Featured Post

Catatan PJJ 10 – 16 Mei 2026

Gambar
  ​ Nats: Ibrani 12:3-11 Tema: Hidup Sesuai Yang Diingini Tuhan ( Nggeluh Rikutken Si Ngena Ate Dibata )   Pengantar ​Perjalanan iman bukanlah sebuah lintasan yang selalu datar dan penuh kemudahan, melainkan sebuah perlombaan yang menuntut ketekunan luar biasa di tengah berbagai tantangan. Penulis Ibrani mengajak kita untuk menoleh kembali pada keteladanan Yesus Kristus yang telah lebih dahulu menanggung bantahan dan penderitaan hebat dari orang-orang berdosa. Dengan memandang kepada-Nya, kita diingatkan bahwa keletihan mental dan keputusasaan adalah tantangan nyata yang hanya bisa dikalahkan jika kita memiliki fokus spiritual yang tepat, yaitu menyadari bahwa setiap tekanan yang kita alami adalah bagian dari proses pembentukan karakter yang lebih mulia. ​Di sisi lain, seringkali kita terjebak dalam keinginan untuk menjalani hidup yang serba gampang dan tanpa gesekan. Namun, nas ini menegaskan bahwa keberadaan ganjaran atau didikan Tuhan justru merupakan validasi ata...

MEGAH


Bacalah dan simaklah  bunyi Firman Tuhan dalam Jeremia Pasal  9  : 21 sampai 26 di bawah ini.  Lihat keindahan nuansanya, serta selami kedalaman makna yang terkandung lebat di dalamnya.  Ada informasi maha penting, yang seharusnya menjadi dasar pemahaman serta prinsip dalam upaya manusia mencari makna dalam kehidupannya. Tujuan tertinggi hidup ada di bagian akhir pasal ini.


"Maut telah menyusup ke jendela-jendela kita, masuk ke dalam istana-istana kita; ia melenyapkan kanak-kanak dari jalan, pemuda-pemuda dari lapangan; mayat-mayat manusia berhantaran seperti pupuk di ladang, seperti berkas gandum di belakang orang-orang yang menuai tanpa ada yang mengumpulkan."


Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya,tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN."


"Lihat, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku menghukum orang-orang yang telah bersunat kulit khatannya: orang Mesir, orang Yehuda, orang Edom, bani Amon, orang Moab dan semua orang yang berpotong tepi rambutnya berkeliling, orang-orang yang diam di padang gurun, sebab segala bangsa tidak bersunat dan segenap kaum Israel tidak bersunat hatinya."


Hermawan Kertajaya pernah berkata bahwa motivasi  suci manusia modern ada tiga yaitu  (1) menjadi orang cerdas dan bijaksana, (2) menjadi orang baik, dan (3) menjadi orang kaya dan banyak harta.   Hermawan Kertajaya orang Jawa, bukan bukan Batak Tapanuli, namun  apa yang dia katakan  mirip prinsip hidup orang Batak Tapanuli, Hamuraon (kemuliaan/kekuasaan), Hasangapon (kekayaan) dan Hagabeon (keturunan yang banyak).  Manusia mendambakan tiga hal itu dalam hidupnya.  Dan berupaya mati-matian untuk mendapatkannya.  Mereka jadi pengusaha, mereka jadi birokrat, mereka jadi politisi atau Presiden Partai Politik, mereka jadi militer, mereka jadi artis, jadi penyanyi, jadi penemu, jadi preman, jadi Mafia, semua tujuannya untuk menemukan dan meraih yang tiga hal tadi.


Namun ternyata sehebat sehebatnya manusia, seandainyapun dia  mampu mendapatkan 3 hal tadi dalam hidupnya,  dia tidak mampu untuk mengurangi penderitaan umat manusia.  Dia tidak mampu untuk menolak kematian.  Tidak ada orang hebat, orang berhasil, orang bijaksana, orang kuat, orang kaya, orang yang berketurunan paling banyak yang mampu menghilangkan kematian.  “Mayat mayat manusia bertebaran seperti pupuk di ladang” kata Jeremia.  Maut telah datang dan selalu datang menyusup masuk terus ke perlindungan paling dalam manusia.


Jadi, tidak ada sesuatu yang dapat memegahkan manusia.  Tidak ada alasan yang paling logis untuk diterima dan dipercaya sebagai alasan manusia untuk dapat bermegah diri.   Maut ada dimana mana.   Satu satunya kemegahan adalah karena mampu mengenal Tuhan.  Karena dapat memahami dan mengenal  Tuhan  di dalam kerumitan konsep Trinitatisnya.  Itulah satu satunya kemegahan yang dapat diraih oleh manusia.

Kemegahan hidup manusia bukan karena ia berkuasa, sekalipun kuasa politiknya mutlak.

Kemegahan hidup manusia bukan  karena  dia sering berada dalam pelukan wanita muda sekalipun berpuluh puluh bahkan beratus ratus.

Kemegahan hidup manusia bukan karena ia bijaksana, karena ia mengetahui hukum hukum dan ajaran ajaran hidup, bukan juga karena dia bersunat.

Kemegahan hidup manusia bukan juga karena kekayaannnya, sekalipun kekayaannya mampu melebihi kekayaan Bill Gates, yang mempunyai kekayaan senilai $76 Milyard (Tujuh puluh enam milyard dollar).

Namun kemegahan  manusia hanya bisa didapat dan dirasakan kalau ia mengenal “AKU”.   Dan “AKU” yang adalah “TUHAN” yang memelihara keadilan dan awal semua kehidupan di bumi serta hidup Kekal hanya dapat dikenal kalau Si “AKU” itu berbelas kasihan kepada manusia.  Jika ada seorang manusia, dari ras manapun, dari suku manapun, dari bangsa manapun  dari warna kulit apapun yang mampu mengenal si “AKU” itu hanya mungkin karena  DIA atau “AKU” mau mengenalkan diriNYA kepada manusia itu.
Hanya karena Tuhan mau memperkenalkan diriNYA baru seseorang mampu mengenal Tuhan.   Dan kalau  seseorang sudah mengenal TUHAN dia akan bermegah diri.  Dia pantas memegahkan dirinya atas pengenalannya terhadap Tuhan sang  Maha Adil dan Maha Pengasih setia.

Kemegahan orang seperti ini tidak terlihat dan terdengar di TV atau di Surat Kabar  serta Majalah.  Apalagi di Facebook, Twitter atau Blog.   Sebab kemegahan orang yang sudah mengenal Allah  terpancar  di dalam kesunyian dan kesenyapan abadi.   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 03 – 09 Agustus 2025

Catatan Tambahan PJJ 13 - 19 Juli 2025