Featured Post

Catatan Tambahan PJJ: 2 – 8 Agustus 2026

Gambar
 ​ Tema: Makin Dalam Mengenal Tuhan ( Erbagesna Nandai Dibata ) ​Nats Alkitab: Kolose 1:9–10 ​ Kolose 1:9–10 (TB): "Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah," ​ 1. Pendahuluan ​Pengenalan akan Allah merupakan inti dari kehidupan rohani seorang percaya. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa semangat dan strategi untuk belajar agar lebih mengenal Tuhan dalam diri jemaat GBKP boleh dikatakan sangat rendah. Pengenalan akan Tuhan masih dominan bersifat sosial—hanya sebatas tradisi, rutinitas kebudayaan, atau relasi komunal—dan bukan lahir dari perenungan pribadi ( personal devotion ) yang mendalam bersama T...

Ilmuwan Kuak Rahasia 'Kehidupan' Setelah Mati

 Sumber :  http://u.msn.com/id-id/berita/dunia/ilmuwan-kuak-rahasia-kehidupan-setelah-mati/ar-BBvGBCJ?ocid=TSHDHP



Kematian adalah konsekuensi tak terhindarkan dalam kehidupan, tapi baru-baru ini sejumlah peneliti mengaku 'membenarkan' adanya kehidupan setelah kematian. Apa maksudnya?
Menurut para pakar, kesadaran (consciousness) manusia ternyata berlanjut bahkan setelah jantung seseorang berhenti berdetak.

Dikutip dari News.com.au pada Selasa (16/8/2016), suatu penelitian oleh para ilmuwan Inggris terhadap lebih dari 2.000 orang memberi konfirmasi bahwa pikiran tetap bekerja bahkan setelah kematian.

Terungkap juga bukti adanya pengalaman 'luar raga' pada seorang pasien yang telah dinyatakan meninggal oleh tenaga medis.
Menurut para ilmuwan, otak manusia berhenti melakukan kegiatan selama 30 detik setelah jantung berhenti memompa darah ke seluruh tubuh dan kesadaran berhenti juga kira-kira pada waktu yang sama.

Namun demikian, sebuah penelitian oleh University of Southampton menengarai hal yang berbeda. Penelitian baru tersebut menunjukkan bahwa orang masih lanjut mengalami kesadaran hingga 3 menit setelah kematian.

Dr. Sam Parnia yang menjadi kepala penelitian menjelaskan, "Berlawanan dengan pandangan selama ini, kematian bukanlah suatu momen yang spesifik, tapi suatu proses yang berpotensi dibalik dan terjadi setelah sakit parah atau kecelakaan yang menyebabkan jantung, paru-paru, dan otak berhenti berfungsi."

"Jika ada upaya-upaya untuk membalik proses ini, hal itu disebut sebagai 'gagal jantung', tapi jika upaya-upayanya tidak berhasil, hal ini disebut dengan 'kematian'."

Di antara 2.060 pasien dari Austria, Amerika, dan Inggris yang diwawancarai untuk penelitian dan telah menyintas kejadian terhentinya jantung, sekitar 40 persen mengatakan bahwa mereka mampu menyebutkan suatu bentuk kesadaran setelah diumumkan mati secara klinis.
Dr. Parnia menjelaskan pentingnya hal ini, "Hal ini menengarai adanya sejumlah orang yang pada awalnya memiliki kegiatan mental tapi kemudian kehilangan ingatan setelah mereka pulih, baik karena dampak cedera otak maupun obat bius pada pemanggilan ingatan tersebut."
Hanya 2 persen pasien yang menjelaskan pengalaman konsisten dengan pengalaman 'luar raga', yaitu sensasi ketika seseorang merasa hampir sadar sepenuhnya tentang keadaan sekeliling setelah mereka meninggal.

Sekitar setengah dari penjawab penelitian mengatakan bahwa pengalaman mereka bukan sebagai kesadaran, tapi sebagai ketakukan.
Mungkin salah satu temuan yang paling penting dalam penelitian ini adalah ketika seorang pria berusia 57 tahun diduga sebagai yang pertama membenarkan pengalaman 'luar raga' pada seorang pasien.

Setelah mengalami gagal jantung, pasien itu mengungkapkan mampu mengingat apa yang terjadi di sekitarnya dengan ketepatan yang luar biasa setelah mati untuk sementara waktu.

Dr. Parnia mengatakan, "Hal ini penting, karena seringkali disangka bahwa pengalaman berkaitan dengan kematian kemungkinan besar hanyalah halusinasi atau ilusi yang terjadi sebelum jantung berhenti atau setelah jantung berhasil digiatkan kembali, tapi bukan dipandang sebagai suatu pengalaman berkaitan dengan kejadian 'nyata' ketika jantungnya tidak berdetak."

"Dalam kasus ini, kesadaran dan kewaspadaan seperti terjadi selama masa 3 menit ketika sedang tidak ada detak jantung."

"Terdengar seperti paradoks, karena otak biasanya berhenti berfungsi dalam 20 hingga 30 detik setelah jantung berhenti dan tidak bergiat lagi sebelum jantung dimulai lagi."
"Lebih daripada itu, ingatan terinci tentang kewaspadaan visual dalam kasus ini konsisten dengan kejadian-kejadian yang telah mendapat verifikasi."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026