Featured Post

​Catatan Tambahan PJJ 23-29 Agustus 2026

Gambar
 ​ Thema: Pertanda Orang Yang Mengenal ( Tanda Nandai Dibata ) Teks: 1 Yohanes 2 : 3 - 11 ​Teks Alkitab ​ 1 Yohanes 2:3-11 (3) Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. (4) Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. (5) Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. (6) Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. (7) Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar. (8) Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan teran...

Jangan Coba-Coba Melawan Jokowi, Dia Dibela Kebenaran Lho!

Jangan lawan Jokowi, dia dibela kebenaran. Hal ini bisa dilihat dalam babak akhir perlawanan Lurah Warakas, Mulyadi. Pada awalnya seorah olah Mulyadi begitu perkasa dan berani menentang kebijakan Jokowi dan Ahok untuk melelang jabatan lurah dan camat di DKI untuk mendapatkan lurah dan camat terbaik. Mulyadi menentang kebijakan itu, sampai sampai memakai spanduk segala. Bahkan pernah ada berita seolah olah semua penduduk di kelurahannya kecewa telah memilih Jokowi.


Penentangan Mulyadi disikapi oleh Jokowi dan Ahok dengan dingin bahkan terkesan sangat mengayomi. Sebagaimana dikatakan Jokowi hari ini di Kompas.Com . Menanggapi sikap Mulyadi, Jokowi mengatakan, wajar terjadi penolakan saat ada sistem baru diperkenalkan. ”Sudah biasa jika ada tradisi baru, ada yang terkejut. Namun, kalau uji kompetensi, seleksi, dan promosi terbuka ada yang menentang, menurut saya, mereka itu tidak siap untuk bekerja,” katanya.



Mulyadi sendiri sekarang sudah minta maaf atas sikapnya. ”Saya mohon maaf kepada Gubernur. Tidak layak apabila anak melawan Bapak,” ujar Mulyadi


Dengan permohonan maaf ini saya melihat masalah ini sudah selesai. Banyak pihak terutama wartawan yang tanpa disuruh mencari dan mengedepankan kebenaran. Mereka menelusuri awal dan motivasi tersembunyi yang ada dibalik penentangan lurah Warakas, sampai ditemukannya fakta mengenal kiprah dan kepemilikanya di Rusun Marunda. Rupanya banyak hal yang bisa dijadikan alasan mengapa jabatan lurah Warakkas tidak ingin diganggu.


Dari situasi awal, perkembangan dan akhir dari kasus ini dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa Jokowi dan Ahok bekerja di jalan yang benar. Oleh sebab itu kebenaran itulah yang membela mereka. Orang orang yang berpihak kepada kebenaran tidak rela kalau kebenaran yang dilakukan oleh Jokowi dan Ahok diganggu oleh ketidak benaran, apalagi dibaliknya ada motif motif pribadi. Jika wartawan, media/ jaringan sosial, rakyat dan siapa saja pun tanpa diminta seolah oleh ikut membela Jokowi dan Ahok, maka hal itu tidak lain karena pasangan gubernur dan wakil gubernur ini dinilai bekerja tulus dan mengutamakan kebenaran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

GBKP Menjadi Keluarga Allah yang Diutus untuk Mengerjakan Missi Allah di Dunia bagi Seluruh Ciptaan

Catatan Tambahan PJJ 7 – 13 September 2025

Catatan Tambahan PJJ: 19 – 25 Juli 2026