Featured Post

MENGUJI DAYA TAHAN EKONOMI INDONESIA:

Gambar
  ​Mengukur Ketahanan Makro di Tengah Guncangan Mikro dan Visi Substitusi Impor ​ Oleh: Ir. Analgin Ginting Jakarta, 5 Juni 2026 ​1. Pendahuluan ​Memasuki pertengahan tahun 2026, lanskap ekonomi Indonesia dihadapkan pada sebuah paradoks besar yang memicu perdebatan sengit di kalangan akademisi dan pengambil kebijakan. Di satu sisi, indikator makro di atas kertas menunjukkan ketahanan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang impresif. Namun di sisi lain, sektor riil dan pasar keuangan domestik memancarkan sinyal darurat. ​Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026 , tekanan eksternal telah menyeret nilai tukar Rupiah menembus batas psikologis baru di kisaran Rp 17.980 hingga Rp 18.036 per Dollar AS , setelah sempat tertekan ke rekor terendah Rp 18.049. Pelemahan nilai tukar yang kronis ini diikuti oleh kondisi Pasar Modal yang "berdarah-darah"; Indeks Harga Saham Ganungan (IHSG) mengalami koreksi tajam ke zona merah karena aksi jual masif ( capital outflow ) oleh investor asin...

Kerajaan Haru Dan Karo Foundation

 

Oleh Barata Berahmana


Mjjh man kita kerina.

Saya mohon ijin memberikan sedikit masukan tentang maksud dan tujuan mendirikan Karo Foundation:

Tujuan utama mendirikan KF adalah untuk hidupkan kembali Marwah, Harkat dan Jatidiri Bangsa Karo yang saat ini berada di titik nadir.

Untuk itu perlu di angkat kambali sejarah Peradaban Karo/ Karo Civilisation.

Sejarahnya, Aksara nya dan Budaya nya.



Saya perhatikan hampir semua narasi yang muncul itu hanya bicarakan Budaya Karo- Tari2an, Nyanyian, Musik- dan musik pun Pop yg merajalela. Hampir tidak ada yang bicarakan Peradaban serta Aksara/Bahasanya. Kita lupa bahwa Budaya itu lahir dari Peradaban Karo itu. Bila Peradaban hilang, Aksara hilang maka peralahan-lahan Bahasa akan hilang, sekalian Budaya nya. 

Bangsa Karo pernah menjadi Bangsa berjaya di seantero Nusantara ini. Hanya suatu Bangsa yang mampu mendirikan Kerajaan. Beserta Aksara nya. Aksara Karo sudah hidup lebih dari 1200 tahun.

Menurut Prof.Dr.Uli Kozok dari Aksara inilah lahir Aksara2 lain seperti Toba, Pakpak, Simalungun dll Aksara di suku2 yang di sebut suku2 Batak. Kerajaan Haru/Aru  berjaya selama ratusan tahun.

Ada 2 Versi ttg tanggal berdirinya Kerajaan Haru ini.

Umumnya disebut dia berdiri di tahun 1225 M.  Tapi Dr.Roy Fachraby Ginting juga sebut bahwa Haru sudah berdiri di tahun 685M. Tahun runtuhnya Haru ada dua versi, 1613 dan 1620.  Saya lebih yakin pada 1620.

Sekarang mari kita bandingkan umur Kerajaan Haru dengan Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit sbb:

Kerajaan Sriwijaya: 

Tahun 682M - 1377= 695 tahun.

Kerajaan Majapahit:

1293 M - 1527 = 234 tahun.

Kerajaan Haru:

Versi 1:

685 M - 1620 = 935 tahun.


Versi 2:

1225 M - 1620 = 395 tahun.

Kalau kita ambil tahun 685 maka Haru berdiri hampir 10 abad, lebih lama dari Sriwijaya.

Kalau kita anggap tahun 1225 maka Haru sempat exis hampir 4 abad. Lebih lama dari Majapahit. Ironisnya kedua Kerajaan tsb  pernah menyerang Haru. Namun dua2nya hancur sebelum Haru.

Bahkan Gajahmada menyerang Haru di tahun 1335, namun Kerajaan dia Majapahit hancur di tahun 1527. Dan Haru sempat exis hampir 100 tahun sesudah hancurnya Majapahit.

Nah, kehebatan yang maha luar biasa Moyang kita, KENAPA kita melupakannya???

Hari ini berapa banyak kalak Karo yg kenal ttg Kerajaan Haru ? Minim sekali, termasuk mayoritas cerdik pandai kita.

Berapa banyak yang kenal tentang riwayat Aksara Karo ? Sangat minim. Inilah tugas utama KF menurut hemat saya yang perlu dikerjakan. Angkat kembali sejarah Perababan Karo itu. Lain2 perihal Ekonomi dsbnya akan menyusul.

Hidupkan marwah Karo teramat penting. Setiap insan Karo harus sadar: Siapa saya? Dari mana asal usul saya.? Betapa agung kehebatan dan pencapaian Moyang saya.??


Bujur melala.🙏🙏🙏


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 13 - 19 Juli 2025