.

Ketika Gajinya naik menjadi Rp 5.000.000 per bulan, maka keinginan pun bertambah sehingga gaya hidup berubah dan biaya hidup pun meningkat.

Biaya hidup menjadi Rp 3.000.000, ditambah cicilan mobil Rp 2.500.000,. total Rp 5.500.000 per bulan. Akibatnya dia harus nombok setiap bulannya Rp 500.000,. Gaji memang naik, tapi pengeluaran lebih besar, dan berhenti menabung. Untuk membayar uang tombokan setiap bulan Rp 500.000,. dicarilah proyek atau pekerjaan tambahan.

Berbeda dengan etika hidup orang Jerman. Sebagaimana yang pernah saya dengar, yang dikembangkan dari Etika Protestan yang diformulasikan oleh Max Weber.

Jika Gajinya katakanlah pada awalnya, Rp 5.000.000 per bulan, maka biaya hidup nya sekitar Rp 4.000.000 dan tabungannya menjadi Rp 1.000.000,. Mereka bekerja dengan tekun dengan mengutamakan kualitas dan kepuasan customer. Perusahaan tempat bekerja makin maju lalu gajinya dinaikkan menjadi Rp 10.000.000 per bulan. Biaya hidup mereka tetap hanya sebesar Rp 4.000.000 per bulan. Tapi tabungan nya meningkat menjadi Rp 6.000.000 per bulan. Gaji yang naik tidak serta merta merubah gaya hidup, karena kuatnya moral dan etika kerja tadi.

Memperbesar tabungan menjadi gaya hidup pekerja di Jerman pada awal abad ke 20, sehingga tabungan menjadi banyak. Tabungan ini akhirnya dikelola dengan baik oleh negara, sampai akhirnya negara pun meminjam uang dari tabungan rakyatnya. Konon inilah awalnya kapitalisme. Motivasi kapitalisme awal ini murni untuk menolong orang lain, atau negara lain.

Disini, di negara ini, uang negara untuk rakyat lebih sering dikorupsi oleh pejabat negara dan anggota legislatif . Bahkan dipakai jalan jalan dan membeli kondom.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025