Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 20 – 27 September 2026

Gambar
 ​ Tema: Berpengharapan Maka Diabadikan ( Erpengarapan Maka Ikelini ) Sub-Tema: Mengenal Tuhan Adalah Buah Dari Berpengharapan Nats Alkitab: Roma 8 : 18 – 25 ​ “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.   Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.   Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.   Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.   Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pe...

KABINET INDONESIA BERSATU 2: ETIKA KARAKTER ATAU ETIKA KEPRIBADIAN


Cita-cita Steven Covey ketika menulis Bukunya yang sangat terkenal itu, "The 7 Habit Of Highly Effective People" adalah mengembalikan etika kepribadian kepada etika karakter. Mengembalikan kebiasaan untuk memenangkan satu tujuan dengan mempergunakan kemampuan "bersandiwara" atau pasang muka, kepada kebiasaan melakonkan suatu ketulusan dan prinsip-prinsip kebenaran. Karena menurut Mr Covey, keberhasilan yang dihasilkan dengan etika kepribadian tidak akan memberikan kesuksesan yang sejati, karena tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kebenaran yang universal. Sedangkan etika karakter berlandas kepada prinsip yang pada akhirnya akan menghasilkan kesuksesan yang sejati, karena alam juga menghendakinya.

Ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selesai membacakan susunan Kabinet Indonesia Bersatu 2, pikiran saya langsung berkata bahwa sebagian kecil para menteri yang dipilih karena memang karakter yang dia bina selama ini, sedangkan sebagian besar adalah karena kepiawaian mereka melakonkan etika kepribadian tadi. Oleh sebab itu akan terlihat bahwa para menteri yang dipilih karena karakternya akan mempunyai kebiasaan kerja yang lebih tinggi dan profesional. Sedangkan para menteri yang dipilih karena kepandaian politisnya, kemungkinan besar akan menjalankan jabatannya pertama-pertama untuk pertimbangan politisnya.

Dengan demikian, Rakyat Indonesia, atas nama politik dan demi partai yang dipilih mememangkan PEMILU beberapa waktu lalu tidak perlu berharap terlalu banyak. Cukup kita dukung mereka sambil mendoakan agar kesadarannya untuk membantu Presiden dengan komitmen kenegarawanan bisa muncul dalam waktu 5 tahun kedepan ini. Seandainya pun tidak, paling tidak keluarga mereka dan kolega serta partai yang mengutus mereka sudah mendapatkan kebanggaan dan kesehjahteraannya. Selamat bekerja untuk para menteri yang barusan terpilih. Tuhan memberkati Anda sekalian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026