Featured Post

Surat Ukat, Endi-Enta, dan Soteriologi Calvin: Temuan Kontekstual Anugerah dan Perbuatan Baik

Gambar
  Oleh Pt. Em. Analgin Ginting Abstrak ​Artikel ini mengeksplorasi korelasi antara filosofi hidup masyarakat Karo yang terekam dalam konsep Surat Ukat ( Endi-Enta ) dengan soteriologi Calvinis, khususnya mengenai doktrin anugerah Allah ( sola gratia ) dan perbuatan baik sebagai ucapan syukur ( gratitudo ). Melalui pendekatan teologi kontekstual, tulisan ini menunjukkan bahwa kearifan lokal Karo menyediakan gambaran kultural yang tepat untuk memahami keterdahuluan anugerah Allah sebelum tanggung jawab etis manusia. I. Pendahuluan ​Masyarakat Karo memiliki pandangan hidup yang berakar kuat pada pemeliharaan kehidupan dan relasi sosial. Salah satu ekspresi filosofis yang terekam dalam budaya Karo—terutama melalui Surat Ukat (surat ucapan/ungkapan kehendak hati)—adalah dinamika relasional antara Endi (memberi) dan Enta (meminta respon/hasil) [1]. ​Dalam kehidupan sehari-hari, makanan berfungsi sebagai simbol utama pemeliharaan. Orang Karo percaya bahwa Tuhan ( Dibata ) adalah Pemb...

Catatan Tambahan PA Permata 7 - 13 April 2024

 

Nas Imamat 19 : 32

Tema : Mehamat Man Saitun

Tujuan Agar PERMATA GBKP:

1.      Megiken ras nuriken pedah Dibata kerna kepatuhan anak man Saitun .   

2.      Ncidahken kehamaten man Saitun alu nehken kekelengen  guna ndatken kejuah juahen

Imamamat 19 : 32

19:32 Engkau harus bangun berdiri di hadapan orang ubanan dan engkau harus menaruh hormat kepada orang yang tua dan engkau harus takut akan Allahmu; Akulah TUHAN



FAKTA DAN MAKNA 

1.      Engkau harus bangun berdiri di hadapan orang ubanan

Anak muda, Permata diminta untuk berdiri (siap disuruh, diperintah oleh)  orang ubanan orang yang sudah tua.  Ini perlu sekali supaya antara orang tua dan orang muda terjalin satu relationship[ yang bagus, dan mencipatakan kedamaian kepada semua pihak.  Anak muda yang cuek, sombong, malas dan anggap remeh tidak lah menciptakan kebanggaan bagi orang tua, Saitun.

2.      Dan  engkau harus menaruh hormat kepada orang yang tua

Menaruh hormat kepada orang tua, adalah sebuah kebiasaan, sebuah karakter  yang sangat terpuji.  Budaya karo, khususnya,  Budaya TIMUR secara umum,  adalah Budaya yang sangat hormat kepada Orang Tua.   Sekolot apapun orang tua, harus tetap dihormati dan dihargai.  Orang Tua disini, bukan hanya ayah ibu kita tapi setiap orang tua yang bis akita temui dimana pun kita berada.  Asal

3.      dan engkau harus takut akan Allahmu; Akulah TUHAN

Dijelaskan disini bahwa rajin dan hormat kepada orang tua, adalah berdasar kepada TAKUT KEPADA TUHAN.  Orang tua adalah wakil Tuhan, saat orang tua melhirkan anaknya, maka dia sudah menjadi pemeran TUHAN dalam menghadirkan anaknya itu kedunia.  Oleh sebab itu TUHAN sangat meghargai orang tua, sehingga diperintahkanNYA supaya setiap anak

 

PENERAPAN

1.      Kenali lah dirimu, daftarkan talentamu.  Lalu berusaha lah untuk menggali dan melatihnya sehingga kamu  sukses dan berhasil.  Danjadikan kesuksesanmu sebagai persembahan untuk menghormati orang tua.  Jangan melakukan yang tidak baik, jangan korupsi, jangan mencuri, jangan melakukan tindakan tindakan yang tidak menciptakan rasa hormat kepada orang tuamu.

 

2.      Berfikir dan bertindak lah proaktif, inovasikan sesuatu untuk menghormati orang tua di GBKP.  Kalau kamu suka teknologi, ciptakan lah teknologi untuk membuat para Saitun di GBKP merasa bersyukur akan hidupnya, akan pemilihannya sebagai saitun.  Dengan demikian, nama Tuhan Lebih dimuliakan lagi. Amin?

Pt. Analgin Ginting

GBKP Graha Harapan Bekasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025