Featured Post

Catatan Tambahan Khotbah Minggu 29 Maret 2026

Gambar
Thema : Raja Yang Datang Di Dalam Nama TUHAN.   (Raja Si reh Ibas Gelar Tuhan) Nas Khotbah : Lukas 19 :  28 – 40 I. Pendahuluan Saudara yang dikasihi Tuhan, narasi "Minggu Palmarum" seringkali terjebak dalam romantisme sorak-sorai semata. Namun, jika kita menggali lebih dalam, perjalanan Yesus ke Yerusalem bukanlah sebuah kebetulan sejarah. Ini adalah sebuah proklamasi kedaulatan. Yesus tidak sedang hanyut dalam arus massa; Dialah yang menetapkan arus tersebut. Tema kita hari ini, "Raja Yang Datang Di Dalam Nama TUHAN", memanggil kita untuk memeriksa kembali: Raja seperti apa yang kita sembah? Apakah Dia Raja yang memenuhi ambisi kita, atau Raja yang memenuhi kehendak Bapa?  II. Fakta dari Nas: Kedaulatan Sang Sutradara Agung Lukas mencatat dengan detail bagaimana Yesus mengatur pengambilan keledai. Ini bukan sekadar meminjam kendaraan. Secara teologis, ini menunjukkan bahwa Yesus adalah Sutradara Paling Agung dalam kehidupan manusia. Dia menguasai semua skenario da...

Kerajaan Haru Dan Karo Foundation

 

Oleh Barata Berahmana


Mjjh man kita kerina.

Saya mohon ijin memberikan sedikit masukan tentang maksud dan tujuan mendirikan Karo Foundation:

Tujuan utama mendirikan KF adalah untuk hidupkan kembali Marwah, Harkat dan Jatidiri Bangsa Karo yang saat ini berada di titik nadir.

Untuk itu perlu di angkat kambali sejarah Peradaban Karo/ Karo Civilisation.

Sejarahnya, Aksara nya dan Budaya nya.



Saya perhatikan hampir semua narasi yang muncul itu hanya bicarakan Budaya Karo- Tari2an, Nyanyian, Musik- dan musik pun Pop yg merajalela. Hampir tidak ada yang bicarakan Peradaban serta Aksara/Bahasanya. Kita lupa bahwa Budaya itu lahir dari Peradaban Karo itu. Bila Peradaban hilang, Aksara hilang maka peralahan-lahan Bahasa akan hilang, sekalian Budaya nya. 

Bangsa Karo pernah menjadi Bangsa berjaya di seantero Nusantara ini. Hanya suatu Bangsa yang mampu mendirikan Kerajaan. Beserta Aksara nya. Aksara Karo sudah hidup lebih dari 1200 tahun.

Menurut Prof.Dr.Uli Kozok dari Aksara inilah lahir Aksara2 lain seperti Toba, Pakpak, Simalungun dll Aksara di suku2 yang di sebut suku2 Batak. Kerajaan Haru/Aru  berjaya selama ratusan tahun.

Ada 2 Versi ttg tanggal berdirinya Kerajaan Haru ini.

Umumnya disebut dia berdiri di tahun 1225 M.  Tapi Dr.Roy Fachraby Ginting juga sebut bahwa Haru sudah berdiri di tahun 685M. Tahun runtuhnya Haru ada dua versi, 1613 dan 1620.  Saya lebih yakin pada 1620.

Sekarang mari kita bandingkan umur Kerajaan Haru dengan Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit sbb:

Kerajaan Sriwijaya: 

Tahun 682M - 1377= 695 tahun.

Kerajaan Majapahit:

1293 M - 1527 = 234 tahun.

Kerajaan Haru:

Versi 1:

685 M - 1620 = 935 tahun.


Versi 2:

1225 M - 1620 = 395 tahun.

Kalau kita ambil tahun 685 maka Haru berdiri hampir 10 abad, lebih lama dari Sriwijaya.

Kalau kita anggap tahun 1225 maka Haru sempat exis hampir 4 abad. Lebih lama dari Majapahit. Ironisnya kedua Kerajaan tsb  pernah menyerang Haru. Namun dua2nya hancur sebelum Haru.

Bahkan Gajahmada menyerang Haru di tahun 1335, namun Kerajaan dia Majapahit hancur di tahun 1527. Dan Haru sempat exis hampir 100 tahun sesudah hancurnya Majapahit.

Nah, kehebatan yang maha luar biasa Moyang kita, KENAPA kita melupakannya???

Hari ini berapa banyak kalak Karo yg kenal ttg Kerajaan Haru ? Minim sekali, termasuk mayoritas cerdik pandai kita.

Berapa banyak yang kenal tentang riwayat Aksara Karo ? Sangat minim. Inilah tugas utama KF menurut hemat saya yang perlu dikerjakan. Angkat kembali sejarah Perababan Karo itu. Lain2 perihal Ekonomi dsbnya akan menyusul.

Hidupkan marwah Karo teramat penting. Setiap insan Karo harus sadar: Siapa saya? Dari mana asal usul saya.? Betapa agung kehebatan dan pencapaian Moyang saya.??


Bujur melala.🙏🙏🙏


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025