Featured Post

Catatan Tambahan Pekan Doa 2026, Malam Kelima

Gambar
Bahan Alkitab: Nehemia 1:4–11 ​Tema: Tatap Janah Dengkehken Pertotonku Tuhan (Lihatlah dan Dengarlah  Doaku Ya Tuhan) ​ Durasi: \approx 15 Menit ​ 1. Pendahuluan ( \approx 3 Menit) ​ Sapaan & Pengantar: Syalom dan selamat malam Bapak, Ibu, serta saudara-saudari yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Di Malam Kelima Pekan Doa kita, kita dituntun oleh sebuah tema yang mengalir dari hati yang hancur namun penuh harap: Tatap Janah Dengkehken Pertotonku Tuhan (Lihatlah dan Dengarkan Doaku Ya Tuhan) . ​ Latar Belakang Teks: Teks kita malam ini mengisahkan Nehemia, seorang juru minuman raja di benteng Susan. Ia hidup dalam kenyamanan istana, namun hatinya tidak egois. Ketika ia mendengar kabar dari Hanani mengenai runtuhnya tembok Yerusalem dan penderitaan hebat yang dialami sisa-sisa umat Tuhan di sana, respons pertama Nehemia sangat menyentuh: ia duduk, menangis, berkabung beberapa hari, berpuasa, dan membawa seluruh kedukaan itu ke hadirat Allah semesta langit. ​ Fokus ...

KABINET INDONESIA BERSATU 2: ETIKA KARAKTER ATAU ETIKA KEPRIBADIAN


Cita-cita Steven Covey ketika menulis Bukunya yang sangat terkenal itu, "The 7 Habit Of Highly Effective People" adalah mengembalikan etika kepribadian kepada etika karakter. Mengembalikan kebiasaan untuk memenangkan satu tujuan dengan mempergunakan kemampuan "bersandiwara" atau pasang muka, kepada kebiasaan melakonkan suatu ketulusan dan prinsip-prinsip kebenaran. Karena menurut Mr Covey, keberhasilan yang dihasilkan dengan etika kepribadian tidak akan memberikan kesuksesan yang sejati, karena tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran yang universal. Sedangkan etika karakter berlandas kepada prinsip yang pada akhirnya akan menghasilkan kesuksesan yang sejati, karena alam juga menghendakinya.

Ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selesai membacakan susunan Kabinet Indonesia Bersatu 2, pikiran saya langsung berkata bahwa sebagian kecil para menteri yang dipilih karena memang karakter yang dia bina selama ini, sedangkan sebagian besar adalah karena kepiawaian mereka melakonkan etika kepribadian tadi. Oleh sebab itu akan terlihat bahwa para menteri yang dipilih karena karakternya akan mempunyai kebiasaan kerja yang lebih tinggi dan profesional. Sedangkan para menteri yang dipilih karena kepandaian politisnya, kemungkinan besar akan menjalankan jabatannya pertama-pertama untuk pertimbangan politisnya.

Dengan demikian, Rakyat Indonesia, atas nama politik dan demi partai yang dipilih mememangkan PEMILU beberapa waktu lalu tidak perlu berharap terlalu banyak. Cukup kita dukung mereka sambil mendoakan agar kesadarannya untuk membantu Presiden dengan komitmen kenegarawanan bisa muncul dalam waktu 5 tahun kedepan ini. Seandainya pun tidak, paling tidak keluarga mereka dan kolega serta partai yang mengutus mereka sudah mendapatkan kebanggaan dan kesehjahteraannya. Selamat bekerja untuk para menteri yang barusan terpilih. Tuhan memberkati Anda sekalian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 13 - 19 Juli 2025