Featured Post

Musuh Yang Kita Hadapi Tidak Selemah Yang Kita Bayangkan

Gambar
  ​ Oleh:  Pt. Em, Analgin Ginting ​Pendahuluan: Paradoks Pengenalan Diri ​Perjalanan spiritualitas manusia sering kali terjebak dalam dikotomi antara yang sakral dan yang profan. Namun, sebuah tesis mendasar yang diangkat oleh Dharma Pongrekun mengingatkan kita pada sebuah kebenaran kuno: mustahil bagi seseorang untuk beriman kepada Tuhan jika ia tidak mengenal dirinya sendiri. Iman tanpa pengenalan diri adalah sebuah fatamorgana intelektual, sebuah bangunan tanpa fondasi yang kokoh. Jika kita tidak memahami siapa subjek yang percaya, maka objek kepercayaan itu pun menjadi kabur dan kehilangan esensinya. ​Dalam konteks teologi klasik, gagasan ini menemukan resonansi terdalamnya dalam pemikiran Yohanes Calvin. Calvin menegaskan bahwa pengetahuan tentang Allah dan pengetahuan tentang diri kita sendiri adalah dua hal yang saling bertaut erat. Seseorang tidak dapat memandang dirinya secara jujur tanpa menyadari kehadiran Sang Pencipta, dan sebaliknya, seseorang tidak dapat mem...

GBKP SANGAT PEDULI TERHADAP PENGUNGSI GUNUNG SINABUNG



Laporan Berita Kompas edisi hari ini tentang situasi Pengungsi di tempat penampungan sangat menarik; bahwa para pengungsi meskipun hujan lebat, dan masih banyak keperluan yang belum ada, 'Mereka Tidak Panik". Lalu di tempat pengungsian ada hiburan berupa lagu-lagu Rohani dan Lagu lagu tradisional. Bahkan saat suasana genting ketika para pengungsi masih dikampung masing-masing, sesaat sebelum meninggalkan kampungnya mereka panik sembail mencari-cari anggota keluarga, teriakan panggilan mereka sambil menyebut nama Tuhan. Halleluya.

GBKP bekerja sama dengan Pemkab Karo segera membuat Posko serta mengarahkan fasilitas pelayanan di tempat-tempat pengungsian. Mamre dan Moria mengatur masakan dan membagikan makanan. Pada tiap tempat pengungsian ada pendeta GBKP, seperti di Jambur Ta Ras di Berastagi dan Geduang Kursus Wanita Karo (KWK)GBKP dikomandoi Pdt Suenita Br Sinulingga, di Pusat Inofrmasi dan Posko Pusat GBKP di Kantor Klasis Kabanjahe dikomandoi langsung ketua klasis, Pdt Christoper Sinulingga, dan Koordinator semuanya adalah Pdt Agustinus Purba yang merupakan Ketua Bidang Diakonia Modramen GBKP. Semua tempat pengungsian tenang, dan di Metro TV terlihat wajah-wajah mereka tidak stress, berserah kepada Tuhan.

Bahkan dari jauh pun bantuan segera datang mengalir; Klasis Jakarta Banten sudah mengirim 200 Kardus Masker, Perpulungen Cikarang pun tidak ketinggalan sudah mengumpulkan dan mengirimkan Masker lebih kurang 20 Kardus. Banyak runggun yang lain sudah mengontak apa yang paling dibutuhkan dan kemana akan dikirimkan. PGI pun tidak ketinggalan sudah mengirimkan 1000 kardus Masker. Namun meskipun demikian Masker ini masih kurang, karena debu sudah sangat banyak, bahkan sampai di Kabanjahe, Bandar Baru dan masih akan menyebar ke tempat yang lebih jauh lagi.

Disamping itu, Modramen GBKP sudah memerintahkan kepada semua ketua klasis, dan pendeta Runggung di sekitar Gunung Sinabung, termasuk ke wilayan Kabupaten Langkat untuk membuka gereja dan menjadikannya menjadi tempat-tempat penampungan para pengungsi.

GBKP sedang menyusun penggembalaan supaya dalam situasi seperti ini Iman kita bisa lebih diperkuat dan nama Tuhan Yesus semakin banyak disebutkan. Kuasa Tuhan mengalahkan segala alam. Dan Tuhan pasti tahu apa yang sedang Dia ijinkan terjadi, dan satu hal yang pasti. Kasih Tuhan kepada warga GBKP khususnya kepada yang sedang mengungsi, tetap tidak berkurang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025