Featured Post

Musuh Yang Kita Hadapi Tidak Selemah Yang Kita Bayangkan

Gambar
  ​ Oleh:  Pt. Em, Analgin Ginting ​Pendahuluan: Paradoks Pengenalan Diri ​Perjalanan spiritualitas manusia sering kali terjebak dalam dikotomi antara yang sakral dan yang profan. Namun, sebuah tesis mendasar yang diangkat oleh Dharma Pongrekun mengingatkan kita pada sebuah kebenaran kuno: mustahil bagi seseorang untuk beriman kepada Tuhan jika ia tidak mengenal dirinya sendiri. Iman tanpa pengenalan diri adalah sebuah fatamorgana intelektual, sebuah bangunan tanpa fondasi yang kokoh. Jika kita tidak memahami siapa subjek yang percaya, maka objek kepercayaan itu pun menjadi kabur dan kehilangan esensinya. ​Dalam konteks teologi klasik, gagasan ini menemukan resonansi terdalamnya dalam pemikiran Yohanes Calvin. Calvin menegaskan bahwa pengetahuan tentang Allah dan pengetahuan tentang diri kita sendiri adalah dua hal yang saling bertaut erat. Seseorang tidak dapat memandang dirinya secara jujur tanpa menyadari kehadiran Sang Pencipta, dan sebaliknya, seseorang tidak dapat mem...

Duet Kepemimpinan Ideal Ketua Moderamen GBKP dan Bupati Kabupaten Karo

Pendeta Agustinus Purba STh, MA telah terpilih dan sudah dilantik menjadi ketua umum Moderamen GBKP untuk periode 2015 – 2020. Bersama 9 orang pengurus moderamen yang lain mereka akan memimpin dari kantor pusat GBKP, dari Jalan Kapten Pala Bangun 66 Kabanjahe. Merga Purba yang disandang oleh Pdt Agustinus adalah bagian dari marga Karo-Karo yang menunjukkan identitas kuta kemulihen-nya.

Kota Kabanjahe adalah ibukota Kabupaten Karo yang pada awalnya berpusat di Rumah Kabanjahe. Kampung Rumah Kabanjahe didirikan oleh Marga Karo-karo Purba. Ada dua orang tokok bermarga Purba yang sangat terkenal pada masa penjajahan dan pada masa awal masuknya Injil ke Kota Kabanjahe. Mereka adalah Sibayak atau Raja yang sebenarnya bersaudara yaitu Pa Mbelgah dan Pa Pelita. Pa Mbelgah sangat anti kepada penjajah Belanda, sehingga Injil yang masuk ke Kabanjahe melalui penginjil Bangsa Belanda pun ditolak bahkan diperanginya. Sedangkan saudaranya Pa Pelita (ayah mereka kakak adik, jadi Pa Mbelgah dan Pa Pelita senina sembuyak bapa, lihat sumber) sangat pro terhadap Injil. Sehingga Pa Pelita inilah yang dipakai oleh Zending sebagai mediatornya untuk menyebarkan ajaran kekristenan di Kabanjahe dan sekitarnya.

Bupati Terkelin Berahmana menyampaikan Piagam Kepada Pdt Agustinus Purba STh, MA

Terpilihnya Pdt Agustinus Purba sebagai ketua Moderamen GBKP tentu saja mengingatkan kembali akan ketokohan Pa Pelita dan Pa Mbelgah sebagai Raja atau Sibayak Kabanjahe. Bahwa marga Purba memang adalah Raja di Kabanjahe.

Selain marga Purba ada satu marga yang lain yang dianggap juga sebagai penguasa kota Kabanjahe yaitu marga Sembiring Berahmana. Marga Sembiring Berahmana sebenarnya bukan berasal dari dari Rumah Kabanjahe, namun dia menjadi anak beru Purba mergana karena menikahi anak perempuan Sibayak Purba. Lalu kepada Sembiring Berahmana ini diberikan lah satu kesain (halaman) sebagai tempat tinggalnya di rumah Kabanjahe. Marga Sembiring Berahmana sangat hormat kepada kalimbubunya Purba Mergana, sehingga bersama sama mereka memimpin Kota Kabanjahe menjadi berkembang dan maju.

Pemimpin Kabupaten Karo saat ini adalah Bupati Terkelin Sembiring Berahmana, SH melanjutkan kepemimpinan Kena Ukur Surbakti yang dilengserkan pada tahun 2014 yang lalu. Terkelin Berahmana adalah seorang pemimpin yang sangat hati hati, rendah hati dan sangat takut akan money politic.

Periode Terkelin Berahmana akan berhenti pada bulan Desember 2015, saat Pilkada Kabupaten Karo dilaksanakan. Marga Purba adalah kalimbubu, dan Sembiring Berahmana adalah anak beru. Kombinasi marga ini telah terbukti berhasil dalam mendirikan dan menguasai Kabanjahe.

Saat ini pun kombinasi ini tercipta kembali. Marga Purba adalah Ketua Moderamen yang menjadi pemimpin warga Karo GBKP se Indonesia. Marga Berahmana adalah Bupati Kepala Daerah Kabupaten Karo yang menguasai lebih kurang 500 ribu penduduk berbagai suku Bangsa, dengan Suku Karo sebagai mayoritas.

Yang satu adalah pendeta, rohaniawan yang memiliki wawasan international dan mempunyai karakter kepemimpinan yang sangat kuat. Dan telah terbukti memimpin GBKP memberi pelayanan kepada puluhan ribu pengungsi sehingga Moderamen GBKP diberi penghargaan Reksa Utama Anindha melalui Pdt Agustinus P Purba STh, MA atas jasa-jasa yang luar biasa dalam bidang kemanusiaan untuk penanggulangan bencana.

Yang satunya lagi adalah Bupati Kepala Daerah yang sangat jujur dan penakut dalam mempergunakan uang atau anggaran yang tidak pada tempatnya. Sabar, rendah hati, banyak tersenyum serta rajin melakukan blusukan. Rakyat Kabupaten Karo serta warga jemaat seluruh GBKP menantikan kerja sama erat antara mereka berdua. Saling mengisi dan melengkapi dan saling mendoakan antara pemimpin Kabupaten Karo dan Ketua Moderamen, sehingga dalam era kepemimpinan mereka bisa tercipta kejayaan Rakyat Sirulo.

Pa Mbelgah Karo Karo Purba 

 Saya sudah membisikkan kepada Bupati Terkelin agar disediakan waktu minimal sekali dalam sebulan untuk Coffee Morning bersama dengan ketua Moderamen Pendeta Agustinus Purba sekedar tukar menukar informasi dan gagasan. Atau perjumpaan makan siang sekali sebulan antara kalimbubu Purba mergana dengan anak berunya Berahmana mergana di “rumah” Kalimbubu atau di “pendopo” anak beru yang megah.

Jika itu dapat terlaksana dengan baik,” kemesraan ini jangan lah cepat berlalu”. Tentu kita berdoa dan berharap agar Terkelin Berahmana SH berkenan untuk mengikuti kembali Pilkada bulan Desember nanti dan terpilih kembali menjadi Bupati Kabupaten Karo, sehingga mereka bersama sama dengan ketua moderamen dapat menjadi duet pemimpin untuk mencari jalan keluar bagi pemulihan keadaan seluruh korban meletusnya Gunung Sinabung. Semoga Tuhan yang empunya segala keadaan dan segala jaman mengabulkannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025