Featured Post

Merancang Arsitektur Pembinaan Spiritual: Menuju Transformasi Profesionalisme dan Keteladanan di GBKP

Gambar
  Oleh: Analgin Ginting Kondisi spiritualitas jemaat GBKP saat ini berada pada persimpangan jalan yang krusial. Pasca-pandemi, kita menyaksikan sebuah paradoks: di satu sisi kita merayakan euforia pemilihan pelayan (Pt/Dk), namun di sisi lain kita menghadapi penurunan partisipasi dan "kelelahan pelayanan" yang mengkhawatirkan. Spiritualitas sering kali terjebak dalam rutinitas liturgis yang kering, sementara Kerygma (pemberitaan) belum sepenuhnya meresap menjadi gaya hidup. Untuk menjawab tantangan ini, kita tidak bisa lagi mengandalkan metode konvensional. Kita membutuhkan transformasi fundamental yang menyentuh tiga pilar utama: Pemuridan, Keteladanan, dan Profesionalisme. 1. Krisis Integritas: Melampaui Euforia Periodisasi Kita harus jujur mengakui bahwa semangat pelayanan di GBKP sering kali bersifat fluktuatif—membara di awal pemilihan dan menjelang akhir periode, namun meredup di tengah jalan. Spiritualitas pemimpin adalah plafon bagi spiritualitas jemaat; jemaat tidak ...

Catatan Tambahan PJJ GBKP 31 Oktober – 6 Nopember 2021.

 KERINA ERDAHIN (GOTONG ROYONG)

Keluaren 17:10-16

(Garis Garis Besar Pelayanan GBKP )

Teks  :  Keluaran 17 : 10 - 16      

17:10        Ilakoken Josua bagi si iperentahken Musa man bana, e maka lawes ia ndarat erperang ngelawan bangsa Amalek, sedangken Musa, Harun ras Hur lawes ku datas uruk.

17:11        Adi iangkat Musa tanna ku datas, menang bangsa Israel, tapi adi ipesusurna tanna, bangsa Amalek mulai ka menang.

17:12        Kenca enggo latih iakap Musa natang tanna, ibaba Harun ras Hur batu man ingan Musa kundul. Ia duana tedis arah kawes ras kemuhenna ngangkat tan Musa; bage me ibahanna terus ngadi-ngadi ben.

17:13        Alu bage keri kal italuken Josua bangsa Amalek.

17:14        Kenca bage nina TUHAN man Musa, "Suratken lah turi-turin kemenangen enda gelah jadi peringet-ingeten. Kataken man Josua maka ateKu ngkeriken kerina bangsa Amalek."

17:15        Ipajekken Musa sada batar-batar ingan persembahen janah ibahanna gelarna, " TUHAN kap Panji-panjingku."

17:16        Nina, "Angkat meganjang-meganjang panji-panji TUHAN ! TUHAN la banci lang terus erperang ngelawan bangsa Amalek seh rasa lalap.

Fakta

1.    Josua punya kepatuhan kepada Musa, dia dengan penuh komitmen pergi berperang melawan Bangsa Amalek.  Tapi Musa juga pergi ke atas bukit bersama Harun dan Hur.

2.    Ketika Musa mengangkat tangannya, Josua bersama bangsa Israil menang.  Tapi kalau tangannya turun (kalau kelelahan), maka bangsa Amalek bisa mengalahkan bangsa Israel.  Lalu Harun dan Hur meminta Musa duduk, dan mereka berdua mengangkat tangan nya.  Dan benar Josua dengan seluruh pasukannya Bangsa Israil bisa mengalahkan Bangsa Amalek.

3.    Tuhan bertitah kepada Musa untuk menuliskan kisah kemenangan ini supaya menjadi ingatan selamanya Bangsa Jahudi.  Dan Musa pun mendirikan altar persembahan di bukit itu.

Sumber photo : https://clergystuff.com/

Makna

1.    Josua patuh, dan Musa tetap mendampingi dengan mengangkat tangannya.  Dan tercipta kemenangan.  Namun pada saat Musa lelah, dia membutuhkan kerjasama  dengan pihak lain untuk mengangkat tanganNYA.  Tuhan memang menciptakan manusia terbatas di dunia, sehingga tidak mungkin (impossible) memenangkan pertandingan besar dengan sendirian.  Manusia membutuhkan manusia lain untuk mewujudkan sebuah kemenangan bersejarah. 

2.    Apa hubungannya angkat tangan dengan menang berperang? Sulit ditemukan logikanya.  Namun itu fakta. Tangan Musa terangkat menang. Tangan Musa turun kalah.  Berarti ada pengaruh kondisi mental, fisik dan spiritual saat berperang.  Dan kemenangan serta keberhasilan pelayanan selalu punya kaitan spiritualitas atau kaitan teologis.  Tangan terangkat adalah symbol bermohon kepada Tuhan.  Dan Tuhan menolong jika ada upaya untuk menghormati Tuhan serta berserah kepada Tuhan serta menang.   Kemenangan Josua menumpas Bangsa Amalek, bukanlah karena kehebatan Josua dan pasukannya.  Tapi juga karena Doa dan restu Musa, serta bantuan Harun dan Hur yang tetap mengkondisikan Musa mendekat dengan Tuhan dengan mengangkat tangan.  Berarti seluruh bentuk kerja sama atau gotong royong mempunyai basis teologis yang sangat dalam dan nyata.  Tidak ada kemenengan tanpa kerja sama, tidak ada kemenangan tanpa bantuan Tuhan.

3.    Dalam kerja sama, semua harus jelas peran nya dan melakukan perannya dengan penuh ketotalan.

                                                             i.     Josua memimpin peperangan, dia lakukan sepenuhnya meskipun taruhannya adalah kena lembing dan mati.

                                                            ii.     Musa mengangkat tangan, meminta kekuatan Tuhan

                                                          iii.     Harun mengangkat tangan Musa, karena ada keterbatasan alamiah Musa, yaitu kelelahan.  (Tidak ada manusia yang tidak dihinggapi kelelahan)

                                                          iv.     Hur mengangkat  tangan Musa bergantian atau serentak dengan Harun.  Namun nama Hur abadi walaupun perannya hanya angkat tangan Musa. 

4.    Semua kemenangan bersama Tuhan, harus terus ditulis dan diceritakan sampai kapanpun, supaya nama Tuhan dimuliakan sampai kapanpun.

 

Pengkenaina

·            Tidak ada kemenangan tanpa kerja sama, tidak ada keberhasilan pelayanan tanpa gotong royong.  Itulah yang sudah dilakukan oleh Musa, Josua, Harun dan Hur dalam perikop ini.  Jadi akuilah kelemahan kita, berjiwa besar lah meminta dan menerima pertolongan orang lain dalam melakukan pekerjaan besar Anda.  Termasuk dalam pelayanan pelayanan yang kam lakukan, bekerja sama lah dan berdoa lah.

·            Siapa yang bertanggung jawab menciptakan gotong royong, siapa bertanggung jawab menciptakan kerja sama, padahal ini adalah kehendak Tuhan Yesus?  Jawabnya semua yang mempunyai jiwa kepemimpinan seperti Musa dan Josua, seperti Harun dan Hur.  Pekalah membaca situasi pelayanan di Runggunndu, atau di sektorndu.  Segera arahkan untuk saling bergotong royong.  Saat bergotong royong, TUhan Yesus Hadir. Amin.

Pt. Analgin Ginting

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025