Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 21 - 27 Juni 2026

Gambar
  PENUNTUN KEBAKTIAN KELUARGA / PJJ ​ Bahan Alkitab: Kisah Para Rasul 2 : 43 – 47 Thema: Perpulungen si Iselamatkan Tuhan (Jemaat yang Diselamatkan Tuhan) ​I. PENDAHULUAN Kitab Kisah Para Rasul mencatat masa-masa awal setelah peristiwa Pentakosta (pencurahan Roh Kudus), di mana Roh Kudus tidak hanya memberikan karunia bahasa-bahasa lidah, tetapi yang terpenting adalah membentuk sebuah komunitas baru yang radikal, yaitu Eklesia (jemaat/perpulungen). Teks Kisah Para Rasul 2:43-47 merupakan sebuah rangkuman deskriptif pertama mengenai karakteristik jemaat mula-mula yang telah mengalami keselamatan dari Tuhan. Mereka hidup dalam suatu tatanan yang sangat berbeda dari dunia sekitarnya, bukan sekadar sebagai perkumpulan sosial biasa, melainkan sebuah organisme rohani yang bergerak aktif, radikal, dan sepenuhnya dituntun oleh kuasa Allah. ​Jika kita merefleksikannya dalam konteks masa kini, jemaat sedang dihadapkan pada realitas situasi ekonomi yang sangat sulit di Indonesia. Gejo...

TIDAK AKAN BISA DIHALANGI DAN DIHAMBAT


Bahwa Gereja didirikan dimuka bumi adalah atas inisiatif Tuhan Sendiri. Tuhan menginginkan Gereja sebagai representasi dari kehadiranNya setiap saat dalam mengawal kehidupan manusia, dan terutama seluruh anak-anak yang sudah dipilihNya. Semakin banyak gereja ada, maka semakin gampanglah manusia dalam melihat kehadiran Tuhan.

Tuhan mendirikan gerejaNya penuh dengan kasih sayangNya, namun juga mengharapkan dan menekankan perlunya disiplin dari semua anak-anak yang dipilihNya. Kasih lah yang mendasari disiplin, Rasa Cinta yang menjadi awal dari ketaatan. Dan ketika Ananias dan juga Istrinya masih berupaya memaknai ketataan itu dengan pertimbangan kemanusiaannya. Tanpa sadar dia sudah mendustai Allah yang dia anggap hanya mendustai Rasul. Dipotongnyalah hasil penjualan tanah itu. Rasul Petrus segera dengan tegas berkata ’ “mengapa kamu membohongi Allah”.

Teguran itu begitu keras, punya akar kebenaran yang sangat panjang dan dalam, sehingga dia tak mampu lagi menyikapi dan menyembunyikan akal duniawinya. Seketika dia roboh, dikaki Kudus Sang Rasul. Tidak berapa lama, karena rekayasanya pun atas seijin Safira istrinya, maka ketika dikonfirmasi oleh Petrus, jawabannya sama dengan almarhum suaminya. Dan pada waktu akal bohongnya sampai ketelinga dan hati Rasul, maka murkalah Petrus. Seketika dia roboh menghantarkan nyawanya, serta dikuburkan disebelah suaminya, hanya berselang beberapa Jam.

Apakah itu sebuah kekejaman, ketika suara hardikan dapat membuat seseorang menjadi roboh, tersungkur dan meregang nyawa? Kalau itu perkataan manusia ‘tok’ memang kejam. Tapi kalau itu perkataan Tuhan, yang disampakan oleh Sang Rasul, Kita hanya dapat menyimpulkan bahwa begitulah kebenaran Sang Penguasa Alam dan Seluruh Kehidupan. Yang perlu kita pahami adalah, BETAPA SERIUS DAN SUNGGUH-SUNGGUHNYA ALLAH, mendirikan gerejaNya.

Gereja Tuhan bukan gedungnya saja, tapi manusia itu lah Gereja, dan Gereja Tuhan itu adalah manusianya. Kita semua secara bersama-sama saling menopang dan saling dukung mendukung menghadirkan gereja Tuhan itu. Gereja tidak bisa dirobohkan, tidak bisa dihalangi, tidak bisa dihambat. Bangunannya bisa dirusak, tapi manusia yang sudah dipilih dan ditambat Tuhan tidak bisa diruntuhkan bahkan ditakut-takuti. Gereja akan tetap berdiri, kokoh, dimanapun yang dikehendaki Tuhan. Di wilayah yang paling gersang dan paling minoritas pun Gereja pasti tetap dan berdiri kokoh serta semakin teguh selama-lamanya, bahkan sampai seluruh kehidupan berakhir di dunia ini. Masalahnya hanya satu, maukah kah "kam" jadi gereja itu, yang taat dan takut kepada Tuhan?.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 13 - 19 Juli 2025