Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 01 - 07 Februari 2026

Gambar
  T erimalah Sahabatmu (Alokenlah Temanndu) Roma 15:7–13 Nas Utama Roma 15:7–13 (TB) “Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.” (Rm. 15:7) Pendahuluan Hidup manusia tidak pernah berdiri sendiri. Sejak awal penciptaan, Allah merancang manusia sebagai makhluk relasional. Karena itu, iman Kristen tidak hanya berbicara tentang hubungan vertikal dengan Allah, tetapi juga hubungan horizontal dengan sesama. Roma 15:7–13 menegaskan bahwa menerima sahabat—bahkan yang berbeda latar belakang, karakter, dan pandangan—bukanlah pilihan etis belaka, melainkan ekspresi iman yang sejati kepada Kristus. Fakta Teks (Roma 15:7–13) Rasul Paulus menasihati jemaat Roma yang terdiri dari orang Yahudi dan non-Yahudi. Terjadi ketegangan sosial, kultural, dan religius dalam jemaat. Kristus dipahami sebagai pelayan (διάκονος) yang menggenapi janji Allah kepada Israel. Keselamatan tidak eksklusif bagi satu bangsa, tetapi terbuk...

TV One Linier Dengan Aburizal Bakrie Tentang Tuduhan PKI


Ternyata terbukti sekarang bahwa ada hubungan linier atau garis lurus antara TV One dengan Aburizal Bakrie. TV One pernah menyiarkan bahwa PDIP seolah-olah berhubungan dengan organisasi terlarang yaitu PKI. Kantor TV One kala itu langsung didatangi oleh sejumlah relawan PDIP di Jogjakarta dan di Pulo Gadung.

Hari ini Aburizal Bakrie, dalam sambutan yang dia bacakan pada saat Deklarasi Koalisi Permanen di Tugu Proklamasi juga menyampaikan perkataan yang mirip. Menurut detik.com Aburizal Bakrie mengatakan seperti yang saya copy dibawah ini :
Menurut Ketum Golkar Aburizal Bakrie, salah satu alasan pembentukan koalisi permanen adalah adanya suara yang menyebut adanya ideologi yang sempat dilarang akan diizinkan masuk lagi ke Indonesia.
“Kita bermaksud akan menjaga pancasila jangan sampai ini nanti akan digantikan oleh ideologi lain, kita mendengar suara sayup-sayup akan membolehkan satu ajaran yang pernah dilarang,” kata Ical dalam sambutannya di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (14/7/2014).
Aburizal Bakrie mengatakan ada suara sayup sayup. Menurut saya pemakaian kata sayup sayup adalah suatu gaya bahasa yang sangat jauh dari kecerdasan dan kebijaksanaan. Sebab ada unsur ketidak pastian dalam kata sayup sayup.Beda sekali makna kata sayup sayup dengan kata “jelas.”
Bijaksanakah seorang ketua partai politik mengutip sesuatu yang masih sayup sayup saat berpidato yang disiarkan ke seluruh penjuru Tanah Air? Bukankah akan timbul kebingungan dan keresahan dengan perkataan itu?
Disamping itu dengan mengatakan bahwa “adanya ideologi yang sempat dilarang akan diizinkan masuk lagi ke Indonesia” jelas jelas maksudnya adalah Partai Komunis Indonesia (PKI). Sebab PKI lah yang selama ini diketahui olehsegenap Bangsa Indonesia sebagai partai yang mempunyai ideologi yang terlarang.
Jika memang demikian, maka Aburizal Bakrie dan TV One bisa dikatakan setali tiga uang. Sama saja, menuduh ada pihak yang akan menghidupkan kembali PKI. Jika tadinya TV One mengatakan bahwa PDIP lah yang menghidupkankembali PKI maka Aburizal Bakrie pun sebenarnya menuduh secara tidak langsung (baca tidak jantan) bahwa PDIP yang akan menghidupkan kembali ideologi yang terlarang itu.
Sebenarnya yang perlu dipertanyakan adalah koalisi yang mengusung Prabowo dan Hatta itu  sendiri yang di dalamnya ada Aburizal Bakrie. Coba jelaskan apa maksudnya logo burung (garuda) merah yang ada di dada sebelah kanan baju kebesarannya itu. Bukankah itu yang terang terangan sudah ingin merubah burung Garuda Pancasila yang sekarang menjadi burung merah? Bukankah ini yang bisa ditafsirkan ingin merubah dasar negara Indonesia itu? Ini bukan lagi sayup sayup atau samar samar, namun sudah terang dan jelas sekali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025