Featured Post

Catatan Tambahan PJJ 22 - 28 Maret 2026

Gambar
  Seterusnya Makin Terang (Lalap Makin Terang) ​ Refleksi Teologis Amsal 4:10–19 ​Pendahuluan: Panggilan Menuju Hikmat ​Nas ini merupakan instruksi yang intim namun otoritatif dari seorang ayah kepada anaknya. Penulis Amsal menegaskan bahwa mendengarkan didikan bukan sekadar kewajiban moral, melainkan kunci untuk menjaga kualitas hidup itu sendiri. ​ ​Fakta dari Nas ​ Representasi Ilahi: Orang tua adalah representasi kehadiran Tuhan dalam hidup setiap orang. ​ Jalan Hidup: Berpegang pada didikan orang tua adalah jalan hidup yang tidak boleh dilepaskan. ​ Progresivitas Terang: Jalan orang benar adalah seperti cahaya fajar, yang seterusnya makin terang sampai rembang tengah hari. ​ Kepastian Sukses: Kesuksesan mereka adalah sebuah kepastian, sekalipun nampaknya tidak langsung terlihat. ​ Kegelapan Fasik: Jalan orang fasik seperti kegelapan; mereka jatuh tanpa mampu mendefinisikan penyebab kejatuhan mereka. Arti Dan Makna Teologis  Setiap orang p...

Jangan Coba-Coba Melawan Jokowi, Dia Dibela Kebenaran Lho!

Jangan lawan Jokowi, dia dibela kebenaran. Hal ini bisa dilihat dalam babak akhir perlawanan Lurah Warakas, Mulyadi. Pada awalnya seorah olah Mulyadi begitu perkasa dan berani menentang kebijakan Jokowi dan Ahok untuk melelang jabatan lurah dan camat di DKI untuk mendapatkan lurah dan camat terbaik. Mulyadi menentang kebijakan itu, sampai sampai memakai spanduk segala. Bahkan pernah ada berita seolah olah semua penduduk di kelurahannya kecewa telah memilih Jokowi.


Penentangan Mulyadi disikapi oleh Jokowi dan Ahok dengan dingin bahkan terkesan sangat mengayomi. Sebagaimana dikatakan Jokowi hari ini di Kompas.Com . Menanggapi sikap Mulyadi, Jokowi mengatakan, wajar terjadi penolakan saat ada sistem baru diperkenalkan. ”Sudah biasa jika ada tradisi baru, ada yang terkejut. Namun, kalau uji kompetensi, seleksi, dan promosi terbuka ada yang menentang, menurut saya, mereka itu tidak siap untuk bekerja,” katanya.



Mulyadi sendiri sekarang sudah minta maaf atas sikapnya. ”Saya mohon maaf kepada Gubernur. Tidak layak apabila anak melawan Bapak,” ujar Mulyadi


Dengan permohonan maaf ini saya melihat masalah ini sudah selesai. Banyak pihak terutama wartawan yang tanpa disuruh mencari dan mengedepankan kebenaran. Mereka menelusuri awal dan motivasi tersembunyi yang ada dibalik penentangan lurah Warakas, sampai ditemukannya fakta mengenal kiprah dan kepemilikanya di Rusun Marunda. Rupanya banyak hal yang bisa dijadikan alasan mengapa jabatan lurah Warakkas tidak ingin diganggu.


Dari situasi awal, perkembangan dan akhir dari kasus ini dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa Jokowi dan Ahok bekerja di jalan yang benar. Oleh sebab itu kebenaran itulah yang membela mereka. Orang orang yang berpihak kepada kebenaran tidak rela kalau kebenaran yang dilakukan oleh Jokowi dan Ahok diganggu oleh ketidak benaran, apalagi dibaliknya ada motif motif pribadi. Jika wartawan, media/ jaringan sosial, rakyat dan siapa saja pun tanpa diminta seolah oleh ikut membela Jokowi dan Ahok, maka hal itu tidak lain karena pasangan gubernur dan wakil gubernur ini dinilai bekerja tulus dan mengutamakan kebenaran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 Juli 2025

Catatan Tambahan PJJ 6 - 12 April 2025

Catatan Tambahan PJJ 11 – 17 Mei 2025