Featured Post

Menara Babel Digital: Membedah Great Reset 2030 dalam Teropong Iman dan Kedaulatan

Gambar
   Analgin Ginting,  Seorang  Pt. Emeritus di GBKP  ​ Pendahuluan: Sebuah Jendela Peluang atau Jerat Tersembunyi? ​Dunia saat ini sedang berada di persimpangan jalan yang menentukan. Pasca-pandemi COVID-19, sebuah narasi besar muncul dari koridor kekuasaan di Davos melalui World Economic Forum (WEF) yang disebut sebagai "The Great Reset". Narasi ini menjanjikan tatanan dunia baru yang lebih adil, hijau, dan berkelanjutan pada tahun 2030, selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) milik PBB. ​Namun, bagi mereka yang memiliki ketajaman rohani dan pemahaman akan kedaulatan, janji-janji manis ini menyisakan pertanyaan mendasar: Siapa yang sebenarnya memegang kendali? Dan di manakah posisi Tuhan dalam arsitektur masa depan ini? ​ I. Great Reset: Antara Ambisi Manusia dan Penisbian Tuhan ​Secara teknis, Great Reset adalah upaya merombak total sistem kapitalisme global menjadi "Ekonomi Pemangku Kepentingan" (Stakeholder Capitalism). Tujuannya terdenga...

Kerajaan Haru Dan Karo Foundation

 

Oleh Barata Berahmana


Mjjh man kita kerina.

Saya mohon ijin memberikan sedikit masukan tentang maksud dan tujuan mendirikan Karo Foundation:

Tujuan utama mendirikan KF adalah untuk hidupkan kembali Marwah, Harkat dan Jatidiri Bangsa Karo yang saat ini berada di titik nadir.

Untuk itu perlu di angkat kambali sejarah Peradaban Karo/ Karo Civilisation.

Sejarahnya, Aksara nya dan Budaya nya.



Saya perhatikan hampir semua narasi yang muncul itu hanya bicarakan Budaya Karo- Tari2an, Nyanyian, Musik- dan musik pun Pop yg merajalela. Hampir tidak ada yang bicarakan Peradaban serta Aksara/Bahasanya. Kita lupa bahwa Budaya itu lahir dari Peradaban Karo itu. Bila Peradaban hilang, Aksara hilang maka peralahan-lahan Bahasa akan hilang, sekalian Budaya nya. 

Bangsa Karo pernah menjadi Bangsa berjaya di seantero Nusantara ini. Hanya suatu Bangsa yang mampu mendirikan Kerajaan. Beserta Aksara nya. Aksara Karo sudah hidup lebih dari 1200 tahun.

Menurut Prof.Dr.Uli Kozok dari Aksara inilah lahir Aksara2 lain seperti Toba, Pakpak, Simalungun dll Aksara di suku2 yang di sebut suku2 Batak. Kerajaan Haru/Aru  berjaya selama ratusan tahun.

Ada 2 Versi ttg tanggal berdirinya Kerajaan Haru ini.

Umumnya disebut dia berdiri di tahun 1225 M.  Tapi Dr.Roy Fachraby Ginting juga sebut bahwa Haru sudah berdiri di tahun 685M. Tahun runtuhnya Haru ada dua versi, 1613 dan 1620.  Saya lebih yakin pada 1620.

Sekarang mari kita bandingkan umur Kerajaan Haru dengan Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit sbb:

Kerajaan Sriwijaya: 

Tahun 682M - 1377= 695 tahun.

Kerajaan Majapahit:

1293 M - 1527 = 234 tahun.

Kerajaan Haru:

Versi 1:

685 M - 1620 = 935 tahun.


Versi 2:

1225 M - 1620 = 395 tahun.

Kalau kita ambil tahun 685 maka Haru berdiri hampir 10 abad, lebih lama dari Sriwijaya.

Kalau kita anggap tahun 1225 maka Haru sempat exis hampir 4 abad. Lebih lama dari Majapahit. Ironisnya kedua Kerajaan tsb  pernah menyerang Haru. Namun dua2nya hancur sebelum Haru.

Bahkan Gajahmada menyerang Haru di tahun 1335, namun Kerajaan dia Majapahit hancur di tahun 1527. Dan Haru sempat exis hampir 100 tahun sesudah hancurnya Majapahit.

Nah, kehebatan yang maha luar biasa Moyang kita, KENAPA kita melupakannya???

Hari ini berapa banyak kalak Karo yg kenal ttg Kerajaan Haru ? Minim sekali, termasuk mayoritas cerdik pandai kita.

Berapa banyak yang kenal tentang riwayat Aksara Karo ? Sangat minim. Inilah tugas utama KF menurut hemat saya yang perlu dikerjakan. Angkat kembali sejarah Perababan Karo itu. Lain2 perihal Ekonomi dsbnya akan menyusul.

Hidupkan marwah Karo teramat penting. Setiap insan Karo harus sadar: Siapa saya? Dari mana asal usul saya.? Betapa agung kehebatan dan pencapaian Moyang saya.??


Bujur melala.🙏🙏🙏


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025