Featured Post

Perlunya Pembinaan Partisipatif dan Regeneratif di GBKP Runggun Graha Harapan Bekasi

Gambar
  Pt. Em Analgin Ginting M.Min.  Pendahuluan Pembinaan jemaat merupakan salah satu tugas hakiki gereja yang tidak dapat dipisahkan dari panggilan teologisnya sebagai ekklesia—umat Allah yang dipanggil, dibentuk, dan diutus ke tengah dunia (Ef. 4:11–13). Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang pembelajaran iman, karakter, dan kepemimpinan. Oleh karena itu, pembinaan yang berkelanjutan, partisipatif, dan regeneratif menjadi indikator penting kesehatan sebuah gereja lokal. Dalam konteks Gereja Batak Karo Protestan (GBKP), pembinaan memiliki makna yang lebih luas karena terkait erat dengan sistem pelayanan presbiterial-sinodal yang menekankan kepemimpinan kolektif-kolegial (runggu). Artikel ini hendak memperdalam, melengkapi, dan mengontekstualisasikan tulisan awal mengenai perlunya pembinaan di GBKP Runggun Graha Harapan Bekasi, dengan tetap mempertahankan esensi pengalaman empiris yang telah dituliskan, sekaligus memperkaya dengan muatan teologis dan refleksi aktual....

TV One Linier Dengan Aburizal Bakrie Tentang Tuduhan PKI


Ternyata terbukti sekarang bahwa ada hubungan linier atau garis lurus antara TV One dengan Aburizal Bakrie. TV One pernah menyiarkan bahwa PDIP seolah-olah berhubungan dengan organisasi terlarang yaitu PKI. Kantor TV One kala itu langsung didatangi oleh sejumlah relawan PDIP di Jogjakarta dan di Pulo Gadung.

Hari ini Aburizal Bakrie, dalam sambutan yang dia bacakan pada saat Deklarasi Koalisi Permanen di Tugu Proklamasi juga menyampaikan perkataan yang mirip. Menurut detik.com Aburizal Bakrie mengatakan seperti yang saya copy dibawah ini :
Menurut Ketum Golkar Aburizal Bakrie, salah satu alasan pembentukan koalisi permanen adalah adanya suara yang menyebut adanya ideologi yang sempat dilarang akan diizinkan masuk lagi ke Indonesia.
“Kita bermaksud akan menjaga pancasila jangan sampai ini nanti akan digantikan oleh ideologi lain, kita mendengar suara sayup-sayup akan membolehkan satu ajaran yang pernah dilarang,” kata Ical dalam sambutannya di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (14/7/2014).
Aburizal Bakrie mengatakan ada suara sayup sayup. Menurut saya pemakaian kata sayup sayup adalah suatu gaya bahasa yang sangat jauh dari kecerdasan dan kebijaksanaan. Sebab ada unsur ketidak pastian dalam kata sayup sayup.Beda sekali makna kata sayup sayup dengan kata “jelas.”
Bijaksanakah seorang ketua partai politik mengutip sesuatu yang masih sayup sayup saat berpidato yang disiarkan ke seluruh penjuru Tanah Air? Bukankah akan timbul kebingungan dan keresahan dengan perkataan itu?
Disamping itu dengan mengatakan bahwa “adanya ideologi yang sempat dilarang akan diizinkan masuk lagi ke Indonesia” jelas jelas maksudnya adalah Partai Komunis Indonesia (PKI). Sebab PKI lah yang selama ini diketahui olehsegenap Bangsa Indonesia sebagai partai yang mempunyai ideologi yang terlarang.
Jika memang demikian, maka Aburizal Bakrie dan TV One bisa dikatakan setali tiga uang. Sama saja, menuduh ada pihak yang akan menghidupkan kembali PKI. Jika tadinya TV One mengatakan bahwa PDIP lah yang menghidupkankembali PKI maka Aburizal Bakrie pun sebenarnya menuduh secara tidak langsung (baca tidak jantan) bahwa PDIP yang akan menghidupkan kembali ideologi yang terlarang itu.
Sebenarnya yang perlu dipertanyakan adalah koalisi yang mengusung Prabowo dan Hatta itu  sendiri yang di dalamnya ada Aburizal Bakrie. Coba jelaskan apa maksudnya logo burung (garuda) merah yang ada di dada sebelah kanan baju kebesarannya itu. Bukankah itu yang terang terangan sudah ingin merubah burung Garuda Pancasila yang sekarang menjadi burung merah? Bukankah ini yang bisa ditafsirkan ingin merubah dasar negara Indonesia itu? Ini bukan lagi sayup sayup atau samar samar, namun sudah terang dan jelas sekali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025