Featured Post

Pekan Doa 2026, Berngi Si Pemena (1)

Gambar
 ​ Thema: Ertoto Alu Mengingis (Berdoa Secara Tekun Dan Total) Nas: Daniel 9:20–23 ​ I. Benaken (Pendahuluan) - 3 Menit ​Mejuah-juah man banta kerina i bas Berngi si Pemena  Pekan Doata tahun 2026 enda. Tema si iangkat e me: Ertoto alu Mengingis . ​Tentu kita kerina nggo biasa ertoto. Tapi, uga kin pertoton si iperdiateken Tuhan? I bas kitab Daniel enda, kita ngidah kerna nabi Daniel si nggeluh i pembuangen. Ia labo terjeng ertoto guna dirina saja, tapi ia ertoto alu totalitas—tekun, mengisngis, janah maba pusuh si rukur man bangsana. Mari sipebagesi  kerna makna teologi i bas kegeluhen Daniel enda. ​ II. Arti ras Makna Teologi (Penjelasan Nas) - 8 Menit ​ 1. Pertoton si Isertai Pengakun Dosa Daniel ertoto i bas pengakun dosa. Ia labo terjeng mindo pemindon, tapi ia ngakui dosana ras dosa bangsana, bangsa Israel. ​ Makna: Doa yang disampaikan dengan sungguh-sungguh, disertai pengakuan dosa dan permintaan untuk kebaikan suatu bangsa, sangat disukai oleh Tuhan. T...

KABINET INDONESIA BERSATU 2: ETIKA KARAKTER ATAU ETIKA KEPRIBADIAN


Cita-cita Steven Covey ketika menulis Bukunya yang sangat terkenal itu, "The 7 Habit Of Highly Effective People" adalah mengembalikan etika kepribadian kepada etika karakter. Mengembalikan kebiasaan untuk memenangkan satu tujuan dengan mempergunakan kemampuan "bersandiwara" atau pasang muka, kepada kebiasaan melakonkan suatu ketulusan dan prinsip-prinsip kebenaran. Karena menurut Mr Covey, keberhasilan yang dihasilkan dengan etika kepribadian tidak akan memberikan kesuksesan yang sejati, karena tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran yang universal. Sedangkan etika karakter berlandas kepada prinsip yang pada akhirnya akan menghasilkan kesuksesan yang sejati, karena alam juga menghendakinya.

Ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selesai membacakan susunan Kabinet Indonesia Bersatu 2, pikiran saya langsung berkata bahwa sebagian kecil para menteri yang dipilih karena memang karakter yang dia bina selama ini, sedangkan sebagian besar adalah karena kepiawaian mereka melakonkan etika kepribadian tadi. Oleh sebab itu akan terlihat bahwa para menteri yang dipilih karena karakternya akan mempunyai kebiasaan kerja yang lebih tinggi dan profesional. Sedangkan para menteri yang dipilih karena kepandaian politisnya, kemungkinan besar akan menjalankan jabatannya pertama-pertama untuk pertimbangan politisnya.

Dengan demikian, Rakyat Indonesia, atas nama politik dan demi partai yang dipilih mememangkan PEMILU beberapa waktu lalu tidak perlu berharap terlalu banyak. Cukup kita dukung mereka sambil mendoakan agar kesadarannya untuk membantu Presiden dengan komitmen kenegarawanan bisa muncul dalam waktu 5 tahun kedepan ini. Seandainya pun tidak, paling tidak keluarga mereka dan kolega serta partai yang mengutus mereka sudah mendapatkan kebanggaan dan kesehjahteraannya. Selamat bekerja untuk para menteri yang barusan terpilih. Tuhan memberkati Anda sekalian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 13 - 19 Juli 2025