Featured Post

Merancang Arsitektur Pembinaan Spiritual: Menuju Transformasi Profesionalisme dan Keteladanan di GBKP

Gambar
  Oleh: Analgin Ginting Kondisi spiritualitas jemaat GBKP saat ini berada pada persimpangan jalan yang krusial. Pasca-pandemi, kita menyaksikan sebuah paradoks: di satu sisi kita merayakan euforia pemilihan pelayan (Pt/Dk), namun di sisi lain kita menghadapi penurunan partisipasi dan "kelelahan pelayanan" yang mengkhawatirkan. Spiritualitas sering kali terjebak dalam rutinitas liturgis yang kering, sementara Kerygma (pemberitaan) belum sepenuhnya meresap menjadi gaya hidup. Untuk menjawab tantangan ini, kita tidak bisa lagi mengandalkan metode konvensional. Kita membutuhkan transformasi fundamental yang menyentuh tiga pilar utama: Pemuridan, Keteladanan, dan Profesionalisme. 1. Krisis Integritas: Melampaui Euforia Periodisasi Kita harus jujur mengakui bahwa semangat pelayanan di GBKP sering kali bersifat fluktuatif—membara di awal pemilihan dan menjelang akhir periode, namun meredup di tengah jalan. Spiritualitas pemimpin adalah plafon bagi spiritualitas jemaat; jemaat tidak ...

Kapasitas Kerja Ahok Setara Dengan Christiano Ronaldo

Sebenarnya sulit dibandingkan. Namun sebagai Analogi KAPASITAS kerja Ahok itu ibarat Christiano Ronaldo ( CR7). CR7 terkenal sebagai pemain yang dedikasinya kepada Bola melebihi siapapun. Apapun dia berikan dan persembahkan untuk bola. Ingat Piala Eropah tahun 2016 kemarin, sudah sakit pun dia tetap bermain dan memimpin teman temannya dari pinggir lapangan. Hasilnya Portugal Juara Eropah.

Ahok, pun demikian apapun dia berikan untuk kerja. Ketika dia masih aktif, dan harus mengikuti persidangan atas tuduhan yang diberikan kepadanya, setelah selesai persidangan apa yang dia lakukan? Kerja. 

(Sumber Foto : Google)

Pak Djarot sang wakil gubernur mengatakan paling cepat Ahok pulang dari kerja pada jam 9 malam atau bahkan sampai jam 10 malam. Luar Biasa.

Sekarang bayangkan kalau ada keputusan dan harus dijalani oleh Ronaldo bahwa dia selama 2 tahun full, atau 2 musim full tidak bisa bermain memperkuat Real Madrid, atau kesebelasan nasional Portugal. Siapa yang rugi? Jelas yag rugi adalah Real Madrid, Kes Nasional Portugal, Industri Televisi, dan penonton dari seluruh dunia akan rugi Bro.

(Sumber Foto : Google)

Lalu siapa yang bisa menggantikan ROnaldo? Ada yang bisa menggantikan dirinya ? Messi pun belum sanggup menggantikan CR 7, apalagi Bale, Neymar, Diego Costa, Ozil, Keane gak ada yang sanggup menggantikannya. Bahkan 1000 pemain sepak bola yang lain secara bersamaan tidak akan bisa menggantikannya. YANG BODOH adalah orang yang menghukum dan melarang CR 7 untuk bermain.

Ketika Ahok dipenjara siapa yang rugi? Rakyat JAKARTA, dan seluruh SKPD Propinsi DKI akan kehilangan sosok pemimpin yang tegas, berani, punya integritas dan pro rakyat. Jadi terlepas dari kasus hukum nya, maka pemenjaraan Ahok membuat rugi program program Jakarta.

(Sumber Foto : Google)

Seandainya hukum Ahok dikonversi kepada hukum sosial, atau hukum tidak berbicara, atau hukum kerja di daerah terpencil, maka dalam waktu 2 tahun Ahok pasti bisa mengubah daerah itu menjadi sangat maju. Misalnya, tempatkan Ahok sebagai Konsultan Pemerintah Propinsi Kalimantan Utara, atau Papua atau dimana saja selama dua tahun bekerja tidak dibayar sebagai kompensasi
hukumannya dua tahun di penjara. Lalu setelah dua tahun ditagih hasilnya dengan memakain ukuran keberhasilan dengan standar paling tinggi. Apa hasilnya kelak? Pasti sesuatu yang luar biasa.

Jadi menurut saya adalah sebuah KESALAHAN dan KEBODOHAN memberikan Ahok hukuman 2 tahun penjara, bukan hukuman yang dikompesasikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025